Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2025

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...

Ojek Online dan Drama Penumpang

  Ojek Online dan Drama Penumpang" Setting: Seorang driver ojek online, Bang Jaja , sedang mangkal di pinggir jalan sambil main HP. Tiba-tiba, aplikasi berbunyi, menandakan ada order masuk. Adegan 1: Order Misterius ( Bang Jaja melihat notifikasi dan tersenyum. ) Bang Jaja: (berbicara sendiri) "Wah, ada order nih! Semoga kali ini penumpangnya normal." ( Ia melihat alamat penjemputan dan membaca nama penumpangnya. ) Bang Jaja: "Penumpang: Mbak Siska. Lokasi: Gang sempit belakang warung pecel lele." (mengerutkan dahi) "Lah? Kok lokasi horor begini?" ( Dengan penuh penasaran, Bang Jaja bergegas menuju titik jemput. ) Adegan 2: Pertemuan Pertama ( Bang Jaja tiba di gang sempit dan melihat seorang wanita, Mbak Siska , berdiri sambil pakai jaket dan masker, wajahnya tertutup rapat. ) Bang Jaja: (mencoba ramah) "Permisi, Mbak Siska ya?" Mbak Siska: (suara berat, seperti suara pria) "Iya, Bang. Saya Siska." ( Bang Jaja langsung kag...

Dilema Tukang Parkir

  Dilema Tukang Parkir" Setting: Sebuah parkiran minimarket. Bang Jono , seorang tukang parkir berpengalaman, sedang berjaga sambil memainkan peluitnya. Ia terbiasa mengandalkan suara mesin kendaraan untuk mengatur lalu lintas parkir. Adegan 1: Awal Masalah ( Bang Jono berdiri di parkiran sambil bersiul, memperhatikan kendaraan keluar masuk. Tiba-tiba, ia melihat mobil di depannya bergerak sendiri. ) Bang Jono: (celingak-celinguk) "Lho? Ini mobil jalan sendiri? Setan kali ya?" ( Ia melompat mundur dan melihat sekeliling, memastikan tidak ada yang mendorong mobil itu. ) Bang Jono: "Waduh, ini kerasukan apa gimana?!" ( Mobil listrik semakin mendekat dengan tenang, tanpa suara sedikit pun. Saat sudah dekat, jendela terbuka dan terlihat seorang pengemudi, Pak Dedi . ) Pak Dedi: "Bang, kok diem aja? Saya mau parkir nih!" Bang Jono: (masih panik) "Astaga, Pak! Saya kira mobil ini kesurupan ! Kok nggak ada suaranya sama sekali?!" Pak Dedi: (...

Nenek vs Teknologi

  Nenek vs Teknologi Setting: Ruang tamu rumah nenek. Seorang cucu, Dani , sedang mengajari Nenek Sri cara menggunakan WhatsApp di smartphone barunya. Adegan 1: Nenek Mulai Belajar ( Dani duduk di samping Nenek Sri, yang memegang smartphone dengan sangat hati-hati, seolah-olah itu benda pusaka. ) Dani: "Nek, ini WA ya, WhatsApp. Jadi Nek bisa kirim pesan ke keluarga atau teman." Nenek Sri: (mengerutkan dahi) "Oh gitu? Berarti bisa buat nelepon juga?" Dani: "Bisa, Nek. Tapi ini WA buat kirim pesan juga. Bisa bikin grup keluarga biar ngobrolnya enak." Nenek Sri: "Wah, bisa bikin grup arisan juga?" Dani: "Bisa banget, Nek!" Nenek Sri: (senyum puas) "Wah, canggih betul ya! Dulu zaman Nenek, kalau mau ngobrol ya harus jalan kaki ke rumah orang." Dani: "Sekarang tinggal ketik, Nek!" Adegan 2: Nenek Mencoba Bikin Grup WA ( Dani menunjukkan cara membuat grup WA. Nenek Sri mulai mengetik dengan kacamata turun di uj...

Drama di Warung Kopi

  Drama di Warung Kopi Setting: Sebuah kafe mahal di kota. Seorang pria sederhana, Bang Ucok , masuk ke kafe dengan penuh percaya diri. Ia mengenakan kaus oblong dan sandal jepit, terlihat sedikit kebingungan dengan suasana kafe yang modern dan estetik. Adegan 1: Bang Ucok vs Menu Kopi ( Bang Ucok melihat daftar menu digital di layar kafe dan mulai mengernyitkan dahi. Seorang barista, Dinda , menyapanya dengan ramah. ) Dinda: "Selamat datang, Kak! Mau pesan apa?" Bang Ucok: (mencoba tetap tenang, tapi bingung dengan menu) "Ehhh... ini kopi ada yang biasa aja nggak?" Dinda: "Oh, tentu Kak! Mau Americano, Espresso, Cappuccino, Macchiato, atau Affogato ?" Bang Ucok: (mikir keras) "Mmm... Itu yang Affogato, namanya kayak aliran silat ya?" Dinda: (tertawa kecil) "Itu espresso yang disajikan dengan es krim vanila, Kak." Bang Ucok: "Ohh... kalau yang Macchiato?" Dinda: "Itu espresso dengan sedikit busa susu." Ban...

Konspirasi Konyol: Apakah Kucing Diam-diam Ingin Menguasai Dunia?

  Konspirasi Konyol: Apakah Kucing Diam-diam Ingin Menguasai Dunia? Bukti-buktinya Terlalu Jelas! 1. Mereka Bisa Tidur di Mana Saja dan Tetap Terlihat Berkelas Pernah lihat manusia tidur di sembarang tempat dan tetap terlihat elegan? Tidak ada. Kalau manusia tidur di kursi, hasilnya mirip pesawat jatuh. Tapi kucing? Mereka bisa tidur di wastafel, di atas TV, bahkan di atas kepala kita—dan tetap terlihat seperti bangsawan abad ke-18. 2. Mereka Punya Bahasa Rahasia Pernah perhatikan bagaimana kucing saling tatap-tatapan lama, lalu tiba-tiba salah satu pergi begitu saja? Itu jelas komunikasi tingkat tinggi. Bisa jadi mereka sedang menyusun strategi kudeta global. 3. Mereka Mengontrol Manusia dengan Tatapan Hipnotis Tatapan kucing bisa membuat manusia melakukan hal-hal yang tidak masuk akal. Kamu bisa datang dengan niat kerja, tapi begitu melihat kucingmu meringkuk manis, tiba-tiba kamu sudah tiga jam rebahan sambil membelainya. 4. Mereka Mempunyai Pasukan di Seluruh Dunia Kucing liar ...

Komedi Nostalgia: Anak 90an Pasti Paham

(Suasana: Sebuah tongkrongan santai di warung kopi, tiga sahabat—Andi, Budi, dan Cipto—sedang ngobrol nostalgia masa kecil mereka.) Andi: Bro, lu sadar nggak sih? Anak-anak zaman sekarang tuh nggak bakal ngerti perjuangan kita dulu. Budi: Maksud lu? Perjuangan ngelawan emak pas disuruh tidur siang? Cipto: Atau perjuangan ngecilin volume TV pelan-pelan pas nonton film kartun pagi biar nggak ketahuan bapak? Andi: Itu juga! Tapi yang lebih gila lagi, dulu kita tuh harus punya keterampilan tingkat tinggi buat muterin kaset pita yang kusut! Budi: Wah, iya! Itu teknik yang cuma anak 90an yang paham. Lu harus pakai pensil buat gulung ulang pita kasetnya. Kalo salah dikit, bisa nyangkut dan suaranya jadi kaya robot kesurupan. Cipto: Gue pernah tuh, pas mau dengerin lagu Sheila on 7, eh tiba-tiba pita kasetnya ketarik. Langsung panik, bro! Gue gulung pakai pensil sambil baca doa. Andi: Hahaha, asli! Tapi ngomong-ngomong soal tragedi, lu masih inget layar TV semut nggak? Itu horor banget!...

Percakapan Kocak

  Percakapan Kocak Aku: "Mah, masak apa hari ini?" Ibu: "Makanan." Aku: "Makanannya apa?" Ibu: "Yang bisa dimakan." Aku: "Mah, aku laper." Ibu: "Ya makan." Aku: "Makan apa?" Ibu: "Yang ada." Aku: "Apa yang ada?" Ibu: "Yang bisa dimakan."

Ketika Ngantuk vs. Tugas

(Adegan: Seorang mahasiswa duduk di depan laptop dengan mata merah dan kantung mata tebal. Di satu sisi meja ada setumpuk tugas, di sisi lain ada bantal empuk yang tampak menggoda.) Mahasiswa: (mengusap wajah) Oke, fokus! Tugas ini harus selesai malam ini. (menatap layar laptop) Ayo otak, bekerja sama! Ngantuk: (muncul dalam wujud bayangan samar) Hei… tidurlah sebentar… hanya lima menit saja… Mahasiswa: (menggeleng cepat) Tidak! Aku harus menyelesaikan tugas ini! Aku pejuang akademik! Tugas: (muncul dengan setumpuk kertas) Betul! Aku ada deadline, kalau nggak selesai, nilai kamu melayang! Ngantuk: Tapi kamu lelah… kalau kamu tidur sebentar, otakmu bisa bekerja lebih baik nanti… Mahasiswa: (mendekat ke bantal, lalu terlonjak sadar) Tidak, tidak! Aku harus kuat! Tugas: (mengetuk-ngetuk kepala mahasiswa) Jangan dengarkan dia! Kalau tugas ini selesai, kamu bisa tidur nyenyak tanpa beban! Ngantuk: (berbisik) Tapi kalau kamu tidur sekarang, kamu bisa mimpi indah… Mahasiswa: (menatap...

Parodi Motivasi

(Adegan: Seorang motivator berdiri di panggung, dengan ekspresi penuh semangat. Di hadapannya, audiens duduk dengan penuh harapan.) Motivator: Teman-teman, hari ini kita akan membahas prinsip hidup yang sangat penting! "Jangan menunda pekerjaan… kecuali kalau itu pekerjaan yang bisa ditunda dengan aman!" (Audiens terdiam, beberapa mulai mengerutkan dahi.) Motivator: Serius! Kenapa harus buru-buru kalau besok masih ada waktu? Kalau hari ini bisa santai, kenapa harus stres? Hidup itu soal keseimbangan! (Seorang peserta mengangkat tangan.) Peserta 1: Tapi, bukankah kalau kita menunda pekerjaan, nanti jadi menumpuk? Motivator: Benar! Makanya, tunda dengan strategi! Jangan semuanya ditunda, cukup yang nggak mendesak. Yang penting, kalau nanti mepet, kita punya alasan kuat: "Saya bekerja lebih baik di bawah tekanan!" (Audiens mulai tertawa.) Peserta 2: Tapi kalau kebiasaan menunda terus, nanti jadi kebiasaan buruk dong? Motivator: Nah, itulah sebabnya kita harus tah...

Ketika Dompet Berbicara

  (Adegan: Seorang pria duduk di sofa, membuka dompetnya dengan penuh harapan, lalu menghela napas panjang.) Pria: (mengintip dompet) Hmm... ayo, tunjukkan keajaibanmu! Dompet: (dengan suara berat) Bro, sabar ya... tanggal gajian masih lama... Pria: (terkejut) Hah?! Dompetku bisa ngomong?! Dompet: Ya, demi menyelamatkanmu dari patah hati setiap kali membukaku kosong. Pria: Tapi... aku lapar! Bisa nggak sih, kamu tiba-tiba munculin uang? Dompet: (tertawa) Haha, gue dompet, bukan kantong Doraemon, bro! Pria: (memeriksa saku) Mungkin ada uang nyelip di celana... Dompet: Percuma, gue udah ngecek tadi. Nihil. Pria: Ya Tuhan, ini cobaan. Mungkin di rekening masih ada... Dompet: (menghela napas) Kalau saldo di rekeningmu bisa menangis, dia pasti sudah banjir air mata sekarang. Pria: Aduh... terus aku harus makan apa? Dompet: Ya, mulai dari sekarang belajarlah berhemat, bro. Ingat, tanggal gajian masih jauh, tapi mie instan selalu dekat di hati. Pria: (menatap dompet dengan ha...

Level Dewasa Sejati

(Suatu hari di sebuah pusat perbelanjaan…) Rina: ( heboh ) “Ya ampun! Lihat deh! Ada diskon gede di toko sebelah, ayo kita ke sana!” Dina: ( ikut heboh ) “Diskon?! Baju, tas, atau sepatu?” Rina: ( menatap Dina dengan tatapan penuh semangat ) “Nggak… itu, tuh! Air fryer 50% off!” Dina: ( terdiam sebentar, lalu tertawa ) “Kamu becanda, kan?” Rina: ( serius ) “Nggak, Din. Kamu bayangin deh… bisa goreng kentang tanpa minyak, bisa bikin ayam crispy tanpa repot, terus hemat listrik juga! Ini impian aku selama ini.” Dina: ( geleng-geleng kepala ) “Dulu kita lari-lari ke toko baju kalau ada diskon, sekarang lari-lari ke toko alat dapur? Kapan kita berubah, Rin?” Rina: ( merenung sebentar ) “Kayaknya sejak mulai mikirin cicilan rumah dan tagihan listrik…” (Keduanya terdiam, memandangi air fryer di etalase. Hening sejenak.) Dina: ( berbisik ) “Tapi emang cakep sih… Bisa buat bikin ayam crispy juga, kan?” Rina: ( mengangguk semangat ) “Iyap! Ayo kita beli kembarannya! Aku ambil ...

Ironi dalam Percintaan: 10 Bentuk Cinta Lucu yang Bikin Kita Ngakak (dan Ngaca!)

Ironi dalam Percintaan: 10 Bentuk Cinta Lucu yang Bikin Kita Ngakak (dan Ngaca!) Percintaan itu indah. Katanya. Percintaan itu bikin hidup lebih berwarna. Katanya lagi. Tapi kenyataannya? Percintaan itu sering penuh drama, salah paham, dan—yang paling lucu— penuh ironi. Ironi itu ketika kita bilang satu hal, tapi ngelakuin hal lain. Ketika logika bilang “nggak masuk akal,” tapi hati bilang “yaudah lah.” Hari ini kita akan bahas 10 contoh humor ironi dalam percintaan , yang sering muncul di kehidupan sehari-hari. Kalau pas baca kalian bilang “Wah gue banget,” jangan marah. Ketawa aja bareng-bareng.   1. "Aku butuh pasangan yang dewasa, makanya aku tetap pacaran sama yang childish." Cita-cita: pengin punya pasangan yang dewasa, bijak, bisa diajak diskusi masa depan. Realita: Marah kalau nggak dibales dalam 2 menit. Pengen dimanja kayak bayi. Nggak mau kalah debat. Paling jago bilang “yaudah” tapi ngambek seharian. Ironinya: kita tahu dia childish,...