Skip to main content

CERCU – Nostalgia SMS Jadul Zaman Nokia


💍 9. "SMS Jadian Zaman Jadul: Gak Ada Chat, Gak Ada Voice Note, Tapi Serius!"

Intro:
Zaman sekarang, jadian itu gampang banget. Tinggal chat 
"Aku suka sama kamu" di WhatsApp, dikasih sticker hati, terus "Jadi pacarku ya?" di-reply "Iyaaa 😍"—selesai. Tapi, coba bandingin sama zaman dulu, pas Nokia 3310 masih jadi raja, dan SMS adalah alat komunikasi paling sakral.

Gak ada chat instan, gak ada voice note manja, apalagi video call. Cuma ada 160 karakter dan tombol keypad yang harus dipencet 3-4 kali buat ngetik satu huruf. Tapi justru di era itulah, "jadian via SMS" punya keseruan dan ketegangan yang bikin deg-degan sampai sekarang!

Nah, kali ini kita bakal bernostalgia dengan cerita lucu dan manis tentang "jaman jadian via SMS" yang bikin kita tersenyum-senyum sendiri. Yuk, simak!

 

1. "Maukah Kamu Jadi Pacarku? Balas Ya." – Drama SMS Jadian yang Bikin Deg-degan Setengah Mati

Bayangkan:
Kamu lagi naksir berat sama seseorang. Udah lama ngumpulin nyali, akhirnya nekat kirim SMS:

💬 "Maukah kamu jadi pacarku? Balas ya."

Lalu… DUNIA BERHENTI.

Kamu ngecek HP tiap 5 menit. "Kok belum dibaca?" "Jangan-jangan salah nomor?" "Aduh, jangan-jangan dia nolak."

2 jam kemudian… BRRRT! (Getaran Nokia legendaris.)

💬 "Iya :)"

BOOM! Langsung senyum-senyum sendiri kayak orang bodoh. Padahal cuma 1 kata + emoticon, tapi rasanya kayak menang Grammy Award.

Lucunya: Balasan "Iya" Bisa Beragam Banget

·         Versi singkat: "Iya." (Kesannya dingin, padahal dia juga deg-degan.)

·         Versi romantis: "Iya, aku mau 😊" (Auto bikin baper seharian.)

·         Versi lebay: "AKU MAU BANGETTT!!! 😭️" (Ini biasanya cewek yang udah naksir duluan.)

·         Versi bingung: "Iya… tapi kamu siapa?" (SALAH NOMOR, BRO!)

 

2. "SMS-an Sampai Tengah Malam – Kuota 100 SMS Sebulan Langsung Habis!"

Zaman sekarang, kita bisa chat sepuasnya di WhatsApp atau DM Instagram. Tapi dulu? SMS itu mahal, bro!

·         Kuota terbatas: Biasanya cuma dapet 100-200 SMS sebulan. Kalau kebanyakan SMS-an sama pacar, besoknya udah harus beli voucher lagi.

·         SMS berantai: Karena cuma 160 karakter, kadang satu pesan harus dibagi jadi 3 SMS:
"Aku kangen banget sama kamu…" (SMS 1)
"…pengen ketemu sekarang juga…" (SMS 2)
"…tapi aku lagi di rumah nenek :(" (SMS 3)

·         Nunggu pulsanya masuk: Kalau lagi bokek, harus nunggu orang tua isi pulsa dulu. "Pak, boleh minta pulsanya dikit? Buat… tugas kelompok!"

Kasus-kasus Kocak Akibat SMS-an Terlalu Banyak:

·         Orang tua marah: "Kok pulsamu abis terus? Kamu SMS-an sama siapa?" (Auto ketakutan.)

·         Salah kirim ke orang lain: "Sayang, aku kangen banget…" dikirim ke nomor Bapak. GAME OVER.

·         Tukeran SIM card: Biar gak ketauan boros pulsa, ada yang sampe tukeran kartu SIM sama temen.

 

3. "Salah Ketik = Salah Paham – Auto Ribut!"

Zaman sekarang ada fitur "edit pesan" kalau salah ketik. Dulu? Sekali kirim, salah ya salah.

Contoh kasus:

·         Mau nulis: "Aku sayang banget sama kamu."

·         Salah ketik: "Aku sayang banget sama kambing."

·         Pacar marah: "Jadi selama ini aku dianggap kambing?!"

Atau yang lebih parah:

·         Mau nulis: "Aku cuma mau kamu aja."

·         Salah ketik: "Aku cuma mau uang aja."

·         Pacar bales: "Oke, putus."

Emoticon Jadul yang Sering Bikin Bingung

Dulu belum ada emoji kekinian, jadi harus pake simbol-simbol aneh:

·         ":)" = Senyum (standar)

·         ";)" = Kedip (flirty mode)

·         ":(" = Sedih

·         ":’(" = Nangis

·         "<3" = Love

Tapi kadang salah interpretasi:

·         "Kamu lagi apa? ;)" (Maksudnya becanda, dikira maksud mesum.)

·         "Aku capek :(" (Dibaca sebagai marah, padahal cuma lelah.)

 

4. "Putus via SMS – Tragedi Terkejam di Era 2000-an"

Kalau jadiannya lewat SMS, putusnya juga lewat SMS. Dan ini bikin sakitnya lebih dalam karena cuma dikasih tau lewat 160 karakter.

Contoh SMS putus zaman dulu:

·         "Kita udah gak cocok. Aku mutusin kamu. Maaf." (Auto nangis semalaman.)

·         "Kamu terlalu baik buat aku. Aku gak pantas." (Artinya: Aku udah suka sama orang lain.)

·         "Orang tuaku gak setuju." (Alasan klasik.)

Yang paling ngena: Pas putus, kamu masih punya jejak SMS-SMS romantis di inbox. Mau dihapus, sakit. Mau dibaca, lebih sakit.

 

5. Nostalgia SMS Jadul: Dulu Sederhana, Tapi Berkesan

Meskipun ribet, justru di situlah indahnya. Setiap SMS itu spesial, karena:

·         Nungguin balasan itu seru, bikin deg-degan.

·         Setiap karakter berharga, jadi pesannya lebih jujur.

·         Gak ada notifikasi "online", jadi gak perlu overthinking.

Sekarang? Chat instant, tapi kadang kosong makna. Dulu, cuma 1 SMS "Iya :)" bisa bikin bahagia seharian.

Jadi, masih ingat gak SMS jadian pertama kamu? Coba share di komentar!

 

Penutup:
Itulah cerita lucu & manis tentang 
jaman jadian via SMS. Meskipun terlihat kuno, justru di situlah kenangan terindah tercipta. Gak perlu fancy, yang penting tulus.

*"Dulu cuma modal SMS ‘Iya’, hubungan bisa bertahun-tahun. Sekarang chat panjang lebar, eh 3 hari udah ghosting."* 😂

#CERCU #SMSJadul #Nokia3310 #JadianJamanDulu

 

Akhir kata: Kalau kamu punya cerita lucu seputar SMS jadul, jangan lupa share di kolom komentar ya! Siapa tau bakal jadi bahan CERCU berikutnya. 😉


Comments

Popular posts from this blog

"Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?

  "Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?" Setting: Kamar seorang pemuda berantakan. Doni , mahasiswa malas, sedang mencari kunci motornya yang hilang. Ibunya, Bu Sri , berdiri di pintu dengan ekspresi tenang. Adegan 1: Barang Hilang, Panik Melanda ( Doni mengobrak-abrik seluruh kamar, celingak-celinguk ke bawah kasur, lemari, bahkan di dalam kulkas. ) Doni: (panik) "Astaga, kunci motor gue ke mana sih?! Udah gue cari di mana-mana!" Bu Sri: (sambil melipat tangan) "Udah dicari beneran belum? Jangan-jangan matanya aja yang nggak dipake." Doni: (kesal) "Iya, udah! Masa gue harus punya mata elang buat nemuin ini kunci?!" Bu Sri: (santai) "Sini, Ibu cariin." Adegan 2: Fenomena Orang Tua Detektor ( Bu Sri masuk ke kamar, membuka laci meja dengan tenang, lalu… mengambil kunci motor yang ada di sana. ) Bu Sri: (senyum kalem, sambil menunjukkan kunci) "Nih, ada di sini." ( Doni ...

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...