Skip to main content

Posts

Showing posts with the label surat

"Terinspirasi Sinetron, Aku Kirim Surat Pakai Darah… Ternyata Cuma Tinta Pulas"

Halo para penggemar drama berlebihan dan korban dari menonton terlalu banyak sinetron! Mari kita bicara tentang fase di mana kita mengira kehidupan nyata harus sama dramatisnya dengan adegan di TV, di mana tokoh utamanya menulis surat dengan darah demi membuktikan cinta sejati. Fase di mana akal sehat sedang berlibur panjang, dan gengsi mengambil alih kendali. Cerita ini adalah pengakuan dosa saya. Sebuah kisah tentang bagaimana keinginan untuk terlihat epic berubah menjadi insiden yang hampir membuat saya dijauhi karena dianggap mengidap penyakit aneh. Karakter utamanya adalah Lala, cewek yang membuat logika saya minggat. Daripada mendekatinya dengan cara waras—seperti bilang "hai" atau tanya kabar—saya memutuskan untuk membuat sebuah pernyataan yang takkan pernah dilupakannya. Inspirasi saya? Sebuah sinetron yang judulnya panjang sekali, di mana sang protagonis, setelah disakiti, menulis surat dengan darahnya sendiri sambil menangis di tepi pantai.  That's true love...

Surat Cinta Terakhirku… Dibakar Karena Katanya Bisa Bikin Mantra Cinta

Ketika Ilmu Perbucinan Bertemu Mistis-mistisan ala Anak Sekolah Zaman sekarang orang nembak pakai chat. Paling banter pakai stiker lucu atau emoji hati. Praktis. Cepat. Tanpa jejak fisik. Tapi dulu? Zaman surat cinta adalah zaman keemasan rasa malu massal. Tulisan tangan miring-miring, wangi parfum murahan, amplop warna pink, dan isinya… duh, kalau dibaca sekarang bikin aku ingin menenggelamkan diri di bak mandi. Tapi tidak ada yang lebih memalukan daripada kisah ini— kisah tentang surat cinta terakhir yang kutulis dengan penuh jiwa, tapi akhirnya malah dibakar oleh temanku karena dia percaya hal-hal mistis ala dukun cinta. Dan aku, karena bodoh, lelah, dan bucin tingkat tinggi… ikut percaya. Iya. Aku, manusia rasional, ikut percaya.   Surat Cinta Terakhirku… Dibakar Karena Katanya Bisa Bikin Mantra Cinta Awal Cerita: Surat yang Ditulis dengan Air Mata, Bukan Tinta Waktu itu aku sedang berada pada fase patah hati terakbar dalam sejarah hidupku (padahal baru ...

"Nulis Surat Pakai Tangan Kiri Biar Nggak Ketauan, Eh Malah Dikira Tulisan Dokter"

Halo para kolektor momen canggung dan taktik gagal! Mari kita berkenalan dengan sebuah fase dalam hidup di mana kita mengira diri sendiri adalah agen rahasia, padahal skill kita lebih cocok jadi badut yang tidak sengaja menghibur. Cerita ini tentang sebuah misi penyamaran yang berantakan. Sebuah operasi rahasia di mana saya, dengan percaya diri yang sangat salah, memutuskan bahwa menjadi kidal sementara adalah kunci menuju hati sang doi. Karakter utama dalam drama ini adalah Maya, si cewek yang membuat saya rela melakukan hal-hal irasional. Daripada mendekatinya dengan cara normal—seperti ngobrol atau nanya tugas—saya memilih jalur yang lebih... berbelit. Saya memutuskan untuk mengirim surat cinta anonim. Alasannya sederhana: takut ditolak. Tapi lebih takut lagi kalau surat cinta saya yang isinya canggung itu bisa dilacak sampai ke saya. Maka, saya butuh penyamaran. Bukan topi dan kacamata hitam, tapi sesuatu yang lebih mendasar:  menyamarkan tulisan tangan . Alasannya sederh...

Surat-Suratan di Buku Tugas, Eh Malah Ikut Terkumpul ke Guru

Ketika Catatan Rahasia di Pojokan Buku Jadi Konsumsi Publik Ada satu hal yang sepertinya harus kita sepakati bersama: kehidupan sekolah itu adalah tempat di mana kesalahan kecil bisa berubah menjadi tragedi nasional versi lokal. Salah satunya ya ini—kisah konyol tentang surat-suratanku yang kutulis di pojokan buku tugas, yang awalnya kubuat hanya untuk hiburan pribadi , tapi akhirnya malah ikut terkumpul ke guru dan dibacakan dalam suasana penuh drama dan tanda tanya. Sungguh, kalau hidup adalah komedi, maka aku adalah pemeran utamanya.   Surat-Suratan di Buku Tugas, Eh Malah Ikut Terkumpul ke Guru Awal Mula Bencana: Pojokan Buku dan Tulisan Tak Bermoral Akademik Hari itu pelajaran IPS. Guru sedang menjelaskan tentang peta politik dunia, tapi otakku entah berada di mana. Bukannya fokus ke atlas, aku malah sibuk curhat ke diri sendiri di pojok buku tugas. Isinya? Ya jangan dibayangin ilmiah. Itu tuh curhat receh yang bahkan buku harian pun mungkin menolak. Misalny...

"Aku Kirim Surat ‘Jangan Baca’, Ternyata Si Doi Benar-Benar Nggak Baca"

  Halo para penghuni bumi yang pernah terjebak dalam strategi marketing cinta ala kadarnya! Mari kita bicara tentang satu hukum tak tertulis dalam dunia pendekatan:  "Lawan adalah Bunga" . Maksudnya, semakin kamu dilarang, semakin penasaran kamu ingin tahu. Prinsip inilah yang jadi dasar operasi rahasia saya, yang berakhir dengan kegagalan spektakuler karena satu hal sederhana: ternyata doi bukan bunga, doi adalah manusia normal yang bisa menuruti perintah. Semuanya berpusat pada Rara—cewek yang buat saya rela menghafal jadwal lesnya hanya agar bisa "tak sengaja" berpapasan. Setelah berminggu-minggu mengumpulkan nyali, saya memutuskan untuk menggunakan senjata pamungkas:  surat . Tapi bukan sembarang surat. Saya terinspirasi dari video psikologi daring yang menjanjikan "Cara Membuat Dia Penasaran dalam 3 Detik!". Konsepnya adalah  reverse psychology . Perencanaan Operasi: When Overthinking Strikes Saya duduk di kamar, menatap kertas kosong. Biasanya ...

Salah Kirim! Surat Buat Mantan Malah Nyampe ke Guru Olahraga

Ketika Curhat Patah Hati Justru Dianggap Laporan Pelanggaran Sekolah Ada kalanya hidup mengajarkan kita bahwa menjadi manusia itu penuh kejutan. Kadang kejutan yang manis, kadang kejutan yang pahit, dan kadang… kejutan yang bikin kita ingin pindah sekolah, pindah kota, bahkan pindah planet. Hari itu, aku cuma ingin melakukan satu hal sederhana: mengirim surat curahan hati untuk mantan . Sesuatu yang klasik, mellow, dan jujur. Tapi siapa sangka, dunia punya rencana berbeda. Rencana yang melibatkan rasa malu tak terhingga, guru olahraga yang judes, dan surat galau yang salah alamat.   Salah Kirim! Surat Buat Mantan Malah Nyampe ke Guru Olahraga Awal Mula Kegoblokan: Surat yang Terlalu Serius Ceritanya begini. Sudah seminggu aku putus dari pacarku—sebut saja namanya “Mantan Tercinta yang Meninggalkan Luka Mendalam dan Hutang Emosional”. Aku tidak mau keliatan lebay, tapi faktanya, aku benar-benar down. Makan nggak enak. Tidur nggak nyenyak. Nilai matematika turun (walau s...

Surat Cinta Pertamaku Berakhir Jadi Bahan Latihan Membaca Adiknya Si Doi

Sedihnya, suratku malah dipakai buat latihan membaca anak SD. Ada banyak tragedi dalam sejarah umat manusia: Atlantis tenggelam, dinosaurus punah, dan saya… Saya melihat surat cinta pertama saya dibacakan dengan lantang oleh adik kelas 3 SD. Iya. Surat cinta pertama saya. Yang saya tulis sambil gemeter, sambil deg-degan, sambil ngelus dada setiap lima menit. Yang harusnya berakhir romantis, penuh haru, penuh bunga, penuh cinta. Tapi takdir berkata lain. Tuhan punya selera humor yang unik. Dan keluarga si doi… jauh lebih unik lagi. Berikut kisah lengkapnya. Silakan ambil snack karena ini panjang, penuh rasa malu, dan Anda berhak menertawakan penderitaan saya.   Surat Cinta Pertamaku Berakhir Jadi Bahan Latihan Membaca Adiknya Si Doi Bab 1: Keputusan Fatal untuk Menulis Surat Cinta Pertama Sejak awal, perasaan saya pada si doi sudah tak main-main. Setiap dia lewat, hati saya seperti HP baterai 5% yang tiba-tiba dicas jadi 100%. Setiap dia senyum, jiwa saya se...

Nulis Surat Pakai Bahasa Shakespeare, Eh Dibalas dengan ‘Lo Ngegas Ya?’

Halo, para pejuang cinta yang percaya bahwa kata-kata yang berlebihan adalah kunci ke hati sang doi! Mari kita berjalan-jalan sebentar ke masa di mana saya, dengan percaya diri yang sangat salah, memutuskan bahwa menjadi  Romeo  dari komplek perumahan adalah ide yang brilian. Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah kunjungan ke perpustakaan dan menonton film  Romeo + Juliet  versi Leonardo DiCaprio yang sudah tua, memicu sebuah bencana komunikasi yang sampai hari ini masih membuat saya meringis kalau teringat. Karakter utama dalam drama ini adalah Dinda. Dinda adalah cewek praktis. Dia suka hal-hal yang jelas, to the point, dan tidak berbelit. Sayangnya, saya tidak menyadari hal ini. Yang saya lihat hanyalah bahwa dia cantik, dan kecantikan itu—menurut logika film—harus disikapi dengan puisi dan kata-kata sok tinggi. Ketika Saya Dikuasai oleh Roh Shakespeare Fase Inspirasi: Ketika Saya Dikuasai oleh Roh Shakespeare Waktu itu, kami dapat tugas bahasa Indone...

Suratku Ditemuin Ortu Si Doi… & Dibaca Keras-Keras Saat Acara Keluarga

  Mimpi buruk jadi kenyataan: surat cintaku dibaca di depan keluarga doi sambil ditertawakan. Ada banyak hal memalukan dalam hidup. Sandal putus di tengah jalan. Kepleset di depan mantan. Atau salah masuk grup WA dan kirim sticker “Aku nge-fans sama kamu” ke grup RT. Tapi tidak ada, saya ulangi, TIDAK ADA yang lebih memalukan dibandingkan kejadian yang saya alami: SURAT CINTA SAYA DIBACA KERAS-KERAS OLEH ORANG TUA DOI DI DEPAN KELUARGA BESARNYA. Kalau ada kontes “Aib Paling Menyakitkan Tahun Ini”, saya menang tanpa babak final. Berikut kisah lengkapnya, agar Anda bisa ikut tertawa—karena saya sudah tidak bisa lagi.   Suratku Ditemuin Ortu Si Doi… & Dibaca Keras-Keras Saat Acara Keluarga Prolog: Ketika Cinta dan Keberanian Saling Salah Paham Semua berawal ketika saya sedang berada pada fase over–confidence tingkat tinggi. Saya merasa hubungan saya dengan si doi sudah cukup dekat. Kami sering chat, sering bercanda, sering saling kirim meme, bahkan dia pe...