Rahasia Sukses Dipecat dalam Waktu 4 Jam (Kisah Nyata Hari Pertama Kerja
Bambang)
Halo para penikmat tawa di CERCU (Cerita Lucu)!
Pernahkah kalian merasa sangat bersemangat di hari pertama kerja? Pakaian
disetrika rapi sampai bisa dipakai buat memotong kertas, rambut klimis pakai pomade
sebaskom, dan senyum manis yang sudah dilatih di depan cermin selama tiga hari
tiga malam.
Itulah yang dirasakan Bambang. Dia baru saja diterima sebagai Customer
Relation Officer di sebuah perusahaan distribusi dekorasi rumah mewah, PT
Kilau Sejahtera. Bambang berkomitmen untuk menjadi karyawan teladan. Sayangnya,
semesta punya rencana komedi lain untuknya.
Mari kita intip bagaimana hari pertama kerja Bambang yang berantakan ini
berubah menjadi bencana yang mengocok perut!
Babak 1: Salah Target, Salah Strategi
Pukul 07.45 WIB, Bambang sudah duduk manis di kubikelnya. Mengenakan setelan
jas hitam yang agak kekecilan (karena pinjam punya sepupunya), Bambang terlihat
seperti agen rahasia yang gagal diet.
Masuklah Pak Joni, seorang pria paruh baya berkepala botak plontos di bagian
atas, mengenakan kemeja batik yang kancing perutnya hampir menyerah menahan
beban hidup. Bambang langsung teringat pesan ibunya: "Di hari pertama,
kamu harus terlihat akrab dan perhatian dengan bosmu."
Bambang langsung berdiri dan menghampiri Pak Joni dengan percaya diri
tingkat dewa.
Bambang: "Selamat pagi, Pak! Wah, senang sekali bisa langsung
bertemu Bapak di koridor. Saya Bambang, karyawan baru."
Pak Joni: (Menatap Bambang bingung) "Oh, iya. Selamat pagi,
Bambang. Semoga betah ya."
Bambang: (Tersenyum sok akrab sambil menunjuk kepala Pak Joni)
"Siap, Pak! Tapi mohon maaf sebelumnya, Pak. Sebagai bawahan yang peduli,
saya cuma mau kasih tahu... silau lampu kantor kita ini agak ekstrem ya, Pak?
Memantul sempurna di kepala Bapak sampai mata saya agak perih. Besok-besok
pakai topi snapback aja Pak biar agak kasual, atau minimal dikasih bedak
tabur biar nggak glowing banget."
Pak Joni tertegun. Mulutnya menganga. Dua karyawan yang lewat di sebelah
mereka mendadak batuk-batuk buatan untuk menahan tawa.
Pak Joni: (Dengan suara dingin) "Terima kasih sarannya, Bambang.
Tapi saya ini Pak Joni, Kepala Divisi Keamanan dan Kebersihan. Dan
kepala saya ini botak turunan, bukan karena lampu kantor."
Bambang: (Keringat dingin mulai mengucur) "Ah... eh... maksud
saya, itu tanda-tanda pria mapan dan pintar, Pak! Seperti Profesor X di film
X-Men!"
Pak Joni: "Sudah, kamu masuk ke ruangan HRD sana. Sebelum saya
suruh kamu bersihkan toilet pakai sikat gigi."
Babak 2: Tragedi Kopi dan Dokumen "Penting"
Setelah insiden kepala botak, Bambang dibawa ke ruangan Bu Citra, Manajer
HRD yang terkenal tegas, galak, dan tidak suka basa-basi.
Bu Citra: "Bambang, ini hari pertama kamu. Tugas pertama kamu
simpel. Tolong fotokopi dokumen kontrak kerja ini sebanyak lima rangkap, lalu
antarkan ke ruangan Direktur Utama di lantai 3. Ingat, Direktur kita, Pak
Gunawan, orangnya sangat perfeksionis."
Bambang: "Siap, Bu! Laksanakan! Kecepatan dan ketepatan adalah
nama tengah saya!"
Bambang berjalan menuju mesin fotokopi dengan gaya meyakinkan. Di tangan
kirinya ada dokumen penting, di tangan kanannya ada segelas kopi susu hangat
yang baru dia beli di kantin bawah. Di sinilah bencana kedua dimulai.
Saat sedang asyik memencet tombol mesin fotokopi, seekor cicak jatuh tepat
di atas pundak Bambang.
Bambang: "Aaaaa! Naga terbang!!"
Bambang kaget setengah mati. Refleks tubuhnya bergoyang bak penari latar
video klip dangdut. Sayangnya, kopi di tangan kanannya terbang dengan anggun,
menyiram seluruh dokumen kontrak kerja penting tersebut hingga basah kuyup dan
berubah warna menjadi cokelat aroma pandan.
Panik? Tentu saja. Tapi Bambang punya otak yang kreatif (baca: sesat). Dia
melihat ada mesin pengering tangan (hand dryer) di dekat toilet koridor.
Dia pun berlari ke sana dan memasukkan dokumen basah itu ke bawah mesin
pengering.
Bukannya kering, kertas-kertas yang sudah rapuh karena basah itu justru
robek dan terbang berhamburan ke lantai koridor yang baru saja dipel oleh anak
buah Pak Joni.
Babak 3: Puncak Komedi di Ruangan Direktur
Dengan sisa-sisa keberanian dan dokumen yang sekarang bentuknya mirip
kerupuk melempem bermotif tulisan legal, Bambang mengetuk pintu ruangan
Direktur Utama.
Tok.. tok.. tok..
Pak Gunawan: "Masuk."
Bambang: (Masuk dengan senyum kaku, menyembunyikan kertas di balik
punggungnya) "Selamat siang, Pak Gunawan yang terhormat. Saya Bambang,
staf baru yang siap mengabdi."
Pak Gunawan: "Oh, kamu yang dibawa Citra tadi? Mana dokumen
kontrak yang saya minta?"
Bambang: "Ini, Pak... Tapi, ada sedikit improvisasi estetika
dari saya agar dokumennya terlihat bergaya vintage dan estetik seperti
surat zaman kerajaan Majapahit."
Bambang menyerahkan lembaran kertas yang lecek, kecokelatan, robek di ujungnya,
dan wangi kopi susu. Pak Gunawan mengambilnya dengan dua jari, menatap kertas
itu seperti melihat mahluk asing.
Pak Gunawan: "Bambang... kamu tahu apa ini?"
Bambang: "Dokumen kerja sama, Pak?"
Pak Gunawan: "Bukan. Ini sampah wangi kopi. Dan coba kamu lihat
ke bawah, celana kamu itu kenapa?"
Bambang menatap ke bawah. Karena panik di toilet tadi, dia tidak sadar kalau
ujung celana kain panjangnya tersangkut di dalam resleting celananya sendiri
saat dia mencoba merapikan baju, membuat celananya naik sebelah seperti model
celana begal tahun 90-an. Ditambah lagi, ada selembar tisu toilet yang menempel
di sepatunya.
Bambang: "Oh... ini... tren fesyen terbaru dari Paris, Pak.
Konsepnya asimetris-minimalis."
Pak Gunawan: (Menghela napas panjang, lalu memijat pelipisnya)
"Bambang, saya hargai kreativitasmu. Tapi saya rasa, perusahaan kita
terlalu membosankan untuk orang sejenius kamu. Jadi, sebelum jam makan siang
tiba... silakan bereskan tokomu, dan cari perusahaan lain yang siap menerima
konsep vintage dan asimetris ini."
Bambang pulang jam 12 siang. Hari pertama kerja yang seharusnya berlangsung
8 jam, selesai dalam waktu 4 jam saja. Rekor tercepat dalam sejarah dinasti
keluarga Bambang.
Bagaimana teman-teman pembaca CERCU? Apakah hari pertama kerja kalian
juga pernah sewarna-warni kisah Bambang, atau kalian tipe karyawan normal yang
tidak pernah menyamakan kepala bos dengan lampu neon?
Tuliskan dong di kolom komentar: Apa kejadian paling memalukan atau
paling berantakan yang pernah kalian alami di hari pertama kerja atau sekolah?
Yuk, saling berbagi tawa!
No comments:
Post a Comment