Skip to main content

10 contoh humor sindiran yang bisa memberikan tawa sambil memberi pesan:


Kalau Kamu Bukan Sempurna, Lalu Siapa Lagi?

Saya rasa kamu tuh harus segera menulis buku.
Serius.
Judulnya:
“Cara Mengkritik Tanpa Memberi Solusi: Panduan Lengkap Menjadi Beban Emosional”
Pasti bestseller, terutama di kalangan orang yang suka ngomong, “Aku cuma kasih masukan aja, ya…”

Kamu itu hebat.
Selalu tahu cara membuat segala hal jadi lebih rumit.
Orang lain cukup bilang “iya” atau “nggak”.
Kamu? “Yaa tergantung sih, kalau dilihat dari sisi psikologi sosial dan geopolitik global…”

Tentu, kamu pasti tahu banyak hal.
Kecuali satu:
cara mendengarkan.
Karena menurut kamu, mendengarkan itu cuma waktu jeda sebelum kamu bicara lagi.

Dan soal dramatis?
Wah, kamu tuh manusia sinetron multitalenta.
Listrik mati aja bisa kamu jadikan tragedi Shakespeare.

Oh iya, kamu juga punya jurus menghindari masalah paling canggih:
tidur 12 jam sehari.
Karena menurut kamu, kalau nggak bangun, ya nggak stres.
Logika yang simpel, jelas, dan… nyaris nggak berguna.

Kamu tuh jenius loh...
...dalam membuat orang lain merasa tidak berguna hanya dengan satu kalimat.
Kadang aku mikir, kamu belajar teknik itu di mana? Hogwarts? Atau warung kopi?

Eh, kamu nggak ngeluh hari ini?
Pasti karena kamu sudah mencapai tingkat tertinggi dalam hidup: kesempurnaan dalam mengabaikan realita.

Dan kamu itu selalu punya cara membuat orang merasa lebih rendah dari kamu.
Bahkan waktu kamu senyum, rasanya kayak... kita baru aja gagal hidup.

Tentu, kamu hidup tanpa masalah.
Soalnya setiap masalah selalu bisa kamu lempar ke orang lain.
Karena buat kamu, menyalahkan adalah gaya hidup.
Slogan hidupmu: “Aku salah? Nggak mungkin.”

Dan kamu pasti sangat bahagia, ya.
Soalnya kamu jago banget nemuin kesalahan orang lain tanpa pernah berkaca.
Kalau ada Olimpiade Menyalahkan, kamu pulang bawa emas, perak, perunggu, sama piala partisipasi.

Penutup yang Manis (Tapi Tetap Satir)

Tapi jujur, hidup ini memang butuh orang kayak kamu.
Supaya kita semua belajar:
Bukan siapa yang paling benar yang kita butuhkan, tapi siapa yang paling bisa diam saat waktunya diam.



  1. "Saya rasa kamu harus menulis buku, judulnya 'Cara Mengkritik Tanpa Memberi Solusi'."
  2. "Wow, kamu selalu tahu cara membuat segala sesuatu menjadi lebih rumit."
  3. "Tentu, kamu pasti tahu banyak hal—kecuali tentang bagaimana cara mendengarkan."
  4. "Kamu tuh keren banget, selalu tahu cara membuat segalanya terasa lebih dramatis."
  5. "Wow, kamu bisa tidur 12 jam sehari? Pasti itu cara jenius untuk menghindari masalah."
  6. "Kamu pasti paham banget bagaimana cara membuat orang merasa nggak berguna dengan satu kalimat."
  7. "Oh, kamu nggak ngeluh hari ini? Kamu pasti sudah mencapai tingkat kesempurnaan hidup."
  8. "Kamu selalu tahu cara membuat semua orang merasa lebih rendah dari dirimu."
  9. "Tentu, hidupmu tanpa masalah, karena kamu selalu tahu siapa yang harus disalahkan."
  10. "Kamu pasti sangat bahagia, selalu bisa menemukan kesalahan orang lain tanpa melihat dirimu sendiri."

Comments

Popular posts from this blog

"Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?

  "Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?" Setting: Kamar seorang pemuda berantakan. Doni , mahasiswa malas, sedang mencari kunci motornya yang hilang. Ibunya, Bu Sri , berdiri di pintu dengan ekspresi tenang. Adegan 1: Barang Hilang, Panik Melanda ( Doni mengobrak-abrik seluruh kamar, celingak-celinguk ke bawah kasur, lemari, bahkan di dalam kulkas. ) Doni: (panik) "Astaga, kunci motor gue ke mana sih?! Udah gue cari di mana-mana!" Bu Sri: (sambil melipat tangan) "Udah dicari beneran belum? Jangan-jangan matanya aja yang nggak dipake." Doni: (kesal) "Iya, udah! Masa gue harus punya mata elang buat nemuin ini kunci?!" Bu Sri: (santai) "Sini, Ibu cariin." Adegan 2: Fenomena Orang Tua Detektor ( Bu Sri masuk ke kamar, membuka laci meja dengan tenang, lalu… mengambil kunci motor yang ada di sana. ) Bu Sri: (senyum kalem, sambil menunjukkan kunci) "Nih, ada di sini." ( Doni ...

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...