Skip to main content

10 contoh humor sindiran yang bisa memberikan tawa sambil memberi pesan:


Kamu Itu Tenang... Sekali. Tenangnya Bikin Emosi.

Tentu, hidup kamu tuh kayak taman bunga ya.
Penuh warna, tanpa duri.
Nggak pernah ada drama.
Paling banter cuma drama Korea... atau sinetron waktu nunggu laundry.

Dan hari ini... wow.
Kamu nggak ngeluh sama sekali.
Apa kamu udah sampai pada tingkat spiritual tertinggi?
Yang lain stres karena kerjaan, kamu masih bisa update story sambil caption:
“Trust the process ✨ #HealingByScrolling”

Kamu percaya banget sama kata-kata motivasi di Instagram, ya?
Yang isinya:
"Kamu kuat. Semesta mendukung. Gagal itu bagian dari sukses."
Padahal realitanya: bangun siang, kerja mepet deadline, dan berdoa semesta jangan nge-crash duluan.

Terus, iya sih… kerjaan kamu penting banget.
Sampai-sampai setiap obrolan jadi tempat promosi tidak resmi.
Lagi bahas gorengan pun bisa nyambung:
“Eh iya, itu kayak klien gue kemarin...”

Kamu tuh kalau ngomong selalu berhasil membuat orang lain merasa…
...kayak anak TK yang nyasar di seminar PhD.
Itu bakat, loh.
Nggak semua orang bisa membuat pertanyaan sederhana terdengar seperti ujian nasional.

Dan kamu pasti tahu segalanya, ya?
Dari investasi, relationship, sampai sejarah Mesir Kuno.
Aku kira kamu udah lulus dari Sekolah Kehidupan Internasional Jalur Cepat.

Oh, dan kamu datang tepat waktu?
Wah!
Apa kamu diam-diam kerja di NASA?
Atau kamu yang nyiptain kalender Masehi?

Tentu, kalau kamu bilang sesuatu itu benar,
ya jelas yang lain pasti salah.
Karena kamu kan The Oracle of WhatsApp Group.

Dan aku kagum banget.
Kamu bisa bikin orang terpesona cuma dengan... ngomongin diri kamu sendiri selama 45 menit non-stop.
Udah kayak TED Talk, tapi temanya: “Aku, Aku, dan Aku Lagi.”

Saya suka banget cara kamu bicara.
Kalimatmu itu seperti kabut...
...membungkus semua rasa percaya diri orang lain, lalu hilang tanpa bekas.
Setelah ngobrol sama kamu, kita semua merasa harus ikut kursus logika dan kepercayaan diri ulang.

Epilog:

Tapi jujur ya…
Dunia tuh butuh orang kayak kamu.
Supaya kita semua belajar...
bahwa percaya diri itu penting, tapi tahu batas juga perlu.


  1. "Tentu, hidupmu sangat menyenangkan, pasti nggak pernah ada drama—kecuali kalau kamu nonton TV."
  2. "Wow, kamu nggak ngeluh sedikit pun hari ini, pasti kamu sudah mencapai tingkat kedamaian tertinggi."
  3. "Kamu percaya banget sama kata-kata motivasi di Instagram ya? Pasti hidupmu seperti film Hollywood."
  4. "Iya, pekerjaanmu pasti sangat penting, sampai-sampai bisa dibawa ke dalam obrolan di setiap kesempatan."
  5. "Kamu tuh kalau ngomong selalu bikin orang lain merasa bodoh, itu bakat yang luar biasa."
  6. "Wah, kamu tahu segalanya, ya? Aku kira kamu udah lulus dari sekolah hidup."
  7. "Oh, kamu datang tepat waktu? Jangan-jangan kamu yang menemukan cara menghentikan waktu."
  8. "Tentu, kalau kamu bilang itu benar, pasti orang lain salah. Kamu kan selalu benar."
  9. "Oh, kamu tahu cara bikin orang kagum dengan hanya ngobrol tentang dirimu sendiri."
  10. "Saya suka cara kamu bicara, bisa bikin siapa pun merasa seperti mereka nggak tahu apa-apa."

Comments

Popular posts from this blog

"Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?

  "Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?" Setting: Kamar seorang pemuda berantakan. Doni , mahasiswa malas, sedang mencari kunci motornya yang hilang. Ibunya, Bu Sri , berdiri di pintu dengan ekspresi tenang. Adegan 1: Barang Hilang, Panik Melanda ( Doni mengobrak-abrik seluruh kamar, celingak-celinguk ke bawah kasur, lemari, bahkan di dalam kulkas. ) Doni: (panik) "Astaga, kunci motor gue ke mana sih?! Udah gue cari di mana-mana!" Bu Sri: (sambil melipat tangan) "Udah dicari beneran belum? Jangan-jangan matanya aja yang nggak dipake." Doni: (kesal) "Iya, udah! Masa gue harus punya mata elang buat nemuin ini kunci?!" Bu Sri: (santai) "Sini, Ibu cariin." Adegan 2: Fenomena Orang Tua Detektor ( Bu Sri masuk ke kamar, membuka laci meja dengan tenang, lalu… mengambil kunci motor yang ada di sana. ) Bu Sri: (senyum kalem, sambil menunjukkan kunci) "Nih, ada di sini." ( Doni ...

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...