Skip to main content

Posts

Mabok, Taksi, dan Tabokan Cinta — Kisah 3 Pemuda dan 1 Supir yang Kena Mental

Pernah gak sih kamu ketemu orang mabok di jalan? Kalau pernah, kamu pasti tahu satu hal: mereka ini makhluk paling jujur, spontan, dan kadang… absurd di muka bumi. Kadang bikin kita ketawa, kadang bikin geregetan, tapi selalu berhasil jadi cerita seru yang bisa kamu ulang di tongkrongan tanpa bosen. Nah, kali ini gue bakal ceritain sebuah kisah nyata (atau mungkin urban legend, siapa tahu), tentang tiga pemuda yang mabok berat , satu sopir taksi, dan satu pelajaran hidup tentang kecepatan dan persepsi.   BABAK 1: MABOK BERAT TAPI MASIH TAU ARAH Malam itu, kota mulai sepi. Lampu-lampu jalan mulai berpendar redup, warung kaki lima tinggal beberapa, dan taksi-taksi parkir di pinggir jalan, berharap ada penumpang. Di salah satu sudut kota, muncullah tiga pemuda dengan langkah goyah , tertawa-tawa gak jelas sambil nyanyi lagu dangdut yang gak komplit liriknya. Mereka baru pulang dari… ya, kamu tau lah, tempat yang penuh lampu kelap-kelip, musik jedag-jedug, dan minuman yang b...

Ketika Nur Mengaku Hamil — Sebuah Kisah di Balik Suara Hati dan Sakit Perut

  Ketika Nur Mengaku Hamil — Sebuah Kisah di Balik Suara Hati dan Sakit Perut Siang itu suasana rumah keluarga kecil di pinggiran kota masih sepi. Hanya ada suara kipas angin berdetak pelan di ruang tengah. Di dapur, sang ibu sedang sibuk menghangatkan makanan kesukaan anaknya: sayur asem, tempe goreng, dan sambal terasi yang bikin mata berkaca-kaca bahkan sebelum dimakan. Tiba-tiba dari kamar muncullah sosok remaja laki-laki dengan ekspresi cemas. Dia adalah Nurdin , atau yang biasa dipanggil Nur oleh keluarga dan teman-teman dekatnya. Nama yang awalnya diberikan sang ibu karena terinspirasi dari ayat-ayat suci, tapi karena Nurdin punya sisi feminim yang kuat, nama panggilan itu lebih cocok dipakai untuk menyesuaikan ekspresi dirinya sehari-hari.   Adegan Pembuka: Sebuah Pengakuan Mengejutkan “ Ma, Ayah ke mana ya? ” tanya Nur sambil berdiri di ambang pintu dapur. Sang ibu menoleh tanpa terlalu memikirkan raut wajah si anak. “ Ayah ke Cengkareng. Emangnya ada apa...

Cinta Ditolak, Becanda Menyerang – Supri dan Nabila JKT

  Cinta Ditolak, Becanda Menyerang – Supri dan Nabila JKT Setiap zaman punya gayanya sendiri buat nyatain cinta. Dulu mungkin lewat surat cinta dilipat segitiga, diselipkan di dalam buku PR. Trus naik level jadi SMS panjang 160 karakter, lengkap dengan kata “luv u 4ever”. Sekarang? Cukup lewat DM, live TikTok, atau balasan instastory pakai emoji hati. Tapi kisah cinta yang satu ini agak beda. Agak… unik. Bahkan bisa dibilang berani mati . Karena Supri, cowok sederhana berkepala licin alias Si Botak , nekat menembak seorang cewek populer, Nabila JKT . Bukan Nabila biasa, tapi seleb medsos yang kalau live bisa tembus 3 ribu viewers dalam 2 menit.   Supri: Cowok Sejuta Optimisme Supri ini bukan cowok sembarangan. Dia punya semangat yang luar biasa, kepercayaan diri tingkat langit, dan jurus andalan yang dia sebut: “ modal nekat + doa emak .” Kerjaannya sih biasa aja, katanya masih freelance ngurus sound di kampung. Tapi hatinya? Ambisius. Romantis. Visioner. Sore it...

Siaran Radio JUGALA Menjelang Buka Puasa — Kisah Asep, Salam Cinta, dan Adzan Magrib

Siaran Radio JUGALA Menjelang Buka Puasa — Kisah Asep, Salam Cinta, dan Adzan Magrib Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di kampung atau kota biasanya mulai berubah. Jalanan makin ramai, suara wajan mulai nyaring, anak-anak keliling bawa petasan, dan… tentu saja, radio mulai diputar lebih keras dari biasanya. Di sudut dapur, di warung, di mobil angkot, atau di pos ronda — suara penyiar radio lokal mulai mengisi udara dengan suara khas mereka. Dan salah satu yang paling legendaris: Radio JUGALA – JUara seGAla LAgu. Stasiun radio ini sudah jadi teman setia orang-orang yang sedang menunggu waktu magrib. Dari lagu dangdut koplo, pop lawas, qasidah, sampai remix Arab-Indonesia, semuanya disajikan dengan gaya penyiar yang gokil, nyeleneh, tapi bikin betah.   Asep di Polman: Penelpon Sejuta Cinta Di sore yang sedikit mendung, seorang pemuda bernama Asep dari Polewali Mandar (Polman) mencoba peruntungan. Dia memutar nomor telepon radio JUGALA, berharap bisa masuk dan titip ...