Skip to main content

JANDA PERAWAN

 

Janda Perawan

Di sebuah klinik kandungan, seorang dokter dikejutkan dengan pasien yang... ya, bisa dibilang unik bin ajaib.

Datanglah seorang perempuan elegan, wajahnya tenang tapi menyimpan sejuta cerita. Usianya sudah matang, penampilannya rapi, dan dari nada bicaranya tampak percaya diri. Tapi yang membuat dokter agak mengerutkan dahi adalah ketika sang pasien memperkenalkan diri:

"Dok, hati-hati ya periksanya… saya masih perawan lho!"

Dokternya langsung berhenti menulis.

“Lho? Ibu kan katanya sudah menikah tiga kali dan cerai tiga kali, kok masih perawan?”

Senyum si ibu tak luntur. Ia menjawab dengan enteng:

“Gini lho dok… Suami saya yang pertama ternyata impoten, gak bisa ngapa-ngapain. Jadi ya... aman, dok.”

Dokter mengangguk pelan. “Oh... begitu. Tapi suami kedua, pasti normal, kan?”

“Normal sih iya, dok. Cuma... ternyata dia gay. Jadi saya gak pernah disentuh juga.”

Kening sang dokter mulai berkerut lebih dalam. “Oke… tapi suami ketiga? Masa iya dia juga gak nyentuh ibu?”

Si ibu mengangguk sambil menarik napas panjang.

“Suami saya yang ketiga itu politisi, dok...”

Dokter menghela napas, separuh frustasi, separuh penasaran.

“Lah? Apa hubungannya sama keperawanan ibu?”

Dan jawaban si janda sukses membuat dokter hampir tersedak:

“Dia cuma janji-janji terus, dok… gak pernah direalisasiin!”

😂😂😂

Kesimpulan moral dari cerita ini?
Kadang, yang paling menyakitkan itu bukan impoten, bukan orientasi, tapi janji-janji manis tanpa realisasi.

Jadi hati-hati ya, jangan sampai kamu jadi "korban politisi" juga. Hehehe.

CERCU - Cerita Lucu
Buat hari kamu lebih ringan, karena tawa adalah obat paling mujarab tanpa efek samping.

Kalau kamu suka cerita ini, jangan lupa share ke teman kamu yang lagi galau... Biar tahu, ada juga "janda perawan" karena janji-janji palsu! 😄

===================================================

PENJAGA WARNET YANG BIJAK

Di sebuah kota kecil, ada warnet legendaris yang sudah beroperasi sejak zaman Facebook masih pakai status "Is feeling happy". Penjaganya, sebut saja Bang Udin, dikenal bukan hanya galak kalau ada yang colokin flashdisk sembarangan, tapi juga bijak dan filosofis.

Suatu hari, seorang anak muda datang ke warnet dan langsung nanya:

“Bang, ada komputer yang deket colokan gak?”

Bang Udin jawab tanpa menoleh:

“Semua komputer deket colokan, Dik… tinggal kamu yang mau berjuang atau enggak.”

Anak itu bingung. Tapi dia milih senyum aja dan duduk.

Beberapa menit kemudian:

“Bang, internetnya lemot nih!”

Bang Udin mendekat pelan, lalu dengan wajah serius berkata:

“Lemot bukan karena jaringan, Dik... tapi karena hatimu belum bisa move on dari mantan.”

Anak itu langsung tutup semua tab yang isinya mantan lagi nikah.

Gak lama kemudian, ada bocah kecil main game teriak-teriak sambil marah-marah karena kalah terus.

“GILA NIH GAME, KAYAK SETAN!”

Bang Udin datang, tepuk bahunya, dan bilang:

“Jangan maki-maki, Nak… Karena kadang kita kalah bukan karena game-nya jahat, tapi karena skill kita yang pas-pasan.”

😂😂😂

Pelajaran dari Warnet Bang Udin:
Hidup ini bukan soal sinyal, tapi soal sikap. Lemot bisa jadi karena kamu terlalu banyak buka tab masa lalu. 😎

Kalau kamu suka cerita ini, tunggu cerita Bang Udin berikutnya:
"Ketika Emak Nebeng Wi-Fi Warnet Buat Nonton Drama Korea" 😆


Comments

Popular posts from this blog

"Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?

  "Konspirasi Konyol: Kenapa Orang Tua Selalu Bisa Menemukan Barang yang Kita Hilangkan?" Setting: Kamar seorang pemuda berantakan. Doni , mahasiswa malas, sedang mencari kunci motornya yang hilang. Ibunya, Bu Sri , berdiri di pintu dengan ekspresi tenang. Adegan 1: Barang Hilang, Panik Melanda ( Doni mengobrak-abrik seluruh kamar, celingak-celinguk ke bawah kasur, lemari, bahkan di dalam kulkas. ) Doni: (panik) "Astaga, kunci motor gue ke mana sih?! Udah gue cari di mana-mana!" Bu Sri: (sambil melipat tangan) "Udah dicari beneran belum? Jangan-jangan matanya aja yang nggak dipake." Doni: (kesal) "Iya, udah! Masa gue harus punya mata elang buat nemuin ini kunci?!" Bu Sri: (santai) "Sini, Ibu cariin." Adegan 2: Fenomena Orang Tua Detektor ( Bu Sri masuk ke kamar, membuka laci meja dengan tenang, lalu… mengambil kunci motor yang ada di sana. ) Bu Sri: (senyum kalem, sambil menunjukkan kunci) "Nih, ada di sini." ( Doni ...

Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata

  "Apakah Burung Merpati Adalah Robot Mata-Mata?" Setting: Sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan. Ujang dan Dodi , dua sahabat yang hobi teori konspirasi, sedang ngobrol serius sambil menyeruput kopi. Adegan 1: Teori Konspirasi Dimulai ( Ujang menatap burung merpati yang bertengger di atas kabel listrik. ) Ujang: (berbisik) "Dodi, lo sadar nggak? Itu burung merpati udah dari tadi di situ, nggak gerak-gerak." Dodi: (melirik santai, lalu ngunyah gorengan) "Terus kenapa?" Ujang: (mendekat, bisik-bisik dramatis) "Gue yakin, itu bukan burung biasa. Itu… robot mata-mata!" Dodi: (ketawa sambil hampir keselek gorengan) "Hah?! Lo becanda kan?" Ujang: (serius) "Serius! Lo pikir aja, pernah nggak lo liat anak burung merpati?" Dodi: (mikir keras, lalu kaget) "Eh, iya juga ya… Merpati mah tiba-tiba gede gitu aja!" Ujang: (mengangguk yakin) "Nah! Itu karena mereka bukan lahir dari telur… tapi pabrik! Me...

Panik di ATM

  "Panik di ATM" Setting: Sebuah ruangan ATM kecil di pinggir jalan. Pak Diran , pria paruh baya yang gagap teknologi, masuk ke dalam ATM dengan penuh percaya diri. Ia mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya, bersiap untuk tarik tunai. Adegan 1: Transaksi Dimulai ( Pak Diran memasukkan kartu ATM ke mesin dan mulai menekan tombol dengan serius. ) Pak Diran: (mumbling sambil baca layar) "Pilih bahasa… Indonesia, jelas lah! Masukkan PIN… Oke, 1-2-3-4…" (melirik ke belakang dengan curiga, takut ada yang ngintip) ( Setelah memasukkan PIN, ia memilih jumlah uang yang ingin ditarik. ) Pak Diran: "Satu juta? Wah, kayaknya kebanyakan… Lima ratus ribu aja deh… Eh, tapi cukup nggak ya buat seminggu?" (mikir lama banget, sampai orang di belakang mulai gelisah) Orang di Belakang: (batuk pura-pura, kode biar cepet) "Ehem." Pak Diran: (panik sendiri) "Iya, iya, sebentar!" (akhirnya neken tombol ‘Tarik 500.000’) Adegan 2: Kartu Hilang?! ( Mesin be...