Skip to main content

"Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?

 "Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?"

Setting:

Kamar seorang pemuda berantakan. Doni, mahasiswa malas, sedang mencari kunci motornya yang hilang. Ibunya, Bu Sri, berdiri di pintu dengan ekspresi tenang.

Adegan 1: Barang Hilang, Panik Melanda

(Doni mengobrak-abrik seluruh kamar, celingak-celinguk ke bawah kasur, lemari, bahkan di dalam kulkas.)

Doni: (panik) "Astaga, kunci motor gue ke mana sih?! Udah gue cari di mana-mana!"

Bu Sri: (sambil melipat tangan) "Udah dicari beneran belum? Jangan-jangan matanya aja yang nggak dipake."

Doni: (kesal) "Iya, udah! Masa gue harus punya mata elang buat nemuin ini kunci?!"

Bu Sri: (santai) "Sini, Ibu cariin."

Adegan 2: Fenomena Orang Tua Detektor

(Bu Sri masuk ke kamar, membuka laci meja dengan tenang, lalu… mengambil kunci motor yang ada di sana.)

Bu Sri: (senyum kalem, sambil menunjukkan kunci) "Nih, ada di sini."

(Doni langsung melongo.)

Doni: (terkejut) "Hah?! Kok bisa sih, Bu?! Padahal gue udah cari di situ lima kali!"

Bu Sri: (senyum misterius) "Ibu punya ilmu khusus."

Doni: (curiga) "Ilmu apa, Bu? Jangan-jangan ini bukan sekadar kebiasaan… tapi ada konspirasi?"

Adegan 3: Teori Konspirasi Dimulai

(Doni duduk dan mulai berpikir keras.)

Doni: (berbisik dramatis) "Ibu-ibu di dunia ini… jangan-jangan mereka bagian dari organisasi rahasia yang disebut Secret Mom Society?"

Bu Sri: (ketawa kecil) "Apa lagi sih ini?"

Doni: (serius) "Dari zaman dulu, semua orang tua selalu bisa nemuin barang hilang! Ini bukan kebetulan, Bu! Pasti ada jaringan informasi tersembunyi yang menghubungkan semua ibu-ibu di dunia!"

Adegan 4: Bukti-Bukti Mencurigakan

(Doni mulai menjabarkan teorinya sambil mondar-mandir seperti detektif.)

Doni: "Pertama! Setiap kali kita kehilangan sesuatu, kita cari berjam-jam… nihil. Tapi begitu ibu-ibu yang turun tangan… Bim salabim, barangnya langsung ketemu!"

Bu Sri: (nyeruput teh dengan santai) "Iya, karena kamu nyarinya pake dengkul, bukan mata."

Doni: (mengabaikan komentar ibunya, lanjut berpikir) "Kedua! Ibu-ibu selalu tahu di mana barang kita, walaupun mereka nggak lihat kita taruh di mana. Ini bukti kalau mereka punya GPS tracking system yang terhubung ke seluruh benda di rumah!"

Bu Sri: (ketawa sambil geleng-geleng kepala) "Dasar anak konspirasi."

Doni: (semakin semangat) "Ketiga! Jangan-jangan, ini semua bagian dari pelatihan rahasia yang diwariskan turun-temurun! Setiap ibu punya akses ke ‘Kode Ibu Global’ yang memungkinkan mereka menemukan barang hilang dalam hitungan detik!"

Adegan 5: Percobaan Ilmiah

(Doni ingin membuktikan teorinya.)

Doni: (menantang) "Baik, kita uji teori ini! Bu, coba sekarang cari remote TV yang sudah hilang sejak zaman purba!"

Bu Sri: (menghela napas, lalu berjalan ke sofa, mengangkat bantal… dan menemukan remote TV di bawahnya.)

Bu Sri: (sambil mengangkat remote) "Nih."

Doni: (mulai panik, berkeringat dingin) "Astaga… Ini lebih dari sekadar kebiasaan… Ini KEAJAIBAN!"

Bu Sri: (tertawa kecil) "Atau mungkin… ini cuma logika dasar? Kalau nyari sesuatu, ya pakai otak!"

Adegan 6: Kesimpulan Konyol

(Doni mulai curiga dan mendekati ibunya.)

Doni: (menyipitkan mata) "Bu… jujur, ibu ada keanggotaan di organisasi Secret Mom Society, kan?!"

Bu Sri: (tertawa geli) "Nggak ada itu, Nak. Ibu cuma pakai mata dan pengalaman. Kamu aja yang kalau nyari barang kayak lagi main petak umpet."

Doni: (masih curiga) "Atau mungkin… ibu cuma nggak boleh ngasih tahu rahasianya ke anak-anak!"

(Bu Sri hanya tertawa dan kembali menikmati tehnya. Doni pun terdiam, masih berpikir keras… sementara di luar sana, seorang bapak juga sedang mencari sandal yang hilang.)

Tamat. 😆

Comments

Popular posts from this blog

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...