Skip to main content

TENTANG CREATOR

Selamat Datang di CERCU (Cerita Lucu)!

Hai, Sobat Tertawa! 😄
Selamat datang di CERCU (Cerita Lucu) — blog yang didedikasikan untuk bikin harimu lebih cerah lewat tawa, senyum, dan cerita-cerita kocak yang (mungkin) relatable banget sama hidup kamu!

Di sini kamu akan menemukan:

·         Kisah receh tapi bikin ngakak

·         Cerita absurd dari dunia nyata (dan kadang dunia imajinasi)

·         Ilustrasi lucu yang penuh warna

·         Dialog satir, tokoh-tokoh imut, dan celotehan random yang bikin senyum-senyum sendiri

CERCU bukan sekadar cerita lucu biasa. Ini adalah tempat di mana kamu bisa rehat sejenak dari kesibukan, menertawakan hal-hal kecil, dan menemukan sudut ceria dari dunia yang kadang terlalu serius.

Jadi, duduk yang nyaman, siapin cemilan, dan scroll pelan-pelan…
Siapa tahu kamu bakal ketawa sampai lupa utang!

Selamat menikmati, dan jangan lupa share cerita yang kamu suka ke teman-teman. Karena tawa itu menular — dan gratis! 😂

👋 Siapa Creator?

Halo! Perkenalkan, saya Aco Nasir — seorang pendidik, penulis, dan pegiat literasi digital dari tanah Mandar, Sulawesi Barat. Blog ini saya hadirkan sebagai ruang berbagi, berefleksi, dan berdiskusi tentang berbagai hal yang saya temui dalam perjalanan hidup, khususnya di dunia pendidikan dan pengembangan diri.

Sebagai seorang guru penggerak, saya percaya bahwa pendidikan yang bermakna lahir dari keterbukaan pikiran, kolaborasi, dan semangat berbagi. Karena itulah, melalui blog Ruang Dosen, saya ingin mencatat proses-proses kecil yang mungkin sederhana, tapi sarat makna: mulai dari pengalaman mengajar, ide-ide pengembangan profesi, sampai opini pribadi tentang isu sosial dan budaya lokal.

Saya juga aktif di berbagai kegiatan literasi, pelatihan guru, dan pengembangan konten digital. Selain menulis di blog ini, saya juga terlibat dalam pengelolaan beberapa platform seperti:

Nama “Aco” sendiri adalah sapaan khas daerah Mandar yang bermakna “abang laki-laki” atau bentuk penghormatan dalam budaya lokal — dan saya bangga membawanya sebagai identitas dalam dunia digital ini.

Melalui tulisan-tulisan saya, saya berharap bisa menebar manfaat, menggugah pemikiran, dan memperluas ruang kolaborasi.

Terima kasih telah mampir. Mari bertumbuh bersama!

Salam hangat,


Aco Nasir

Comments

Popular posts from this blog

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

"Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?

  "Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?" Setting: Kamar seorang pemuda berantakan. Doni , mahasiswa malas, sedang mencari kunci motornya yang hilang. Ibunya, Bu Sri , berdiri di pintu dengan ekspresi tenang. Adegan 1: Barang Hilang, Panik Melanda ( Doni mengobrak-abrik seluruh kamar, celingak-celinguk ke bawah kasur, lemari, bahkan di dalam kulkas. ) Doni: (panik) "Astaga, kunci motor gue ke mana sih?! Udah gue cari di mana-mana!" Bu Sri: (sambil melipat tangan) "Udah dicari beneran belum? Jangan-jangan matanya aja yang nggak dipake." Doni: (kesal) "Iya, udah! Masa gue harus punya mata elang buat nemuin ini kunci?!" Bu Sri: (santai) "Sini, Ibu cariin." Adegan 2: Fenomena Orang Tua Detektor ( Bu Sri masuk ke kamar, membuka laci meja dengan tenang, lalu… mengambil kunci motor yang ada di sana. ) Bu Sri: (senyum kalem, sambil menunjukkan kunci) "Nih, ada di sini." ( Doni ...