Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Komedi

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...

Ojek Online dan Drama Penumpang

  Ojek Online dan Drama Penumpang" Setting: Seorang driver ojek online, Bang Jaja , sedang mangkal di pinggir jalan sambil main HP. Tiba-tiba, aplikasi berbunyi, menandakan ada order masuk. Adegan 1: Order Misterius ( Bang Jaja melihat notifikasi dan tersenyum. ) Bang Jaja: (berbicara sendiri) "Wah, ada order nih! Semoga kali ini penumpangnya normal." ( Ia melihat alamat penjemputan dan membaca nama penumpangnya. ) Bang Jaja: "Penumpang: Mbak Siska. Lokasi: Gang sempit belakang warung pecel lele." (mengerutkan dahi) "Lah? Kok lokasi horor begini?" ( Dengan penuh penasaran, Bang Jaja bergegas menuju titik jemput. ) Adegan 2: Pertemuan Pertama ( Bang Jaja tiba di gang sempit dan melihat seorang wanita, Mbak Siska , berdiri sambil pakai jaket dan masker, wajahnya tertutup rapat. ) Bang Jaja: (mencoba ramah) "Permisi, Mbak Siska ya?" Mbak Siska: (suara berat, seperti suara pria) "Iya, Bang. Saya Siska." ( Bang Jaja langsung kag...

Dilema Tukang Parkir

  Dilema Tukang Parkir" Setting: Sebuah parkiran minimarket. Bang Jono , seorang tukang parkir berpengalaman, sedang berjaga sambil memainkan peluitnya. Ia terbiasa mengandalkan suara mesin kendaraan untuk mengatur lalu lintas parkir. Adegan 1: Awal Masalah ( Bang Jono berdiri di parkiran sambil bersiul, memperhatikan kendaraan keluar masuk. Tiba-tiba, ia melihat mobil di depannya bergerak sendiri. ) Bang Jono: (celingak-celinguk) "Lho? Ini mobil jalan sendiri? Setan kali ya?" ( Ia melompat mundur dan melihat sekeliling, memastikan tidak ada yang mendorong mobil itu. ) Bang Jono: "Waduh, ini kerasukan apa gimana?!" ( Mobil listrik semakin mendekat dengan tenang, tanpa suara sedikit pun. Saat sudah dekat, jendela terbuka dan terlihat seorang pengemudi, Pak Dedi . ) Pak Dedi: "Bang, kok diem aja? Saya mau parkir nih!" Bang Jono: (masih panik) "Astaga, Pak! Saya kira mobil ini kesurupan ! Kok nggak ada suaranya sama sekali?!" Pak Dedi: (...

Nenek vs Teknologi

  Nenek vs Teknologi Setting: Ruang tamu rumah nenek. Seorang cucu, Dani , sedang mengajari Nenek Sri cara menggunakan WhatsApp di smartphone barunya. Adegan 1: Nenek Mulai Belajar ( Dani duduk di samping Nenek Sri, yang memegang smartphone dengan sangat hati-hati, seolah-olah itu benda pusaka. ) Dani: "Nek, ini WA ya, WhatsApp. Jadi Nek bisa kirim pesan ke keluarga atau teman." Nenek Sri: (mengerutkan dahi) "Oh gitu? Berarti bisa buat nelepon juga?" Dani: "Bisa, Nek. Tapi ini WA buat kirim pesan juga. Bisa bikin grup keluarga biar ngobrolnya enak." Nenek Sri: "Wah, bisa bikin grup arisan juga?" Dani: "Bisa banget, Nek!" Nenek Sri: (senyum puas) "Wah, canggih betul ya! Dulu zaman Nenek, kalau mau ngobrol ya harus jalan kaki ke rumah orang." Dani: "Sekarang tinggal ketik, Nek!" Adegan 2: Nenek Mencoba Bikin Grup WA ( Dani menunjukkan cara membuat grup WA. Nenek Sri mulai mengetik dengan kacamata turun di uj...

Drama di Warung Kopi

  Drama di Warung Kopi Setting: Sebuah kafe mahal di kota. Seorang pria sederhana, Bang Ucok , masuk ke kafe dengan penuh percaya diri. Ia mengenakan kaus oblong dan sandal jepit, terlihat sedikit kebingungan dengan suasana kafe yang modern dan estetik. Adegan 1: Bang Ucok vs Menu Kopi ( Bang Ucok melihat daftar menu digital di layar kafe dan mulai mengernyitkan dahi. Seorang barista, Dinda , menyapanya dengan ramah. ) Dinda: "Selamat datang, Kak! Mau pesan apa?" Bang Ucok: (mencoba tetap tenang, tapi bingung dengan menu) "Ehhh... ini kopi ada yang biasa aja nggak?" Dinda: "Oh, tentu Kak! Mau Americano, Espresso, Cappuccino, Macchiato, atau Affogato ?" Bang Ucok: (mikir keras) "Mmm... Itu yang Affogato, namanya kayak aliran silat ya?" Dinda: (tertawa kecil) "Itu espresso yang disajikan dengan es krim vanila, Kak." Bang Ucok: "Ohh... kalau yang Macchiato?" Dinda: "Itu espresso dengan sedikit busa susu." Ban...