Mati Lampu? Masih Aman. Mati WiFi? Siap-siap Jenazah
Peringatan: Artikel ini
tidak disarankan dibaca saat sedang puasa WiFi. Bisa menyebabkan tawa sekaligus
trauma mendalam.
Pembukaan ala CERCU:
Sobat CERCU yang berbahagia, pernah
nggak sih kalian ngerasa bahwa hidup itu sebenarnya sederhana? Makan nasi pake
tempe udah bersyukur. Tapi coba kalau WiFi mati? Dunia rasanya kiamat.
Anak-anak pada nangis, ibu pada teriak, bapak pada gelisah kayak mau ngelamar
orang.
Nah, kali ini kita akan menyaksikan
sebuah tragedi komedi berjudul "WHEN WIFI IS DOWN" yang
terjadi di sebuah keluarga sederhana. Nama keluarganya? Keluarga
"Sinyal Putus".
Pemeran:
- Bapak
(50 tahun): Pegawai
kantoran yang pengen banget pensiun. Hobinya scroll berita hoaks dan
nonton video tutorial bikin rak kayu padahal nggak punya gergaji.
- Ibu
(48 tahun): Ibu
rumah tangga yang kecanduan drama Korea, TikTok masak-masakan, dan Live
Shopee. Darahnya berhenti mengalir kalau loading.
- Coki
(17 tahun): Anak
remaja gen-z. Streamer cilik yang cita-citanya jadi YouTuber terkenal.
Modal HP dan WiFi. Kalau WiFi mati, mati pula mimpinya.
- Mbak
Yuni (25 tahun): Anak
kos yang numpang tinggal sementara. WFH (Work From Home) sebagai admin
media sosial. Baginya, WiFi bukan fasilitas, tapi nyawa kedua.
Babak 1: Suasana Harmonis yang Palsu
Pagi hari. Semua orang asyik dengan
gadget masing-masing. Rumah terasa damai. Terlalu damai.
Bapak: (duduk di kursi
goyang, scrolling HP sambil ngopi) "Wah, bagus nih artikel. 'Makan Telur
Setengah Matang Bikin Otak Encer.' Nanti ibu masakin ya."
Ibu: (di dapur, HP disenderin di botol
saus sambil masak) "Ssstt! Jangan ganggu! Ini adegan terakhir episode 168.
Si Kim Tae-hee mau ngaku kalau dia sebenernya... duh lebay banget sih ini
cowok."
Coki: (di kamar, ribut sendiri)
"HALO BOSSKU! BALIK LAGI BERSAMA GUE COKI DI CHANNEL GAMING COKI PRO! HARI
INI GUE MAU REAKSI VIDEO ORANG MAKAN PEDAS SAMPE NANGIS! SUBSCRIBE DULU
YA!"
Mbak Yuni: (di ruang tamu,
laptop menyala, wajah tegang) "Ya Allah... client minta revisi 5 menit
lagi. Cepat dong uploadnya... CEPAT!"
Semua bahagia. WiFi berkedip hijau
dengan indahnya.
Babak 2: Malapetaka Datang
Tiba-tiba... modem di ruang keluarga
berkedip merah. Semua layar HP berubah jadi tulisan "Tidak Terhubung ke
Internet".
Sunyi. Terlalu sunyi.
Coki: (teriak dari kamar)
"OOOOIIII!! WIFINYA KENAPA?!"
Ibu: (mati gaya di tengah masak)
"KIM TAE-HEE LAGI NANGIS, INI WIFINYA MALAH NANGIS JUGA?!"
Bapak: (masih tenang.
terlalu tenang) "Tenang... tenang... coba matikan modem 5 detik. Nyalain
lagi. Biasanya itu trik jitu."
Mbak Yuni: (sudah pucat
pasi) "Pak... saya nunggu upload 40 file. Masing-masing 50 MB. Client udah
WA bentak-bentak. Kalau telat, saya dipecat."
Bapak: (dengan percaya
diri berlebihan) "Sini Bapak yang urus. Bapak dulu teknisi ISP ternama.
Dulu Bapak pernah..."
Ibu: (memotong) "Pak, Bapak dulu
kerja jadi satpam ISP."
Bapak: "SATPAM
ITU JUGA TEKNISI, BU! Saya jagain server-server itu!"
Bapak pun beranjak ke modem. Semua orang ngikutin kayak pasukan
pengawal
presiden.
Bapak: (mencabut semua
kabel dengan gaya kayak atasan) "Nih, Bapak reset."
Coki: "Pak... itu bukan kabel
modem. Itu kabel charger HP Bapak."
Bapak: "Oh... iya...
haha... salah." (mencabut kabel modem, lalu mencolok lagi)
"Selesai!"
Modem masih merah.
Mbak Yuni: (mulai
histeris) "PAK! SERAHIN AJA! SAYA PANGGIL TEKNISI!"
Bapak: (tersinggung)
"Teknisi apa? Bapak bisa! Ini mah cuma masalah DNS. Coba Bapak ganti...
DNS nya... ke... 8.8.8.8."
Ibu: "Pak, ini modem. Bukan hape.
Nggak ada kolom DNS-nya."
Bapak: (berkeringat
dingin) "Oh... beda ya?"
Babak 3: Kondisi Darurat WiFi
Setelah 10 menit modem masih merah,
keadaan berubah menjadi seperti film apocalypse.
Coki (duduk lesu di pojokan):
"Subscriber gue turun 10 karena gue nggak live. Gue udah janji mau nangis
makan cabe rawit. Sekarang gue cuma bisa nangis beneran."
Ibu (melihat HP kosong): "Ibu
nggak bisa masak kalau nggak lihat tutorial. Mau masak telur dadar aja harus
liat TikTok. Terus caranya gimana? Pake feeling?"
Mbak Yuni (ngomong
sendiri di laptop, matanya mulai berkaca-kaca): "Client... client nge-gas
saya. Katanya 'Yuni lo nggak profesional.' Ya iyalah, WiFi mati! Gue bukan
superhero!"
Bapak (masih berusaha tenang, tapi jari
tangannya gemeteran): "Coba... coba Bapak pake kuota HP dulu. Bapak jadiin
hotspot."
Semua mata berbinar.
Bapak: (buka
pengaturan, lalu wajahnya berubah muram) "Kuota Bapak... tersisa 500
MB."
Semua langsung pingsan gaya sinetron.
Tapi Bapak tetap tegar. Dia menyalakan hotspot HP-nya dengan 500
MB. Lalu semua
device colok ke situ.
Kondisi jadi chaos total.
Ibu: (nge-scroll TikTok, video nggak
bisa play) "PAK! KOK BUFFERRRR TERUS?! INI KIM TAE-HEE JADI BUFFER TERUS
MUKANYA!"
Coki: "Bapak! Live streaming gue
putus-putus! Penonton pada bilang 'Coki patah-patah kayak hati mantan'!"
Mbak Yuni: "PAK!
UPLOAD FILE GUE TERSISA 2 JAM! PADAHAL CUMA 30 DETIK LAGI!"
Bapak: (semakin stres,
kuota tersisa 50 MB) "SUDAH! MATIKAN SEMUA! HANYA SATU DEVICE YANG BISA
PAKAI HOTSPOT!"
Terjadilah perang saudara.
Ibu: "HIDUP IBU GANTUNGANNYA SAMA
DRAMA KOREA!"
Coki: "KARIR GUE GANTUNGANNYA SAMA
LIVE!"
Mbak Yuni: "KERJAAN
GUE GANTUNGANNYA SAMA UPLOAD!"
Bapak: "DAN BAPAK
GANTUNGANNYA SAMA KETENANGAN! SEKARANG SEMUA DIEM!"
Babak 4: Keajaiban di Menit Terakhir
Tepat saat Bapak mau mencabut semua
kabel dan pindah rumah...
Dari luar terdengar suara motor.
Seorang teknisi ISP turun, naik ke tiang, cuma 2 detik. Lalu...
Modem berkedip hijau.
Semua orang langsung serempak.
Ibu: "KIM TAE-HEE AKU
DATANG!" (nge-scroll TikTok)
Coki: "HALO BOSSKU! GUE KEMBALI! MAAF TELAT, WIFINYA NYESEL!
ATAU EMANG NYESELIN?" (live streaming)
Mbak Yuni: "FILE TERUPLOAD! GAJI SELAMAT!" (nangis haru)
Bapak: (duduk di kursi goyang, ngopi lagi) "Nah... begitulah.
Bapak kan sudah bilang, tenang aja. Semua ada jalannya."
Ibu: "Bapak tadi juga
panik."
Bapak: "Bapak
nggak panik. Bapak cuma... melakukan evaluasi jaringan secara intensif."
Babak 5: Malam Harinya
Malam. Semua orang sudah kembali asyik
dengan gadget masing-masing. Tiba-tiba...
Ibu: "Pak, besok saya mau masak
rendang. Tolong carikan tutorial di YouTube."
Bapak: "Siap, Bu.
Bapak carikan yang durasinya 30 menit biar nggak boros kuota."
Coki: (dari kamar) "PAK! NONTON
LIVE GUE DONG! GUE MAKAN SAMBAL ULEG SAMPE MUNT-MUNTAN!"
Mbak Yuni: (sudah tenang)
"Makasih ya, Pak. Besok saya traktir makan."
Bapak: (tersenyum
puas) "Tuh kan. WiFi itu lebih penting dari makanan? Ya iyalah. Soalnya
kalau WiFi mati, kita nggak bisa order makanan online."
Semua pun terbahak-bahak sambil tetap
scroll HP masing-masing.
Penutup dari CERCU:
Sobat CERCU, kisah di atas mungkin
fiktif. Tapi percayalah, kejadian rebutan kuota, panik karena WiFi mati, dan
drama modem merah itu nyata banget terjadi di ribuan rumah setiap hari. Kita
memang generasi yang rela puasa WiFi lebih lama daripada puasa makanan. Kenapa?
Karena di era digital ini, koneksi internet bukan lagi kebutuhan
tersier. Tapi kebutuhan primer nomor satu. Setelah oksigen dan colokan listrik.
Pertanyaan dari CERCU buat kalian:
Coba jujur ya, Sobat CERCU. Kalau WiFi
di rumah mati selama satu jam penuh dan kamu cuma punya kuota 500 MB, mana yang
bakal kamu lakukan: nonton drama Korea kesayangan, live streaming demi
subscriber, atau upload kerjaan kantor? Atau... mungkin kamu punya cerita
paling kocak soal rebutan WiFi, modus matiin WiFi biar keluarga pada tidur,
atau trik ngarep sinyal dari tetangga? Share dong di kolom komentar!
Dan jangan lupa: kalau kamu baca
artikel ini pake kuota, segera cari WiFi gratis sebelum saldo pulsamu habis.
Kalau kamu baca ini pake WiFi kantor... yaudah, santai aja. Tapi jangan
ketahuan bos ya! 😂
Tetap tersenyum, Sobat CERCU. Dunia
memang gila. Tapi setidaknya, selama WiFi masih menyala, kita masih bisa
tertawa bareng. Sampai jumpa di cerita lucu berikutnya!