Monday, August 31, 2026

Darurat Baterai Merah Darah: Episode Keluarga yang ‘Collaps’

 

Darurat Baterai Merah Darah: Episode Keluarga yang ‘Collaps’

Halo, Sobat CERCU! Pernah gak sih, kalian ngerasa hidup itu tergantung sama dua hal aja: oksigen dan baterai HP. Zaman now, kayaknya kita semua udah resmi jadi manusia setengah dewa yang kalau baterainya di bawah 20%, langsung panik seperti mau kiamat.

Nah, cerita kali ini terjadi di sebuah ruang keluarga sederhana. Tapi jangan salah, di ruangan ini konfliknya lebih panas daripada debat capres. Ini tentang Keluarga Super ‘Collaps’ yang terdiri dari:

Bapak (45 tahun): Karyawan yang hobi nge-charge HP di colokan manapun, sampai bawa kabel panjang 5 meter.

Ibu (43 tahun): Ibu rumah tangga yang HP-nya gak pernah mati karena belanja online gak boleh berhenti.

Anak Remaja (18 tahun, si Gans): Gamer mobile yang kalau HP-nya lepas dari charger, rasanya kayak lepas dari alat pernapasan.

Anak Maba (19 tahun, si Cumlaud cari muka): Gen Z tulen yang power bank-nya lebih berat dari buku kuliah.

 

Pagi Hari. Ruang keluarga. Hanya ada satu colokan listrik yang berfungsi. Satu! Tiba-tiba, terjadi pemadaman bergilir? Bukan. Ini lebih parah. Ini perang saudara.

Bapak (masuk sambil setrika baju, HP ngecas di belakangnya): "Ya Allah, anak zaman now. Bapak ini masih setrika pake listrik, kalian rebutan colokan buat HP. Padahal bapak cuma mau cas 5 menit, biar baterai bapak naik dari 2% ke 5%."

Si Gans (terlentang di sofa sambil main ML, HP colok ke power bank, power bank colok ke charger, charger colok ke stop kontak): "Pa... 2% itu bahaya maut. Bisa-bisa bapak kena stroke dadakan kalau lihat layar mati pas mau save kontak satpam kompleks."

Ibu (teriak dari dapur, sambil megang HP dengan baterai 12%): "SEMUA DIEM! Ibu lagi checkout barang di Shopee. Ini diskon 50% cuma 3 menit lagi. Siapa yang cabut colokan Ibu, Ibu cabut jatah makannya!"

Suasana mencekam. Lalu datang si Maba – anak kuliahan yang baru beli HP second. Dia masuk dengan tenang. Terlalu tenang. Seperti bos mafia yang datang ke arena perang.

Maba: "Wah, rame ya? Pada rebutan colokan kayak rebutan sembako."

Bapak: "Nak... colokan cuma satu. Bapak butuh setrika. Baju bapak kusut kayak muka lu pas lihat nilai ujian."

Si Gans: "Biarin bapak setrika pake badan aja, pa. Anget. Yang penting HP gue gak mati pas lagi push rank."

Ibu (melotot): "Eh! Gans! Jangan kasar sama bapak lo! TAPI JANGAN CABUT COLOKAN IBU JUATA!"

Maba (tersenyum sinis, lalu mengeluarkan power bank raksasa seukuran batu bata dari tasnya): "Kalian semua masih ribut soal colokan? Dasar generasi cupu. Gua punya power bank 80.000 mAh. Ini bisa ngecas HP 12 kali. Gua udah cas ini semaleman pas mati lampu, pake genset tetangga."

Bapak, Ibu, dan Gans (melihat dengan tatapan iri, kagum, dan sedikit dendam).

Bapak: "Nak... itu power bank... pinjem sebentar dong. Bapak mau cas 5 menit."

Maba: "Enggak bisa, pak. Ini buat kuliah. Gua punya 3 HP. Satu buat dengar musik, satu buat rekam dosen, satu buat main game. Semuanya harus hidup. Kalau mati, gua gak bisa multitasking dan nilai gua bisa ancur."

Si Gans (bangkit dari sofa): "Gila lo, maba. Lo itu anak kuliahan atau lo itu base station operator?"

 

Klimaks: Si Maba jatuh hati, dan semua jadi kacau.

Tiba-tiba HP Maba bergetar. Dilihatnya... WA dari si "Dosen Cantik" yang selama ini dia gebet. Isinya cuma: "Maba, tolong kirim tugas. Baterai laptopku habis. 5 menit lagi ya."

Maba (panik): "ANJING! TUGAS! BATERE LAPTOP HABIS!" (Dia berlari ke colokan, tapi colokan itu ditempeli oleh tiga kabel: setrika bapak, charger Ibu, charger Gans).

Maba: "PAK! IBU! GANS! MINGGIR! INI MASALAH KEHIDUPAN DAN KEMATIAN! DOSEN GUA MINTA TUGAS!"

Bapak (santai): "Dosen lo minta tugas? Bapak minta gaji tetep masuk. Setrika dulu."

Ibu (tetap scroll Shopee): "Checkout dulu, sayang... Diskonnya lari..."

Si Gans: "Gua lagi push mythic, bang. Lo pake laptop lo aja. Baterai laptop bisa 2 jam."

Maba: "LAH BATERE LAPTOP GUA JUGA 10%! INI DARURAT!"

Lalu Maba melakukan hal yang gila. Dia mencabut semua kabel. KABEL SETRIKA, KABEL CHARGER IBU, KABEL CHARGER GANS... DICABUT SEMUA! Lalu dia colokkan charger laptopnya dengan muka beringas.

BRUAKK! Setrika bapak mati. Kain setrika gosong.
DUAR! Toko di Shopee gagal checkout. Ibu memekik seperti kehilangan anak.
BROOOOT! HP Gans mati. Layar hitam. Rank turun.

 

Momen hening yang mengerikan.

Ibu: (Diam. Lalu menangis histeris) "KACANG HIJAUKU! KACANG HIJAU DISKON 50%!! AKU UDAH NUNGGU SEMINGGU!!"

Bapak: (Baju kusut, setrika ngebul) "Nak... tadi bapak masih mau warisin rumah ini sama lo. Tapi lo cabut setrika bapak. Berarti lo cabut warisan juga."

Si Gans: (Mata merah, nahan nangis) "Gua... gua udah 1 kill lagi menang. 1 kill, bang. Gua turun bintang. Turun rank. Mending gua turun jurang."

Maba: (Sambil ngecas laptop, gugup) "Tapi... tapi dosen gua..."

Ibu (mengacungkan sendok kayu): "BIARIN DOSEN LO! SEKARANG LO SEDIA MAKAN BUAT KAMI! KAMI KELAPARAN EMOSI!"

Mereka pun bertengkar hebat. Sampai akhirnya...

Listrik rumah menyala kembali.

Semua langsung diam. Serempak. Seperti ada tombol jeda.

Bapak (datar): "Ooh.. listrik nyala." (Colok setrika lagi).
Ibu (datar): "Akhirnya." (Colok HP, checkout barang dengan tenang).
Gans (datar): "Mantap." (Colok HP, lanjut main).
Maba (duduk lesu di pojok, laptop masih ngecas): "..."

Tapi sayang. Tugasnya telat 1 detik karena ribut tadi.

Maba (teriak): "GUA DAPAT E!"

 

Epilog:
Sejak hari itu, Bapak beli 6 stop kontak, Ibu punya power bank 100.000 mAh, Gans punya 3 HP, dan Maba... Maba pindah kuliah jurusan Teknik Elektro biar bisa buat colokan sendiri. Tapi satu hal yang pasti: Generasi ini memang generasi yang tidak bisa hidup tanpa charger. Bukan karena HP-nya boros. Tapi karena hidup mereka – dari belanja, kerja, nilai, sampai harga diri – tergantung pada baterai yang gak pernah cukup.

 

Pertanyaan dari CERCU buat kalian:

Kalau kamu cuma punya 5% baterai dan kamu harus pilih cuma satu: Nge-charge HP, laptop, atau power bank? Dan alasannya kenapa? Atau... kamu punya cerita paling absurd soal rebutan colokan di rumah atau kos? Share dong di kolom komentar! Jangan lupa cas HP-mu sebelum baca komen, nanti mati tengah jalan. πŸ˜‚πŸ”‹

 

Selamat tertawa, Sobat CERCU. Ingat, lowbat itu sementara, tapi cerita lucu itu abadi. Asal jangan lowbat pas lagi baca ini. Salam colokan!

 

No comments:

Post a Comment