Misi Mustahil: Makan Mie Instan Saat Panas Tanpa Tiupan (Sebuah Perjuangan Lidah, Logika, dan Martabat)
Misi Mustahil: Makan Mie Instan Saat Panas Tanpa Tiupan (Sebuah Perjuangan Lidah, Logika, dan Martabat) Pendahuluan: Perjalanan Heroik Menuju Kepedasan Level Neraka Bayangkan ini: Hari hujan. Dompet tinggal dua lembar ribuan. Kulkas kosong kecuali kecap, baterai remote, dan setengah tomat berair mata. Dan tiba-tiba kamu teringat: ADA MIE INSTAN! Surga. Harapan. Solusi. Lalu kamu masak dengan penuh cinta. Air mendidih, mie tenggelam, bumbu dituang seperti upacara sakral. Wangi membumbung seperti khutbah jumat. Lidahmu bergetar, perut berkontraksi. Sampai akhirnya mie itu siap. Kamu duduk. Kamu ambil sumpit (atau garpu, atau lidi karena sumpit hilang lagi). Kamu siap makan. Dan di sinilah tragedi dimulai: Mie masih panas. Mendidih. Seperti magma. Tapi kamu terlalu lapar untuk menunggu. Namun kamu juga bertekad: “Hari ini, saya akan makan mie tanpa tiupan. Demi kehormatan.” Maka dimulailah... MISI MUSTAHIL: Makan Mie Panas Tanpa Tiupan. Bab 1: Kenap...