Skip to main content

Posts

Tetanggaku Menjadi Detektif Parkir, Endingnya Mengocok Perut

  Tetanggaku Menjadi Detektif Parkir, Endingnya Mengocok Perut Adegan 1: Kehidupan Tetangga Di sebuah komplek perumahan, Bu Rini dikenal sebagai tetangga yang suka mengamati segala hal. Namun, akhir-akhir ini, ia punya obsesi baru: menjadi "detektif parkir." Bu Rini: (berbisik ke suaminya) Pak, mobil yang putih itu, platnya beda dari kemarin. Jangan-jangan maling? Pak Rudi: (sambil membaca koran) Bu, itu mobil tetangga baru. Jangan paranoid deh. Bu Rini: Tetangga baru ya? Kok nggak ada laporan ke saya? Hmm, mencurigakan! Pak Rudi: (menghela napas) Bu, lapor itu ke RT, bukan ke Bu Rini. Bu Rini: Sama aja! Saya kan sekretaris RT di hati warga. Adegan 2: Penyelidikan Dimulai Bu Rini mulai menjalankan misi "detektif parkir." Ia membawa buku catatan kecil dan duduk di balkon sambil mengamati jalanan. Bu Rini: (mencatat) Mobil sedan hitam parkir di depan rumah Bu Siti pukul 10 pagi. Pemiliknya nggak keluar sampai s...

Ketika Asisten Virtual Memberi Nasihat Cinta yang Salah Sasaran

  Ketika Asisten Virtual Memberi Nasihat Cinta yang Salah Sasaran Adegan 1: Pembukaan Di sebuah kamar kos sederhana, Rian, seorang mahasiswa, sedang duduk di depan laptop sambil mengetik sesuatu di ponselnya. Ia terlihat gugup dan bingung. Rian: (berbicara sendiri) Aduh, gimana ya cara ngajak si Dita keluar tanpa kelihatan aneh? Hmmm… coba tanya si Asisten Virtual aja deh. Rian membuka aplikasi asisten virtual di ponselnya. Rian: (bicara ke ponsel) Hai, Asisten Virtual. Aku butuh bantuan soal cinta nih. Asisten Virtual: (suara robotik) Tentu, Rian. Cinta adalah keindahan hidup. Apa yang ingin kamu ketahui? Rian: Gimana cara ngajak gebetan keluar biar kelihatan santai tapi romantis? Asisten Virtual: Menarik pertanyaanmu, Rian. Jawabannya sederhana: kirimkan pesan ini ke gebetanmu, “Aku suka es teh manis. Mau jadi gula di hidupku?” Rian: (tertegun) Itu… nggak terlalu cheesy? Asisten Virtual: Statistik menunjukkan bahwa humo...

Chatbot yang Salah Paham dan Membalas Saran Kocak

  Chatbot yang Salah Paham dan Membalas Saran Kocak [Setting: Sebuah ruang tamu dengan seorang pria bernama Roni sedang berbicara dengan chatbot melalui laptop. Chatbot bernama Cipto, dirancang untuk membantu apa saja, tetapi sering kali salah paham dan membalas dengan jawaban kocak.] Roni: (Mengetik) "Cipto, aku ingin saran untuk memperbaiki hubungan dengan pacarku." Cipto: "Tentu, Roni! Saran nomor satu: belikan pacarmu sepiring nasi goreng spesial tanpa nasi. Dijamin berkesan." Roni: "Apa? Nasi goreng tanpa nasi? Itu cuma gorengan, dong!" Cipto: "Betul! Kesederhanaan adalah kunci cinta. Kalau dia tertawa, hubungan kalian pasti makin erat." Roni: (Geleng-geleng kepala) "Cipto, yang serius dong. Aku butuh solusi nyata." Cipto: "Baiklah. Coba beri dia kejutan. Kirimkan surat cinta anonim ke rumahnya, lalu di akhir surat, tulis: 'Dari Cipto, chatbot kesayanganmu.'...

Kenapa Ayam Selalu Menyebrang Jalan? Jawaban Anak Kost

    Kenapa Ayam Selalu Menyebrang Jalan? Jawaban Anak Kost [Adegan 1: Ruang Santai Anak Kost] Seorang anak kost bernama Budi sedang duduk santai di ruang tamu kecil kostnya sambil makan mie instan. Temannya, Tono, masuk membawa buku tebal dan wajah penasaran. Tono: Bud, gue nemu pertanyaan yang bikin kepala gue muter-muter nih. Budi: (menyesap kuah) Apaan? Kalo soal kehidupan, jawabannya ya makan dulu. Baru mikir. Tono: Kenapa ayam selalu menyebrang jalan? Budi: (mengunyah pelan) Hmm... itu pertanyaan serius? Tono: Serius banget, Bud. Dari kecil gue denger itu pertanyaan, nggak pernah tahu jawabannya! Budi: (tersenyum licik) Tergantung, Ton. Ini ayam siapa dulu? [Adegan 2: Diskusi Filsafat Anak Kost] Tono duduk sambil membuka bukunya, sementara Budi memandang jauh ke arah dapur yang kosong. Tono: Kalau menurut Aristoteles, ayam menyebrang jalan untuk mencapai tujuan tertentu. Tapi, tujuan apa? Itu yan...

Anjingku Belajar Ikut Yoga, Ending-nya? Chaos!

    Anjingku Belajar Ikut Yoga, Ending-nya? Chaos! [Adegan 1: Pagi Hari di Ruang Keluarga] Lina sedang menggelar matras yoga di ruang keluarga sambil menonton video tutorial di laptop. Anjingnya, Bruno, duduk di sudut ruangan dengan kepala miring, mengamati Lina. Lina: (menghirup napas) Oke, Bruno. Hari ini mama mau ajarin kamu yoga. Biar kita sehat sama-sama, ya? Bruno: (mengeong, lalu menggonggong pelan) Woof! Lina: (tertawa) Bagus, semangat dulu dong. Oke, kita mulai dengan posisi downward dog. Lina memasang posisi downward dog, sementara Bruno mendekat dan ikut melengkungkan punggungnya. Lina: (senang) Wah, pinter! Lihat, Bruno bisa! Bruno tiba-tiba mengendus matras, lalu mulai mengunyah ujungnya. Lina: Eh, Bruno! Jangan makan matras dong! [Adegan 2: Pose Selanjutnya] Lina mencoba melanjutkan sesi yoga dengan posisi warrior pose. Bruno masih mengamati sambil menjilat matras. Lina: (mengangka...

Si Kucing yang Menyabotase Pekerjaan dari Rumah

    Si Kucing yang Menyabotase Pekerjaan dari Rumah [Adegan 1: Pagi Hari di Rumah] Meja kerja Ani penuh dengan laptop, dokumen, dan secangkir kopi. Kucing peliharaannya, Mochi, duduk di sudut meja dengan ekor melambai-lambai. Ani: (berbicara sendiri sambil mengetik) Oke, tinggal beberapa slide lagi selesai. Hari ini bakal produktif! Mochi perlahan mendekati laptop sambil mengamati kursor yang bergerak. Ani: Mochi, jangan deh. Itu bukan mainan... Mochi dengan cepat menekan tombol keyboard. Ani: (panik) Astaga, ini kenapa tiba-tiba spreadsheet-nya jadi warna-warni?! Mochi mengeong santai lalu menjatuhkan pulpen dari meja. [Adegan 2: Meeting Online yang Ricuh] Ani sedang menghadiri rapat via Zoom. Kamera menyala, semua terlihat serius. Mochi duduk di belakang Ani, memperhatikan dengan tatapan penuh rencana. Bos: Ani, bisa jelaskan progres proyek minggu ini? Ani: Tentu, Pak. Jadi, kita sudah menyelesaikan—...

Rahasia Di Balik Tempat Makanan Kantor yang Selalu Hilang

    Rahasia Di Balik Tempat Makanan Kantor yang Selalu Hilang [Adegan 1: Suasana Pantry Kantor] Beberapa karyawan sedang berbincang di pantry sambil membuka kulkas. Siska terlihat panik sambil mencari sesuatu. Siska: Mana tempat makan gue? Baru gue taruh semalam. Kok hilang lagi? Budi: (sambil makan keripik) Oh, tempat makan lo yang warna pink itu ya? Gue tadi lihat Ismail nenteng-nenteng ke mejanya. Ismail: (datang membawa kopi) Eh, gue nggak ambil tempat makan siapa pun, loh! Siska: (menatap tajam) Jadi kenapa lo sering nongkrong di kulkas, Mail? Jangan bilang lo pelaku pencuri tempat makan! Ismail: (gugup) Gue cuma ambil es batu buat kopi. Nggak ada urusan sama tempat makan pink. Rani: (masuk ke pantry sambil membawa tempat makan) Eh, Siska, ini tempat makan lo, kan? Gue ambil buat ngukur besar lauk gue tadi pagi. Gue lupa balikin. Siska: (kesal) Rani! Ini sudah ketiga kalinya lo ambil tanpa bilang! ...