“Skripsi Saya Sudah Hampir Selesai!” — Kalimat yang
Diucapkan Selama Dua Tahun Berturut-Turut
Ada banyak misteri di dunia ini.
Mengapa kaus kaki selalu kehilangan
pasangannya setelah dicuci?
Mengapa sinyal internet hilang
justru saat dibutuhkan?
Dan yang paling membingungkan: mengapa
mahasiswa tingkat akhir selalu mengatakan skripsinya “hampir selesai”, padahal
judulnya saja baru direvisi kemarin?
Jika Anda pernah kuliah, kemungkinan
besar Anda mengenal seseorang seperti ini.
Atau... jangan-jangan Anda adalah
orangnya?
Cerita ini tentang Doni, seorang
mahasiswa tingkat akhir yang sudah terlalu lama hidup berdampingan dengan
sesuatu yang bernama skripsi.
Hubungan mereka bahkan lebih rumit
daripada hubungan dalam sinetron.
Awal
yang Penuh Semangat
Ketika pertama kali mengambil mata
kuliah skripsi, Doni sangat optimis.
Ia datang ke kampus dengan langkah
penuh percaya diri.
“Aku akan selesai dalam enam bulan,”
katanya.
Temannya, Arman, mengangguk.
“Bagus.”
“Bahkan mungkin empat bulan.”
“Wah.”
“Tiga bulan juga bisa.”
Arman hanya tersenyum.
Sebagai mahasiswa yang lebih dulu
memasuki dunia skripsi, ia tahu bahwa optimisme adalah fase awal sebelum
kenyataan datang menghampiri.
Mitos
Pertama: Skripsi Akan Selesai Jika Laptop Baru
Sebulan kemudian Doni belum menulis
banyak.
Namun ia memiliki teori.
“Aku tahu masalahnya.”
“Apa?” tanya Arman.
“Laptopku terlalu lambat.”
“Lalu?”
“Aku harus beli laptop baru.”
Dua minggu kemudian Doni membeli
laptop baru.
Spesifikasinya tinggi.
Layarnya besar.
Keyboard-nya nyaman.
Baterainya awet.
Arman bertanya,
“Bagaimana skripsinya?”
Doni menjawab,
“Belum mulai. Masih menikmati
laptopnya.”
Mitos
Kedua: Menulis Lebih Mudah di Kafe
Mahasiswa tingkat akhir memiliki
keyakinan unik.
Bahwa lokasi menentukan
produktivitas.
Suatu hari Doni mengajak Arman ke
sebuah kafe.
“Aku akan menulis skripsi di sini.”
“Bagus.”
“Suasananya mendukung.”
“Bagus.”
Dua jam kemudian.
“Sudah dapat berapa halaman?”
Doni melihat layar.
“Satu.”
“Lumayan.”
“Satu halaman menu makanan.”
Pertemuan
dengan Dosen Pembimbing
Inilah bagian yang paling
mendebarkan.
Doni akhirnya menemui dosen
pembimbing.
“Bagaimana progresnya?”
“Baik, Pak.”
“Sudah sampai mana?”
“Sedang proses.”
Dosen mengangguk.
“Proses apa?”
“Proses memulai, Pak.”
Dosen menatap Doni selama beberapa
detik.
“Jadi belum mulai?”
“Kalau dilihat dari sudut
tertentu... iya.”
Mitos
Ketiga: Inspirasi Datang Tengah Malam
Banyak mahasiswa percaya bahwa ide
terbaik muncul pada malam hari.
Doni juga percaya.
Setiap malam ia duduk di depan
laptop.
Membuka file skripsi.
Menatap layar.
Lalu membuka media sosial.
Satu jam berlalu.
Dua jam berlalu.
Tiga jam berlalu.
Temannya mengirim pesan.
Arman: Lagi nulis skripsi?
Doni: Iya.
Arman: Sampai mana?
Doni: Masih di halaman pertama.
Arman: Dari tadi?
Doni: Aku sedang membangun suasana akademik.
Mitos
Keempat: Seminar Proposal adalah Ujian Kehidupan
Akhirnya Doni berhasil menyusun
proposal.
Hari seminar tiba.
Wajahnya pucat.
Tangannya dingin.
Jantungnya berdebar.
“Aku gugup,” katanya.
“Tenang,” jawab Arman.
“Aku takut ditanya.”
“Itu memang tujuan seminar.”
“Kenapa harus ada pertanyaan?”
“Karena itu seminar.”
Doni menghela napas panjang.
“Kalau begitu kenapa tidak langsung
wisuda saja?”
Bahasa
Rahasia Mahasiswa Skripsi
Mahasiswa tingkat akhir memiliki
kosakata khusus.
Misalnya:
“Sedang revisi.”
Artinya bisa:
- Baru menerima revisi.
- Belum membaca revisi.
- Baru berniat membaca revisi.
- Atau bahkan belum membuka file revisi.
Ada juga kalimat legendaris:
“Besok saya kerjakan.”
Kalimat ini dapat bertahan selama
berbulan-bulan tanpa kehilangan popularitasnya.
Mitos
Kelima: Skripsi Bertambah Panjang Saat Ditinggal
Suatu hari Doni membuka file
skripsinya.
“Kenapa rasanya tidak
selesai-selesai?”
Arman melihat.
“Karena kamu baru menulis 25
halaman.”
“Tapi minggu lalu juga 25 halaman.”
“Karena minggu lalu memang 25
halaman.”
“Kenapa tidak bertambah sendiri?”
Arman menatapnya.
“Karena itu skripsi, bukan tanaman.”
Fase
Halusinasi Akademik
Semakin dekat deadline, semakin aneh
perilaku mahasiswa tingkat akhir.
Suatu malam Doni menelepon Arman.
“Aku baru sadar sesuatu.”
“Apa?”
“Semua orang di dunia ini sepertinya
sudah lulus.”
“Itu hanya perasaanmu.”
“Bahkan tukang bakso dekat kos sudah
terlihat lebih sukses.”
“Tidurlah.”
“Aku rasa dosen pembimbing muncul
dalam mimpiku.”
“Itu normal.”
“Beliau memberi revisi di mimpi.”
“Kalau begitu besok revisinya
dikerjakan.”
Pertanyaan
yang Menakutkan
Ada satu pertanyaan yang paling
ditakuti mahasiswa tingkat akhir.
Bukan pertanyaan dosen.
Bukan pertanyaan penguji.
Melainkan pertanyaan keluarga saat
acara kumpul.
“Sekarang semester berapa?”
“Semester akhir.”
“Sudah skripsi?”
“Sudah.”
“Kapan wisuda?”
Doni selalu menjawab dengan senyum
tipis.
“Segera.”
Kata “segera” ini memiliki arti yang
sangat luas.
Bisa bulan depan.
Bisa tahun depan.
Bisa juga menunggu keajaiban.
Hari
yang Dinanti
Setelah perjuangan panjang, revisi
yang tidak terhitung, dan konsumsi kopi yang cukup untuk membuka kedai kecil,
akhirnya Doni menjalani sidang skripsi.
Sidang berjalan lancar.
Penguji memberikan beberapa
pertanyaan.
Doni berhasil menjawab.
Akhirnya keluar keputusan.
“Selamat, Anda dinyatakan lulus.”
Doni hampir tidak percaya.
“Benarkah?”
“Iya.”
“Tidak ada revisi lagi?”
“Ada sedikit.”
Doni langsung lemas.
Mitos
yang Selalu Hidup
Skripsi memang bukan sekadar tugas
akhir.
Bagi banyak mahasiswa, skripsi
adalah perjalanan spiritual.
Ada harapan.
Ada perjuangan.
Ada air mata.
Ada kopi.
Banyak kopi.
Dan di sepanjang perjalanan itu,
selalu muncul berbagai mitos yang diwariskan dari angkatan ke angkatan.
Mulai dari keyakinan bahwa laptop
baru akan mempercepat kelulusan, hingga teori bahwa inspirasi hanya muncul
setelah pukul dua pagi.
Padahal pada akhirnya, satu-satunya
cara agar skripsi selesai adalah duduk, membuka laptop, dan benar-benar
menulis.
Meski begitu, satu mitos tetap
bertahan hingga hari ini.
Yaitu kalimat:
“Skripsi saya sudah hampir selesai.”
Kalimat yang bisa diucapkan seorang
mahasiswa selama dua tahun penuh dengan tingkat keyakinan yang sama.
Dan yang lebih lucu, teman-temannya
biasanya langsung tahu bahwa kalimat itu belum tentu berarti apa-apa.
Nah, bagaimana dengan Anda? Mitos
skripsi apa yang paling sering Anda dengar atau bahkan pernah Anda percayai
saat menjadi mahasiswa tingkat akhir?
😄📚☕🎓
No comments:
Post a Comment