Skip to main content

Posts

Abis Imlek, Alex Belajar Bahasa Mandarin dari Bebe... Tapi Kok Gini?

Imlek baru aja lewat, tapi efek perayaannya belum sepenuhnya hilang. Lampion masih menggantung di warung depan komplek, suara petasan masih membekas di telinga, dan kue keranjang masih numpuk di kulkas. Tapi dari semua itu, satu hal yang paling ngena buat Alex—pemuda yang biasa aja tapi selalu kena sial kalau lagi sok-sokan belajar hal baru—adalah… bahasa Mandarin. Tapi tenang, ini bukan kelas Mandarin beneran. Ini adalah versi Bebe , sahabat Alex yang bisa dibilang lebih kreatif daripada Google Translate tapi juga lebih ngaco daripada ramalan zodiak abal-abal . Pokoknya, kalau ada award buat “guru paling absurd tapi menghibur,” Bebe juaranya. Dan cerita lucu ini pun dimulai di sore hari setelah perayaan Imlek. Di bawah rindangnya pohon mangga depan rumah, Alex duduk sambil bawa buku catatan dan teh botol. Wajahnya serius banget. Iya, serius... soalnya dia mau belajar Bahasa Mandarin. Tapi bukan dari buku pelajaran, melainkan dari catatan tangan Bebe yang katanya bisa bikin pinter Mand...

warung

1. Gorengan Tahun 2003 — Humor di Pinggir Jalan Suatu sore yang santai, di pinggir jalan yang ramai oleh lalu lintas kendaraan, berdirilah sebuah warung sederhana. Warung itu menjual aneka makanan ringan, terutama gorengan yang biasa jadi teman ngopi para pengendara yang singgah sejenak melepas lelah. Tiba-tiba, datanglah seorang pemuda dengan motor bebek tua yang suaranya bisa didengar sejauh tiga tikungan. Dengan santai ia memarkir motornya dan melangkah ke warung. Pemuda: “Mbak, ini gorengannya berapaan mbak?” Penjaga Warung (dengan senyum ramah): “Oh murah kok mas, cuma dua ribu tiga.” Pemuda itu terlihat mengernyit, seolah sedang berpikir keras, lalu tiba-tiba ia berseru: Pemuda: “Wah, pantesan murah. Semuanya udah basi ya mbak?” Penjaga Warung (langsung pasang muka cemberut): “Eh mas, hati-hati ya kalau ngomong. Ini gorengan masih anget kok! Dibilang basi segala.” Pemuda (senyum jail): “Lho, tadi mbak bilang 2003. Sekarang kan udah 2014. Berarti gorengannya udah basi ...

"Linggis dari Gudang": Balas Dendam Pemuda Kecil di Bar

1. "Linggis dari Gudang": Balas Dendam Pemuda Kecil di Bar Di sebuah kota kecil yang hanya punya satu jalan utama, satu pasar tradisional, dan satu bar dengan kursi goyang rusak di pojok ruangan, terjadi sebuah kejadian luar biasa. Bar itu bernama "Santuy's Tavern" . Tidak terlalu ramai, tapi cukup terkenal. Bukan karena minumannya enak, melainkan karena pemilik bar-nya, Pak Jatmiko, yang dikenal suka karaoke sendirian dengan suara seperti knalpot bocor. Malam itu, suasana bar cukup tenang. Hanya ada beberapa pelanggan. Di sudut ruangan, duduk seorang pemuda kecil—badannya mungil, kurus, memakai jaket jeans belel dan celana ngatung. Ia sedang menyeruput minuman ringan sambil menikmati musik pelan dari radio tua. Tak ada yang spesial darinya. Ia bukan pengunjung tetap, juga bukan pemabuk. Tapi malam itu, ia seolah menjadi tokoh utama dalam drama laga… dan tragedi. Masuklah Si Preman Pintu bar mendadak terbuka keras. Angin malam menyelinap masuk, mengibaskan...

JANDA PERAWAN

  Janda Perawan Di sebuah klinik kandungan, seorang dokter dikejutkan dengan pasien yang... ya, bisa dibilang unik bin ajaib . Datanglah seorang perempuan elegan, wajahnya tenang tapi menyimpan sejuta cerita. Usianya sudah matang, penampilannya rapi, dan dari nada bicaranya tampak percaya diri. Tapi yang membuat dokter agak mengerutkan dahi adalah ketika sang pasien memperkenalkan diri: "Dok, hati-hati ya periksanya… saya masih perawan lho!" Dokternya langsung berhenti menulis. “Lho? Ibu kan katanya sudah menikah tiga kali dan cerai tiga kali, kok masih perawan?” Senyum si ibu tak luntur. Ia menjawab dengan enteng: “Gini lho dok… Suami saya yang pertama ternyata impoten , gak bisa ngapa-ngapain. Jadi ya... aman, dok.” Dokter mengangguk pelan. “Oh... begitu. Tapi suami kedua, pasti normal, kan?” “Normal sih iya, dok. Cuma... ternyata dia gay . Jadi saya gak pernah disentuh juga.” Kening sang dokter mulai berkerut lebih dalam. “Oke… tapi suami ketiga? Masa iya dia ju...

Kesalahan yang Menjadi Kebiasaan

Drama Kantor Sehari-hari: Kejutan Kecil dari Tono Tokoh-tokoh: Pak Budi - Bos yang sering bingung, tetapi baik hati. Rina - Sekretaris yang cerdas, tetapi terkadang suka lupa. Tono - Pegawai baru yang selalu ingin mencoba hal baru, tetapi sering salah. Dina - Rekan kerja yang selalu sibuk dan agak sarkastis. Setting: Ruang kantor dengan meja, kursi, komputer, dan telepon. Adegan 1: Di ruang kantor, Rina sedang sibuk mengetik sesuatu di komputer. Pak Budi masuk dengan tampang bingung, mencari sesuatu di kantong celananya. Pak Budi: (berbisik pada diri sendiri) "Mana kunci kantor, ya? Tadi kayaknya di sini deh." Rina: (melihat Pak Budi) "Pak Budi, ada yang bisa saya bantu?" Pak Budi: "Rina, kamu lihat kunci kantor nggak? Tadi kayaknya di saku saya." Rina: (berpikir) "Hmm, coba Bapak cek di meja kerja Bapak." Pak Budi: "Oh, iya, benar juga. Mungkin ketinggalan di sana." (keluar dari r...