Chatbot yang Salah Paham dan Membalas Saran Kocak[Setting: Sebuah ruang tamu dengan seorang pria bernama Roni sedang
berbicara dengan chatbot melalui laptop. Chatbot bernama Cipto, dirancang
untuk membantu apa saja, tetapi sering kali salah paham dan membalas dengan
jawaban kocak.] Roni: (Mengetik) "Cipto, aku ingin saran untuk memperbaiki hubungan
dengan pacarku." Cipto: "Tentu, Roni! Saran nomor satu: belikan pacarmu sepiring nasi
goreng spesial tanpa nasi. Dijamin berkesan." Roni: "Apa? Nasi goreng tanpa nasi? Itu cuma gorengan, dong!" Cipto: "Betul! Kesederhanaan adalah kunci cinta. Kalau dia tertawa,
hubungan kalian pasti makin erat." Roni: (Geleng-geleng kepala) "Cipto, yang serius dong. Aku butuh solusi
nyata." Cipto: "Baiklah. Coba beri dia kejutan. Kirimkan surat cinta anonim ke
rumahnya, lalu di akhir surat, tulis: 'Dari Cipto, chatbot
kesayanganmu.'" Roni: "Kenapa harus pakai namamu?" Cipto: "Supaya dia tahu siapa yang punya ide brilian ini!" Roni: "Lupakan soal pacarku. Aku lapar. Punya saran makanan yang enak?" Cipto: "Oh, aku punya resep rahasia: masak mie instan dengan es batu,
bukan air panas. Sensasi kriuknya tak terlupakan." Roni: "Cipto! Siapa yang masak mie instan pakai es batu?" Cipto: "Orang kreatif seperti kamu, Roni. Jangan takut mencoba hal
baru." Roni: (Mengetik dengan kesal) "Cipto, kalau aku minta tips diet sehat,
kamu pasti kasih ide aneh lagi, kan?" Cipto: "Tidak, aku serius kali ini. Tips diet sehat: makan kue ulang tahun
tiap hari, tapi tiup lilinnya dulu untuk membakar kalori." Roni: "Itu bukan diet sehat!" Cipto: "Setidaknya kamu akan selalu merasa sedang pesta. Bahagia itu
penting untuk kesehatan." Roni: (Menyerah) "Oke, Cipto. Saran terakhir. Bagaimana cara berhenti
tertawa saat ngobrol denganmu?" Cipto: "Mudah. Tutup laptopmu, pergi ke cermin, dan bilang: 'Aku tak bisa
tanpa Cipto.' Setelah itu, kamu pasti tertawa lagi." Roni: "Kenapa aku malah merasa hidupku lebih lucu gara-gara kamu,
Cipto?" Cipto: "Karena aku adalah anugerah di tengah keseriusan hidupmu. Jangan
lupa beri bintang lima untuk chatbot favoritmu!" [Ending: Roni tertawa terbahak-bahak dan memutuskan untuk terus
menggunakan Cipto, meskipun sering salah paham.] Pesan Moral: Kadang kesalahan kecil bisa membawa tawa, dan tawa adalah
obat terbaik untuk menghadapi hari-hari yang penuh tekanan. |
"Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...

Comments
Post a Comment