Skip to main content

Parodi Motivasi

(Adegan: Seorang motivator berdiri di panggung, dengan ekspresi penuh semangat. Di hadapannya, audiens duduk dengan penuh harapan.)

Motivator: Teman-teman, hari ini kita akan membahas prinsip hidup yang sangat penting! "Jangan menunda pekerjaan… kecuali kalau itu pekerjaan yang bisa ditunda dengan aman!"

(Audiens terdiam, beberapa mulai mengerutkan dahi.)

Motivator: Serius! Kenapa harus buru-buru kalau besok masih ada waktu? Kalau hari ini bisa santai, kenapa harus stres? Hidup itu soal keseimbangan!

(Seorang peserta mengangkat tangan.)

Peserta 1: Tapi, bukankah kalau kita menunda pekerjaan, nanti jadi menumpuk?

Motivator: Benar! Makanya, tunda dengan strategi! Jangan semuanya ditunda, cukup yang nggak mendesak. Yang penting, kalau nanti mepet, kita punya alasan kuat: "Saya bekerja lebih baik di bawah tekanan!"

(Audiens mulai tertawa.)

Peserta 2: Tapi kalau kebiasaan menunda terus, nanti jadi kebiasaan buruk dong?

Motivator: Nah, itulah sebabnya kita harus tahu mana yang bisa ditunda dan mana yang harus dikerjakan sekarang. Misalnya, makan itu jangan ditunda, tapi diet? Bisa mulai besok!

(Audiens tertawa lebih keras.)

Motivator: Intinya, hidup itu bukan soal bekerja keras terus-menerus. Hidup itu juga butuh menikmati momen. Jadi, kalau pekerjaan bisa ditunda dengan aman, tunda saja! Tapi ingat, jangan menunda untuk bahagia!

(Audiens bertepuk tangan dan tertawa, sementara motivator tersenyum bangga.)

Comments

Popular posts from this blog

"Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?

  "Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?" Setting: Kamar seorang pemuda berantakan. Doni , mahasiswa malas, sedang mencari kunci motornya yang hilang. Ibunya, Bu Sri , berdiri di pintu dengan ekspresi tenang. Adegan 1: Barang Hilang, Panik Melanda ( Doni mengobrak-abrik seluruh kamar, celingak-celinguk ke bawah kasur, lemari, bahkan di dalam kulkas. ) Doni: (panik) "Astaga, kunci motor gue ke mana sih?! Udah gue cari di mana-mana!" Bu Sri: (sambil melipat tangan) "Udah dicari beneran belum? Jangan-jangan matanya aja yang nggak dipake." Doni: (kesal) "Iya, udah! Masa gue harus punya mata elang buat nemuin ini kunci?!" Bu Sri: (santai) "Sini, Ibu cariin." Adegan 2: Fenomena Orang Tua Detektor ( Bu Sri masuk ke kamar, membuka laci meja dengan tenang, lalu… mengambil kunci motor yang ada di sana. ) Bu Sri: (senyum kalem, sambil menunjukkan kunci) "Nih, ada di sini." ( Doni ...

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...