|
Anjingku Belajar Ikut Yoga, Ending-nya? Chaos! [Adegan 1: Pagi Hari di Ruang Keluarga] Lina sedang menggelar
matras yoga di ruang keluarga sambil menonton video tutorial di laptop.
Anjingnya, Bruno, duduk di sudut ruangan dengan kepala miring, mengamati
Lina. Lina: (menghirup napas) Oke, Bruno. Hari ini mama mau ajarin kamu yoga. Biar
kita sehat sama-sama, ya? Bruno: (mengeong, lalu menggonggong pelan) Woof! Lina: (tertawa) Bagus, semangat dulu dong. Oke, kita mulai dengan posisi
downward dog. Lina memasang posisi downward dog, sementara Bruno mendekat dan ikut
melengkungkan punggungnya. Lina: (senang) Wah, pinter! Lihat, Bruno bisa! Bruno tiba-tiba mengendus matras, lalu mulai mengunyah ujungnya. Lina: Eh, Bruno! Jangan makan matras dong! [Adegan 2: Pose Selanjutnya] Lina mencoba melanjutkan
sesi yoga dengan posisi warrior pose. Bruno masih mengamati sambil menjilat
matras. Lina: (mengangkat tangan) Nah, ini warrior pose. Fokus, Bruno, fokus... Bruno tiba-tiba melompat dan mencoba mengejar ekornya sendiri, mengganggu
keseimbangan Lina. Lina: (jatuh sambil tertawa) Aduh, Bruno! Itu bukan bagian dari yoga. Bruno berhenti, lalu menatap Lina dengan tatapan polos sebelum kembali ke
matras. Lina: Oke, oke, coba lagi. Kita masuk ke pose cobra. Saat Lina tengkurap mencoba pose cobra, Bruno tiba-tiba naik ke
punggungnya dan duduk di sana. Lina: (mendesah) Bruno, kamu ini salah konsep banget! Aku yoga, bukan jadi
kuda pony! [Adegan 3: Chaos Dimulai] Bruno merasa antusias dan
mulai menggigit bantal di sofa sambil Lina berusaha menyelesaikan sesi yoga. Lina: (berusaha tenang) Fokus, Lina. Ini cuma tantangan kecil... Bruno tiba-tiba menabrak laptop, membuat video tutorial terputar cepat mundur. Lina: (panik) Bruno! Jangan sentuh laptopnya! Bruno, merasa bersalah, mencoba memberikan "maaf" dengan
menjilat wajah Lina. Lina: (tertawa geli) Oke, oke, aku maafin. Tapi serius, yoga ini bukan acara
WWE, tau! [Adegan 4: Ending yang Chaos] Lina mencoba pose terakhir,
savasana, sambil berbaring tenang. Tapi Bruno malah berpikir ini waktunya
bermain. Lina: (berbaring santai) Akhirnya, waktunya relaksasi... Bruno datang dengan bola di mulutnya dan menaruhnya di wajah Lina. Bruno: (menggonggong pelan) Woof! Woof! Lina: (membuka mata) Bruno, ini bukan waktu main bola! Bruno mulai berlari keliling ruangan dengan bola, menjatuhkan vas dan
menabrak sofa. Lina: (menghela napas) Ya ampun, yoga kita benar-benar chaos hari ini... Bruno: (menggonggong senang) Woof! Pesan moral: Jangan pernah meremehkan semangat anjing dalam ikut kegiatan
yoga. Karena bagi mereka, semua adalah sesi bermain! |
"Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...

Comments
Post a Comment