- "Oh, tentu! Menghabiskan waktu di media sosial lebih berguna daripada belajar, kan?"
- "Wow, kamu terlambat? Pasti ada alasan luar biasa, seperti menemukan batu ajaib di jalan."
- "Tentu, saya sangat senang mendengarkan keluh kesahmu tentang hal-hal yang tidak penting."
- "Jangan khawatir, saya pasti akan menyelesaikan pekerjaan saya… setelah saya tidur selama seminggu."
- "Oh, kamu mau memberi saran? Tentu, karena semua orang tahu kamu adalah ahli dalam segala hal."
- "Wah, makan cepat itu pasti cara tercepat untuk menjadi model kesehatan, ya?"
- "Oh iya, karena menunda pekerjaan selalu membawa hasil yang luar biasa."
- "Saya suka bagaimana kamu selalu punya alasan untuk setiap kegagalan, itu sangat menginspirasi."
- "Oh, tentu, bekerja lebih keras itu overrated. Mari kita semua menjadi profesional dalam bermalas-malasan!"
- "Wow, kamu nggak tahu apa-apa tentang topik ini? Sungguh kejutan besar!"
"Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...

Comments
Post a Comment