|
Si Kucing yang Menyabotase Pekerjaan dari Rumah [Adegan 1: Pagi Hari di Rumah] Meja kerja Ani penuh dengan
laptop, dokumen, dan secangkir kopi. Kucing peliharaannya, Mochi, duduk di
sudut meja dengan ekor melambai-lambai. Ani: (berbicara sendiri sambil mengetik) Oke, tinggal beberapa slide lagi
selesai. Hari ini bakal produktif! Mochi perlahan mendekati laptop sambil mengamati kursor yang bergerak. Ani: Mochi, jangan deh. Itu bukan mainan... Mochi dengan cepat menekan tombol keyboard. Ani: (panik) Astaga, ini kenapa tiba-tiba spreadsheet-nya jadi warna-warni?! Mochi mengeong santai lalu menjatuhkan pulpen dari meja. [Adegan 2: Meeting Online yang Ricuh] Ani sedang menghadiri rapat
via Zoom. Kamera menyala, semua terlihat serius. Mochi duduk di belakang Ani,
memperhatikan dengan tatapan penuh rencana. Bos: Ani, bisa jelaskan progres proyek minggu ini? Ani: Tentu, Pak. Jadi, kita sudah menyelesaikan— Mochi tiba-tiba melompat ke atas meja dan melintas di depan kamera. Rekan Kerja: (tertawa) Eh, kucing siapa tuh? Lucu banget! Ani: (tertawa kaku) Hehe... Itu Mochi, Pak. Maaf, dia suka cari perhatian. Mochi mulai mengendus mikrofon dan dengan santainya menginjak tombol
"mute" di laptop. Bos: (di layar) Ani, suara kamu nggak kedengeran. Ani: (panik) Aduh! Mochi, minggir dulu! Jangan injak keyboard! [Adegan 3: Kejadian Tak Terduga] Malam harinya, Ani berusaha
menyelesaikan laporan setelah rapat kacau. Mochi terlihat lelah, tetapi tetap
menempel di dekat laptop. Ani: (menghela napas) Mochi, kasihan banget kerjaan mama numpuk gara-gara
kamu. Mochi pura-pura tertidur, lalu perlahan membuka mata dan memencet tombol
"Ctrl + Z." Sebagian besar dokumen Ani terhapus. Ani: (menjerit pelan) TIDAAAK! Mochi! Kenapa setiap kali gue fokus kerja, lo
malah bikin onar?! *Mochi mengeong lembut, seolah berkata, "Santai aja, kan aku
lucu?" [Adegan 4: Solusi dari Sabotase Mochi] Keesokan harinya, Ani
memasang pagar kecil di sekeliling meja kerjanya untuk menjauhkan Mochi. Ani: (tersenyum puas) Sekarang kamu nggak bisa ganggu kerjaan mama lagi,
Mochi! Mochi menatap pagar itu sebentar, lalu melompati dengan mudah. Dia
langsung duduk di keyboard. Ani: (mengeluh) Ya sudahlah. Mungkin ini tandanya gue harus break dulu... Pesan moral: Bekerja dari rumah bersama kucing itu seru, tapi jangan lupa
siap-siap menghadapi sabotase penuh "kepolosan." |
"Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...

Comments
Post a Comment