Skip to main content

Posts

"Linggis dari Gudang": Balas Dendam Pemuda Kecil di Bar

1. "Linggis dari Gudang": Balas Dendam Pemuda Kecil di Bar Di sebuah kota kecil yang hanya punya satu jalan utama, satu pasar tradisional, dan satu bar dengan kursi goyang rusak di pojok ruangan, terjadi sebuah kejadian luar biasa. Bar itu bernama "Santuy's Tavern" . Tidak terlalu ramai, tapi cukup terkenal. Bukan karena minumannya enak, melainkan karena pemilik bar-nya, Pak Jatmiko, yang dikenal suka karaoke sendirian dengan suara seperti knalpot bocor. Malam itu, suasana bar cukup tenang. Hanya ada beberapa pelanggan. Di sudut ruangan, duduk seorang pemuda kecil—badannya mungil, kurus, memakai jaket jeans belel dan celana ngatung. Ia sedang menyeruput minuman ringan sambil menikmati musik pelan dari radio tua. Tak ada yang spesial darinya. Ia bukan pengunjung tetap, juga bukan pemabuk. Tapi malam itu, ia seolah menjadi tokoh utama dalam drama laga… dan tragedi. Masuklah Si Preman Pintu bar mendadak terbuka keras. Angin malam menyelinap masuk, mengibaskan...

JANDA PERAWAN

  Janda Perawan Di sebuah klinik kandungan, seorang dokter dikejutkan dengan pasien yang... ya, bisa dibilang unik bin ajaib . Datanglah seorang perempuan elegan, wajahnya tenang tapi menyimpan sejuta cerita. Usianya sudah matang, penampilannya rapi, dan dari nada bicaranya tampak percaya diri. Tapi yang membuat dokter agak mengerutkan dahi adalah ketika sang pasien memperkenalkan diri: "Dok, hati-hati ya periksanya… saya masih perawan lho!" Dokternya langsung berhenti menulis. “Lho? Ibu kan katanya sudah menikah tiga kali dan cerai tiga kali, kok masih perawan?” Senyum si ibu tak luntur. Ia menjawab dengan enteng: “Gini lho dok… Suami saya yang pertama ternyata impoten , gak bisa ngapa-ngapain. Jadi ya... aman, dok.” Dokter mengangguk pelan. “Oh... begitu. Tapi suami kedua, pasti normal, kan?” “Normal sih iya, dok. Cuma... ternyata dia gay . Jadi saya gak pernah disentuh juga.” Kening sang dokter mulai berkerut lebih dalam. “Oke… tapi suami ketiga? Masa iya dia ju...

Kesalahan yang Menjadi Kebiasaan

Drama Kantor Sehari-hari: Kejutan Kecil dari Tono Tokoh-tokoh: Pak Budi - Bos yang sering bingung, tetapi baik hati. Rina - Sekretaris yang cerdas, tetapi terkadang suka lupa. Tono - Pegawai baru yang selalu ingin mencoba hal baru, tetapi sering salah. Dina - Rekan kerja yang selalu sibuk dan agak sarkastis. Setting: Ruang kantor dengan meja, kursi, komputer, dan telepon. Adegan 1: Di ruang kantor, Rina sedang sibuk mengetik sesuatu di komputer. Pak Budi masuk dengan tampang bingung, mencari sesuatu di kantong celananya. Pak Budi: (berbisik pada diri sendiri) "Mana kunci kantor, ya? Tadi kayaknya di sini deh." Rina: (melihat Pak Budi) "Pak Budi, ada yang bisa saya bantu?" Pak Budi: "Rina, kamu lihat kunci kantor nggak? Tadi kayaknya di saku saya." Rina: (berpikir) "Hmm, coba Bapak cek di meja kerja Bapak." Pak Budi: "Oh, iya, benar juga. Mungkin ketinggalan di sana." (keluar dari r...

Surat Cinta Tangan Pertama untuk Sri – Aco, 2006

  1. "Surat Cinta Tangan Pertama untuk Sri – Aco, 2006" Kepada Sri yang selalu bersinar di hatiku , Halo, Sri… Aku harap kamu baik-baik saja. Aku nulis surat ini sambil dengerin lagu  "Kangen"  nya Dewa 19. Tiba-tiba aja aku jadi pengen ngungkapin perasaan ini, walau aku nggak tau harus mulai dari mana. Aku masih inget pertama kali liat kamu di warung Bu Ani waktu kamu beli  Tango Wafer cokelat . Rambutmu yang panjang dikepang dua, baju seragam SMP biru putihmu yang agak kebesaran, dan senyummu yang bikin aku nggak bisa tidur semalaman. Sejak saat itu, aku selalu  "kebetulan"  lewat depan sekolahmu jam 2 siang, biar bisa liat kamu pulang. Kadang aku numpang beli es teh di warung deket gerbang sekolahmu, padahal nggak haus, cuma pengen liat kamu lewat. Aku nggak berani ngomong langsung, makanya aku nulis surat ini. Aku habisin 3 lembar kertas binder  Sinar Dunia  buat nulis draftnya. Yang pertama kepanjangan, yang kedua ada coretan tipe-x, yang...