Skip to main content

Cinta Ditolak, Becanda Menyerang – Supri dan Nabila JKT

 


Cinta Ditolak, Becanda Menyerang – Supri dan Nabila JKT

Setiap zaman punya gayanya sendiri buat nyatain cinta. Dulu mungkin lewat surat cinta dilipat segitiga, diselipkan di dalam buku PR. Trus naik level jadi SMS panjang 160 karakter, lengkap dengan kata “luv u 4ever”. Sekarang? Cukup lewat DM, live TikTok, atau balasan instastory pakai emoji hati.

Tapi kisah cinta yang satu ini agak beda. Agak… unik. Bahkan bisa dibilang berani mati. Karena Supri, cowok sederhana berkepala licin alias Si Botak, nekat menembak seorang cewek populer, Nabila JKT. Bukan Nabila biasa, tapi seleb medsos yang kalau live bisa tembus 3 ribu viewers dalam 2 menit.

 

Supri: Cowok Sejuta Optimisme

Supri ini bukan cowok sembarangan. Dia punya semangat yang luar biasa, kepercayaan diri tingkat langit, dan jurus andalan yang dia sebut: “modal nekat + doa emak.”

Kerjaannya sih biasa aja, katanya masih freelance ngurus sound di kampung. Tapi hatinya? Ambisius. Romantis. Visioner.

Sore itu, Supri sedang duduk di teras rumah, ditemani kopi hitam dan lagu dangdut remix. Sambil gulung kabel sound bekas hajatan, HP-nya bunyi.

Notifikasi: Nabila JKT mulai live.

Matanya langsung berbinar. “Wah, si Neng siaran nih…”

 

Chat Awal yang Mencurigakan

Dengan jari sedikit bergetar, Supri masuk ke live Nabila JKT dan langsung kirim komentar:

"Kang lagi apa??"
(NOTE: Iya, dia manggil diri sendiri “Kang”, padahal posisinya dia yang nanya.)

Live belum selesai, Nabila jawab:

"Lagi ngafal, neng."

"Ngafal apa, kang?? Mau UN ya?"

Dan di sinilah Supri keluarin jurus maut:

"Bukan… menghafal nama neng NABILA, supaya lancar ijab qabul… siapa tahu jodoh."

...

...

Hening sejenak.

Seluruh netizen di live TikTok langsung jedag-jedug dalam hati. Ada yang ketawa, ada yang ngedukung, ada juga yang komen:

“Edannn… Supri gas pollll!!!”
“Kebanyakan nonton FTV ini mah…”
“Brooo ini nembak apa ngebacok perasaan publik???”

 

Jawaban Maut dari Sang Nabila

Nabila yang biasanya lembut, tiba-tiba kasih jawaban super tajam, pendek, dan… menyakitkan:

"Idiiihhh, amit-amit, najis tralala..." (dengan emoji jijik dan emot muntah)

Komentar netizen langsung meledak kayak kembang api tahun baru:

  • “Fix ini yang namanya cinta ditolak, becandaan bersambung…”
  • “Najis tralala cuy wkwkwkwkw”
  • “Supri menangis dalam diam”

Tapi Supri? Dia gak tinggal diam. Dia gak nyerah. Bahkan dia bales:

"Mang tadi aku ngomong apa?"

Dan Nabila, yang mungkin lagi bosan atau pengen mainin suasana, jawab balik:

"Ngafalin namaku biar lancar ijab qobul, siapa tau jodoh, gitu kan?"

Supri langsung cepet-cepet bales:

"Idiiih amit-amit najis trililiii~"

Bisa dibilang, twist of the century. Supri bales dengan senjata yang sama. Dan yang paling mengejutkan?

NABILA: #NANGISS... Gw ditipu si botak...

 

Plot Twist yang Gak Ketebak

Cerita ini viral dalam waktu singkat. Screen capture-nya menyebar ke Instagram, grup WhatsApp, bahkan jadi bahan status di Twitter. Banyak yang ngakak, banyak juga yang bilang:

“Respect buat Supri. Dia gak cuma berani, tapi juga punya mental kebal ocehan.”

Bahkan ada netizen yang bikin analisis:

  • “Supri tahu dia bakal ditolak. Tapi dia siapin punchline balesan, dan ternyata, dia yang menang!”
  • “Nabila JKT kena serangan balik. Karma instan. Wkwkwk.”

Sampai akhirnya, tagar #SiBotakMelawan trending di beberapa forum lokal.

 

Apa Kita Bisa Belajar dari Supri?

Jangan ketawa dulu. Di balik kelucuan dan kenekatan Supri, sebenarnya ada pelajaran penting:

1. Cinta Butuh Keberanian

Iya, memang Supri bukan siapa-siapa. Tapi dia punya keberanian buat ngomong. Banyak cowok lain cuma bisa liatin story gebetan tiap hari, tapi gak pernah berani nyapa. Supri? Gas terus.

2. Mental Baja Itu Kunci

Ditolak? Udah pasti. Tapi Supri gak nangis. Dia malah bales dengan gaya santai, bikin yang nolak malah jadi bahan ketawa.

3. Bercanda Itu Seni

Apa yang dilakukan Supri bukan ngeledek. Tapi dia tahu timing, tahu kapan harus mundur, dan kapan kasih balesan lucu. Netizen suka orang yang bisa menghibur, bukan yang baperan.

 

Apa Kata Nabila Setelah Viral?

Beberapa hari setelah kejadian, Nabila sempat bikin story:

“Gak nyangka, chat receh bisa jadi konten nasional. Bang Supri, kamu emang ngakak parah.”

Netizen langsung buatin fanpage: “Tim Supri x Nabila – Receh Tapi Ikhlas”
Dan ada yang berkomentar:

“Kalau jodoh, ya jodoh. Gak usah terlalu banyak gaya.”

 

Penutup: Cinta, Receh, dan Kekuatan Meme

Kisah Supri dan Nabila JKT bukan cuma soal naksir yang gagal. Ini tentang bagaimana ketulusan dan kelucuan bisa menyelamatkan harga diri seseorang. Supri membuktikan, bahwa cinta yang tulus, meski ditolak, tetap bisa jadi hiburan kolektif satu negeri.

Dan buat kalian yang suka ngirim DM ke idola, inget:

  • Jangan GR dulu, tapi jangan juga takut.
  • Kalau ditolak, jangan ngedumel.
  • Bikinlah penolakan itu jadi kenangan lucu, bukan luka.

Karena kadang, komentar receh di live TikTok bisa lebih legendaris daripada gombalan mahal di DM.

 

Comments

Popular posts from this blog

"Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?

  "Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?" Setting: Kamar seorang pemuda berantakan. Doni , mahasiswa malas, sedang mencari kunci motornya yang hilang. Ibunya, Bu Sri , berdiri di pintu dengan ekspresi tenang. Adegan 1: Barang Hilang, Panik Melanda ( Doni mengobrak-abrik seluruh kamar, celingak-celinguk ke bawah kasur, lemari, bahkan di dalam kulkas. ) Doni: (panik) "Astaga, kunci motor gue ke mana sih?! Udah gue cari di mana-mana!" Bu Sri: (sambil melipat tangan) "Udah dicari beneran belum? Jangan-jangan matanya aja yang nggak dipake." Doni: (kesal) "Iya, udah! Masa gue harus punya mata elang buat nemuin ini kunci?!" Bu Sri: (santai) "Sini, Ibu cariin." Adegan 2: Fenomena Orang Tua Detektor ( Bu Sri masuk ke kamar, membuka laci meja dengan tenang, lalu… mengambil kunci motor yang ada di sana. ) Bu Sri: (senyum kalem, sambil menunjukkan kunci) "Nih, ada di sini." ( Doni ...

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...