Ada masa dalam hidup kita di mana kita merasa seperti penulis handal. Tapi bukan karena nulis novel, skripsi, atau surat lamaran kerja. Bukan. Kita menulis panjang lebar karena… cinta. Iya, cinta. Yang bikin jari-jari kita mengetik seperti jurnalis deadline, tapi isinya bukan berita dunia, melainkan “perasaanku padamu yang tak terbatas tapi kamu anggap angin lalu.” Dan klimaksnya? Setelah nulis sepuluh halaman penuh curahan hati, si doi cuma bales: “OK.” Paket Surat-Suratan 10 Halaman, Eh Si Doi Cuma Bales “OK” Doang 1. Awal yang Penuh Harapan Semua berawal dari niat baik. Kamu merasa hubungan mulai renggang, komunikasi mulai hambar, dan doi mulai sibuk dengan “tugas negara” entah apa. Jadilah kamu duduk, membuka laptop (atau notes HP), dan mulai menulis. “Sayang, aku nulis ini bukan untuk menyalahkan, tapi untuk mengungkapkan isi hati aku yang selama ini mungkin kamu abaikan...” Kalimat pembuka sudah kayak surat untuk PBB. Emosi tertata, diksi teratur, gaya bah...
CERCU (Cerita Lucu) adalah blog yang menyajikan kumpulan cerita-cerita lucu, segar, dan menghibur yang siap membuat harimu lebih ceria.