Skip to main content

Posts

Hidup di Kos yang Dikuasai Setan (Tapi yang Nyata adalah Tetangga Berisik)

– Sebuah kisah horror... yang berubah jadi horor psikologis karena volume speaker tetangga –   Karakter: ·          Rino – mahasiswa baru, anak rantau, gampang parno. ·          Ucup – teman sekamar Rino, skeptis, logis, dan cuek. ·          Bang Doni – tetangga kos sebelah, penyuka musik dangdut remix dan horror tengah malam. ·          Narator – suara latar dramatis.   [Adegan 1: Awal Kedatangan] (Kamar kos sederhana. Rino baru pindah, membereskan koper. Ucup sedang makan mie instan.) Rino Bro… ini kosnya serem banget ya. Temboknya lembab, lampu kamar mandi kedap-kedip, dan tadi pas aku masuk… ada suara cewek nangis pelan. Ucup (Seruput mie) Itu pasti tetangga sebelah. Tiap hari dia nonton sinetron horor sambil nambah echo sound effect. Rino Serius? Gue kira itu kuntilanak. Ucup Sama...

Bimbingan Online yang Tidak Berjalan Mulus

– Ketika Mahasiswa Coba Diskusi Skripsi lewat Zoom, Tapi Dosennya Sibuk Main Burung –   Prolog: Di zaman serba daring ini, semua bisa dilakukan lewat Zoom: rapat, kelas, lamaran online, bahkan... bimbingan skripsi. Tapi seperti kata pepatah kampus: "Yang penting bukan sinyal kuat, tapi nasibmu saat dosen buka kamera." Dan hari ini... nasib berkata: “Selamat datang di mimpi buruk mahasiswa.”   [Karakter] ·          Arif – Mahasiswa tingkat akhir, wajah penuh harap dan trauma. ·          Pak Arwan – Dosen pembimbing yang terkenal "alamiah," cinta unggas dan kadang lupa kalau dia sedang Zoom. ·          Narator – Suara latar yang sok bijak.   [Adegan 1: Persiapan Penuh Harap] (Kamar kos Arif. Kamera menyala. Rambut disisir, kemeja dipakai, tapi bawahnya masih sarung. Di layar, Zoom loading.) Arif (Sambil ngomong ke cermin) ...

Skripsi dan Keajaiban Kata “Fix”

(Kisah tragis-lucu perjuangan mahasiswa 99% jadi sarjana… tapi 100% kena revisi.) Karakter: ·          Reno – mahasiswa semester 14, skripsi sudah 99% selesai (katanya). ·          Dinda – sahabat Reno, realistis dan suka nyeletuk. ·          Pak Dosen – pembimbing skripsi legendaris, kalem tapi selalu menyelipkan revisi.   [Adegan 1: Di Kantin Kampus] (Reno duduk dengan wajah penuh kemenangan. Di tangannya ada flashdisk warna ungu dan map bening berisi skripsi tebal. Dinda datang dengan teh es dan ekspresi penasaran.) Dinda: Bro! Gimana? Udah fix? Reno: (Face confident) Fix, Din. Udah. Ini bener-bener fix . Tinggal ACC terus maju sidang. Malam tadi aku sampe cium laptop. Dinda: (Curiga) Cium laptop? Reno, kamu baik-baik aja? Jangan sampe kamu halu gara-gara bab 4. Reno: (Hidupkan mode motivator) Dinda... hidup ini tentang konsisten...

Dosen Killer vs Mahasiswa Kuat Mental

Setting: Ruang kuliah di pagi hari. Mahasiswa baru selesai UTS. Dosen killer, Pak Guntur, masuk kelas. Beliau terkenal dengan "senyum membunuh, pertanyaan menusuk hati, dan nilai mengiris harapan." Karakter: ·          Pak Guntur – dosen killer, logat serius, suka nanya random dan mendadak. ·          Doni – mahasiswa santai tapi tahan banting. ·          Tari – mahasiswi pinter tapi grogian. ·          Budi – mahasiswa sok tahu. ·          Narator – (suara latar)   Narator (suara berat) Dalam dunia perkuliahan, ada dua jenis manusia: yang takut pada dosen killer… dan yang sudah tidak peduli lagi karena IPK sudah pasrah.   [Adegan 1: Kelas dimulai] (Pak Guntur masuk kelas. Semua mahasiswa langsung duduk rapi, bahkan yang biasanya duduk di pojok sambi...

Apakah Panci Teflon Punya Dendam Tersembunyi?

Pernah nggak sih kamu merasa dikhianati oleh benda mati? Misalnya, kamu niat masak telur dadar pagi-pagi biar hidup sehat, eh... pas dibalik, telurnya lengket total. Di panci TEFLON. Yang katanya anti lengket . Yang kamu beli pakai sisa THR dua tahun lalu. Seketika kamu cuma bisa melotot ke arah panci itu sambil bertanya dalam hati: “APA SALAHKU, TEFLON?!” Dan di situlah muncul pertanyaan besar dalam hidup manusia modern: Apakah panci teflon punya dendam tersembunyi?   1. Masa Lalu yang Kelam Mari kita lihat dari sisi panci teflon. Mungkin di masa mudanya, dia adalah panci ambisius. Punya mimpi jadi alat masak Michelin Star. Tapi ternyata, dia berakhir di kos-kosan sempit, tiap hari dipakai masak mie instan jam 2 pagi, dicuci pakai sabut kawat, dan ditaruh di rak penuh kerak minyak. Lama-lama... dia berubah. Teflon yang dulu polos dan licin, kini penuh goresan. Hatinya keras. Penuh trauma. Jadi, ketika kamu coba masak telur dengan percaya diri, dia hanya tertawa...

Kenapa Kucing Selalu Berusaha Menjatuhkan Barang?

Komedi receh Selama ini kita hidup berdampingan dengan kucing. Mereka lucu, manja, dan kadang lebih sombong daripada mantan yang udah punya pacar baru. Tapi ada satu misteri yang belum pernah terpecahkan oleh para ilmuwan, paranormal, bahkan dukun spesialis peliharaan: kenapa kucing selalu berusaha menjatuhkan barang? Kita semua pernah mengalaminya. Kamu baru beli vas bunga dari toko online—sampai rumah, belum sempat diisi bunga, eh... kucingmu datang, memandangi vas itu selama lima detik, lalu DORRR ! Jatuh. Pecah. Dan si kucing? Jalan santai seperti tidak terjadi apa-apa. Bahkan kalau kucing bisa ngomong, mungkin dia akan bilang: “Ups. Gravitasi bekerja dengan baik hari ini.” Teori 1: Kucing Sedang Melakukan Penelitian Mungkin selama ini kita salah menilai. Kucing bukan iseng, tapi ilmuwan berbulu . Setiap kali mereka menjatuhkan gelas, bolpoin, atau HP-mu yang baru dicicil 12 bulan, itu sebenarnya uji coba ilmiah . Mereka sedang menguji hukum Newton—apakah benda yang jatuh b...

"Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?

  "Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?" Setting: Kamar seorang pemuda berantakan. Doni , mahasiswa malas, sedang mencari kunci motornya yang hilang. Ibunya, Bu Sri , berdiri di pintu dengan ekspresi tenang. Adegan 1: Barang Hilang, Panik Melanda ( Doni mengobrak-abrik seluruh kamar, celingak-celinguk ke bawah kasur, lemari, bahkan di dalam kulkas. ) Doni: (panik) "Astaga, kunci motor gue ke mana sih?! Udah gue cari di mana-mana!" Bu Sri: (sambil melipat tangan) "Udah dicari beneran belum? Jangan-jangan matanya aja yang nggak dipake." Doni: (kesal) "Iya, udah! Masa gue harus punya mata elang buat nemuin ini kunci?!" Bu Sri: (santai) "Sini, Ibu cariin." Adegan 2: Fenomena Orang Tua Detektor ( Bu Sri masuk ke kamar, membuka laci meja dengan tenang, lalu… mengambil kunci motor yang ada di sana. ) Bu Sri: (senyum kalem, sambil menunjukkan kunci) "Nih, ada di sini." ( Doni ...