Percakapan Kocak
Aku: "Mah, masak apa hari ini?"
Ibu: "Makanan."
Aku: "Makanannya apa?"
Ibu: "Yang bisa dimakan."
Aku: "Mah, aku laper."
Ibu: "Ya makan."
Aku: "Makan apa?"
Ibu: "Yang ada."
Aku: "Apa yang ada?"
Ibu: "Yang bisa dimakan."
CERCU (Cerita Lucu) adalah blog yang menyajikan kumpulan cerita-cerita lucu, segar, dan menghibur yang siap membuat harimu lebih ceria.
Ibu: "Makanan."
Aku: "Makanannya apa?"
Ibu: "Yang bisa dimakan."
Aku: "Mah, aku laper."
Ibu: "Ya makan."
Aku: "Makan apa?"
Ibu: "Yang ada."
Aku: "Apa yang ada?"
Ibu: "Yang bisa dimakan."
(Adegan: Seorang mahasiswa duduk di depan laptop dengan mata merah dan kantung mata tebal. Di satu sisi meja ada setumpuk tugas, di sisi lain ada bantal empuk yang tampak menggoda.)
Mahasiswa: (mengusap wajah) Oke, fokus! Tugas ini harus selesai malam ini. (menatap layar laptop) Ayo otak, bekerja sama!
Ngantuk: (muncul dalam wujud bayangan samar) Hei… tidurlah sebentar… hanya lima menit saja…
Mahasiswa: (menggeleng cepat) Tidak! Aku harus menyelesaikan tugas ini! Aku pejuang akademik!
Tugas: (muncul dengan setumpuk kertas) Betul! Aku ada deadline, kalau nggak selesai, nilai kamu melayang!
Ngantuk: Tapi kamu lelah… kalau kamu tidur sebentar, otakmu bisa bekerja lebih baik nanti…
Mahasiswa: (mendekat ke bantal, lalu terlonjak sadar) Tidak, tidak! Aku harus kuat!
Tugas: (mengetuk-ngetuk kepala mahasiswa) Jangan dengarkan dia! Kalau tugas ini selesai, kamu bisa tidur nyenyak tanpa beban!
Ngantuk: (berbisik) Tapi kalau kamu tidur sekarang, kamu bisa mimpi indah…
Mahasiswa: (menatap laptop, lalu menatap bantal, lalu laptop lagi) Aku… aku… aku—
(Layar laptop menampilkan kalimat terakhir: “Zzzzz…” Mahasiswa sudah tertidur di meja dengan tangan masih di keyboard.)
Tugas & Ngantuk: (saling berpandangan) Yaah…
(Tirai menutup, dengan suara dengkuran mahasiswa terdengar.)
(Adegan: Seorang motivator berdiri di panggung, dengan ekspresi penuh semangat. Di hadapannya, audiens duduk dengan penuh harapan.)
Motivator: Teman-teman, hari ini kita akan membahas prinsip hidup yang sangat penting! "Jangan menunda pekerjaan… kecuali kalau itu pekerjaan yang bisa ditunda dengan aman!"
(Audiens terdiam, beberapa mulai mengerutkan dahi.)
Motivator: Serius! Kenapa harus buru-buru kalau besok masih ada waktu? Kalau hari ini bisa santai, kenapa harus stres? Hidup itu soal keseimbangan!
(Seorang peserta mengangkat tangan.)
Peserta 1: Tapi, bukankah kalau kita menunda pekerjaan, nanti jadi menumpuk?
Motivator: Benar! Makanya, tunda dengan strategi! Jangan semuanya ditunda, cukup yang nggak mendesak. Yang penting, kalau nanti mepet, kita punya alasan kuat: "Saya bekerja lebih baik di bawah tekanan!"
(Audiens mulai tertawa.)
Peserta 2: Tapi kalau kebiasaan menunda terus, nanti jadi kebiasaan buruk dong?
Motivator: Nah, itulah sebabnya kita harus tahu mana yang bisa ditunda dan mana yang harus dikerjakan sekarang. Misalnya, makan itu jangan ditunda, tapi diet? Bisa mulai besok!
(Audiens tertawa lebih keras.)
Motivator: Intinya, hidup itu bukan soal bekerja keras terus-menerus. Hidup itu juga butuh menikmati momen. Jadi, kalau pekerjaan bisa ditunda dengan aman, tunda saja! Tapi ingat, jangan menunda untuk bahagia!
(Audiens bertepuk tangan dan tertawa, sementara motivator tersenyum bangga.)