Skip to main content

Posts

Ketika Nur Mengaku Hamil — Sebuah Kisah di Balik Suara Hati dan Sakit Perut

  Ketika Nur Mengaku Hamil — Sebuah Kisah di Balik Suara Hati dan Sakit Perut Siang itu suasana rumah keluarga kecil di pinggiran kota masih sepi. Hanya ada suara kipas angin berdetak pelan di ruang tengah. Di dapur, sang ibu sedang sibuk menghangatkan makanan kesukaan anaknya: sayur asem, tempe goreng, dan sambal terasi yang bikin mata berkaca-kaca bahkan sebelum dimakan. Tiba-tiba dari kamar muncullah sosok remaja laki-laki dengan ekspresi cemas. Dia adalah Nurdin , atau yang biasa dipanggil Nur oleh keluarga dan teman-teman dekatnya. Nama yang awalnya diberikan sang ibu karena terinspirasi dari ayat-ayat suci, tapi karena Nurdin punya sisi feminim yang kuat, nama panggilan itu lebih cocok dipakai untuk menyesuaikan ekspresi dirinya sehari-hari.   Adegan Pembuka: Sebuah Pengakuan Mengejutkan “ Ma, Ayah ke mana ya? ” tanya Nur sambil berdiri di ambang pintu dapur. Sang ibu menoleh tanpa terlalu memikirkan raut wajah si anak. “ Ayah ke Cengkareng. Emangnya ada apa...

Cinta Ditolak, Becanda Menyerang – Supri dan Nabila JKT

  Cinta Ditolak, Becanda Menyerang – Supri dan Nabila JKT Setiap zaman punya gayanya sendiri buat nyatain cinta. Dulu mungkin lewat surat cinta dilipat segitiga, diselipkan di dalam buku PR. Trus naik level jadi SMS panjang 160 karakter, lengkap dengan kata “luv u 4ever”. Sekarang? Cukup lewat DM, live TikTok, atau balasan instastory pakai emoji hati. Tapi kisah cinta yang satu ini agak beda. Agak… unik. Bahkan bisa dibilang berani mati . Karena Supri, cowok sederhana berkepala licin alias Si Botak , nekat menembak seorang cewek populer, Nabila JKT . Bukan Nabila biasa, tapi seleb medsos yang kalau live bisa tembus 3 ribu viewers dalam 2 menit.   Supri: Cowok Sejuta Optimisme Supri ini bukan cowok sembarangan. Dia punya semangat yang luar biasa, kepercayaan diri tingkat langit, dan jurus andalan yang dia sebut: “ modal nekat + doa emak .” Kerjaannya sih biasa aja, katanya masih freelance ngurus sound di kampung. Tapi hatinya? Ambisius. Romantis. Visioner. Sore it...

Siaran Radio JUGALA Menjelang Buka Puasa — Kisah Asep, Salam Cinta, dan Adzan Magrib

Siaran Radio JUGALA Menjelang Buka Puasa — Kisah Asep, Salam Cinta, dan Adzan Magrib Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di kampung atau kota biasanya mulai berubah. Jalanan makin ramai, suara wajan mulai nyaring, anak-anak keliling bawa petasan, dan… tentu saja, radio mulai diputar lebih keras dari biasanya. Di sudut dapur, di warung, di mobil angkot, atau di pos ronda — suara penyiar radio lokal mulai mengisi udara dengan suara khas mereka. Dan salah satu yang paling legendaris: Radio JUGALA – JUara seGAla LAgu. Stasiun radio ini sudah jadi teman setia orang-orang yang sedang menunggu waktu magrib. Dari lagu dangdut koplo, pop lawas, qasidah, sampai remix Arab-Indonesia, semuanya disajikan dengan gaya penyiar yang gokil, nyeleneh, tapi bikin betah.   Asep di Polman: Penelpon Sejuta Cinta Di sore yang sedikit mendung, seorang pemuda bernama Asep dari Polewali Mandar (Polman) mencoba peruntungan. Dia memutar nomor telepon radio JUGALA, berharap bisa masuk dan titip ...

Surti ke Jakarta – Ketika Lift Disangka Kamar Hotel

Surti ke Jakarta – Ketika Lift Disangka Kamar Hotel Setiap orang punya kali pertama. Pertama kali naik pesawat, pertama kali makan sushi, pertama kali ke luar negeri, atau… pertama kali nginep di hotel bintang lima. Dan kali ini, giliran Surti . Gadis desa yang lugu tapi percaya diri luar biasa ini akhirnya menginjakkan kaki di Jakarta untuk liburan. Bukan liburan ecek-ecek. Bukan juga nginap di rumah saudara yang sempit dan rame. Surti ingin mencoba hidup mewah ala selebgram : nginep di hotel bintang lima, pesan kamar luxury , dan menikmati hidup sejenak dari hiruk-pikuk sawah dan ternak. “Pokoknya, aku gak mau disebut kampungan! Aku mau buktiin, anak desa juga bisa tampil gaya!” katanya dengan semangat 45 sambil ngeluarin powerbank dari tas anyaman.   Babak Awal: Check-in dan Cita-cita Hari itu, Surti tiba di Jakarta dengan travel. Rambutnya dikuncir dua, pakai baju blouse bermotif bunga cerah, dan sandal wedges yang baru dibeli di pasar Minggu kemarin. Di tangannya...

Ketika Lulusan ITB Jadi Gorilla dan Ketemu Buaya dari UI

Di negeri ini, kadang kenyataan hidup bisa lebih absurd dari naskah sinetron. Kalau kamu pikir tamat dari kampus keren seperti ITB menjamin kerja mapan, kantor adem, dan gaji stabil, maka kamu perlu dengar kisah si Mas ITB yang jadi gorilla di kebun binatang . Iya, kamu nggak salah baca. Gorilla. Kostum. Lompat-lompat. Kebun binatang. Dan ini bukan film kartun. Ini realita yang dibumbui ironi, lelucon, dan satir tingkat nasional.   Dari Ruang Kuliah ke Kandang Gorilla Namanya tidak perlu disebut, cukup kita sebut dia Mas ITB . Lulusan teknik, IPK hampir cumlaude, punya sederet sertifikat seminar, pengalaman organisasi seabrek, dan... pengangguran . Bukan karena dia bodoh, tapi karena lapangan kerja yang sesuai gak secepat sinyal WiFi di kampus. Setelah kirim ratusan lamaran, ikut job fair, seminar, kursus, bahkan jadi mentor ngoding gratis di warung kopi, ujung-ujungnya nihil. Akhirnya, datang tawaran aneh: jadi pengganti gorilla di Kebun Binatang Bandung. Gorillanya k...