Skip to main content

Posts

Riset Transportasi: Kunci agar Tidak Ketinggalan Kereta adalah Datang Lebih Awal ke Stasiun

Dunia transportasi kembali dikejutkan oleh sebuah temuan besar yang membuat para penumpang kereta menepuk jidat sambil berkata pelan, “Kenapa saya tidak kepikiran dari dulu?” Setelah dilakukan riset mendalam oleh para pengamat transportasi, penumpang setia KRL, korban tiket hangus, dan mereka yang pernah lari-lari di peron sambil teriak “MASIH ADA WAKTU KAN?!”, akhirnya ditarik satu kesimpulan ilmiah yang sangat berani: Kunci agar tidak ketinggalan kereta adalah datang lebih awal ke stasiun. Penemuan ini langsung masuk daftar temuan transportasi paling masuk akal sepanjang sejarah umat manusia.   1. Fenomena Datang “Mepet Tapi Optimis” Ada satu tipe manusia yang sangat percaya diri terhadap waktu. Mereka ini dikenal dengan sebutan: Kaum mepet tapi yakin. Ciri-cirinya: Berangkat rumah 15 menit sebelum jadwal Jarak ke stasiun 20 menit Tapi tetap berkata: “Masih sempat.” Kepercayaan diri mereka tidak didukung data, hanya didukung harapan dan doa orang t...

Kajian Linguistik: Bahasa yang Sulit Dipahami karena Banyak Kosakata Asing

  Dalam dunia linguistik—dan juga dunia pergaulan sehari-hari—ada satu fenomena menarik yang sering kita alami, tapi jarang kita sadari secara sadar sambil mengelus dagu: Bahasa menjadi sulit dipahami karena terlalu banyak kosakata asing. Temuan ini terdengar sederhana, bahkan nyaris menyebalkan karena terlalu masuk akal. Namun dampaknya luar biasa. Dari ruang kelas, ruang rapat, seminar, hingga caption media sosial, kosakata asing sering muncul seperti tamu undangan yang datang ramai-ramai tanpa konfirmasi. Awalnya satu kata asing. Lalu dua. Lalu satu kalimat penuh. Tiba-tiba kita cuma bisa mengangguk sambil berkata dalam hati: “Saya tidak mengerti, tapi saya menghargai.”   1. Ketika Bahasa Ibu Mulai Terasa Seperti Bahasa Tetangga Pernah dengar seseorang berbicara dan kita merasa: “Ini bahasa Indonesia… tapi kok rasanya kayak bukan?” Contoh kalimat: “Kita perlu melakukan assessment terkait output dan outcome supaya stakeholder bisa engage secara ...

Observasi Sosial: Orang yang Bicara Kencang Biasanya Sedang Ingin Didengar

  Dalam kehidupan sosial, ada banyak fenomena menarik yang sering kita temui, tapi jarang kita teliti secara serius. Salah satunya adalah fenomena orang bicara kencang . Bukan sekadar sedikit lebih keras. Bukan pula karena mic-nya rusak. Tapi bicara dengan volume yang membuat: Kucing tetangga menoleh Orang satu ruangan terdiam Dan kita refleks mengecilkan bahu Setelah dilakukan observasi sosial tingkat warung kopi, diskusi di angkutan umum, dan pengamatan di acara keluarga, para pengamat akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang terasa sederhana tapi dalam: Orang yang bicara kencang biasanya sedang ingin didengar. Penemuan ini terdengar sepele, tapi efeknya luas, dari ruang kelas sampai grup WhatsApp keluarga.   1. Bicara Kencang Itu Bukan Selalu Marah Mari kita luruskan dulu satu kesalahpahaman besar. Bicara kencang tidak selalu berarti marah . Kadang: Mereka tidak sadar suaranya keras Mereka terbiasa bicara di lingkungan berisik Atau seja...