“Saya Tidak Mengerjakan PR Karena Diculik Semut!” — 11
Alasan Kreatif Siswa yang Membuat Guru Kehabisan Kata
Di dunia pendidikan, ada dua hal
yang pasti terjadi: guru memberi PR, dan siswa mencari alasan ketika PR itu tidak
dikerjakan.
Sebagai guru, saya pernah mendengar
berbagai alasan. Mulai dari yang masuk akal sampai yang membuat saya
bertanya-tanya apakah siswa tersebut sedang mengikuti lomba menulis cerita
fiksi tingkat nasional.
Yang menarik, semakin dekat waktu pengumpulan
tugas, semakin tinggi pula kreativitas siswa. Bahkan jika kreativitas itu
digunakan untuk mengerjakan PR, mungkin mereka sudah bisa memenangkan berbagai
kompetisi akademik.
Berikut adalah beberapa alasan
paling kreatif yang pernah saya dengar dari para siswa.
1.
PR Saya Dimakan Kambing Tetangga
Suatu pagi, seorang siswa datang
dengan wajah sedih.
“Pak, saya tidak bisa kumpulkan PR.”
“Kenapa?”
“Dimakan kambing, Pak.”
Saya mencoba tetap tenang.
“Kambing makan buku?”
“Iya, Pak. Awalnya saya juga tidak
percaya.”
“Terus bagaimana?”
“Kambingnya sekarang lebih pintar
dari saya.”
Seluruh kelas tertawa.
Saya hampir ikut tertawa, tetapi
masih berusaha mempertahankan wibawa sebagai guru.
2.
Saya Sudah Kerjakan, Tapi Hilang Karena Angin
Seorang siswa lain memberikan
penjelasan yang tidak kalah unik.
“Pak, sebenarnya saya sudah
mengerjakan PR.”
“Lalu?”
“Terbang, Pak.”
“Terbang ke mana?”
“Tidak tahu. Anginnya kencang
sekali.”
“PR kamu ditaruh di mana?”
“Di atas motor.”
“Kenapa ditaruh di atas motor?”
“Karena meja sedang dipakai kucing
tidur.”
Logika yang sangat sulit dibantah.
3.
Tinta Pulpen Saya Mogok Kerja
Ketika ditanya mengapa tidak
mengerjakan tugas, seorang siswa menjawab dengan serius.
“Pulpen saya mogok kerja, Pak.”
“Maksudnya habis tintanya?”
“Bukan.”
“Lalu?”
“Sepertinya pulpen saya sedang
burnout.”
Saya terdiam.
Anak zaman sekarang ternyata tidak
hanya mengenal kesehatan mental manusia, tetapi juga kesehatan mental alat
tulis.
4.
Laptop Saya Sedang Puasa
Di era digital, alasan juga ikut
berkembang.
“Kenapa tugasnya belum dikirim?”
“Laptop saya sedang puasa, Pak.”
“Puasa apa?”
“Tidak mau menyala sampai magrib.”
“Siapa yang bilang begitu?”
“Saya, Pak.”
Teman-temannya langsung tertawa
terbahak-bahak.
5.
Saya Kehilangan Inspirasi Karena Ayam Berkokok Terlalu Keras
Seorang siswa menjelaskan dengan
ekspresi sangat meyakinkan.
“Pak, saya sebenarnya mau
mengerjakan.”
“Tapi?”
“Ayam tetangga berkokok terus.”
“Lalu hubungannya?”
“Saya kehilangan inspirasi.”
“Kamu mengerjakan PR atau menulis
novel?”
“Itu dia, Pak. Saya juga bingung.”
6.
PR Saya Tertukar dengan Daftar Belanja Ibu
Ini salah satu favorit saya.
“Mana tugasmu?”
“Salah bawa, Pak.”
“Salah bawa bagaimana?”
“Saya membawa daftar belanja ibu.”
“PR-nya?”
“Ibu yang bawa ke pasar.”
“Kenapa bisa begitu?”
“Kami sama-sama menulis di buku
tulis yang mirip.”
Saya membuka buku yang dibawanya.
Isinya:
- Cabai 1 kg
- Bawang merah
- Minyak goreng
- Sabun cuci
Saya tidak tahu harus memberi nilai
berapa untuk daftar tersebut.
7.
Saya Menunggu Ilham Datang
Seorang siswa terkenal santai
menjawab pertanyaan saya.
“Kenapa belum dikerjakan?”
“Saya masih menunggu ilham.”
“Sudah berapa lama?”
“Tiga hari, Pak.”
“Datang tidak?”
“Belum.”
“Kalau begitu kerjakan saja tanpa
ilham.”
“Takut ilhamnya tersinggung, Pak.”
Saya menyerah.
8.
Kucing Saya Mengubah Struktur Tugas
Siswa pecinta kucing biasanya punya
alasan yang unik.
“Pak, tugas saya rusak.”
“Kenapa?”
“Kucing saya duduk di atasnya.”
“Itu tidak merusak.”
“Masalahnya dia duduk sambil minum
air.”
“Bagaimana caranya?”
“Itu juga yang saya herankan, Pak.”
Sampai hari ini saya masih penasaran
bagaimana kucing itu melakukannya.
9.
Saya Sedang Meneliti Efek Tidak Mengerjakan PR
Ada siswa yang mencoba menggunakan
pendekatan ilmiah.
“Kenapa tidak mengerjakan?”
“Saya sedang penelitian, Pak.”
“Penelitian apa?”
“Efek psikologis tidak mengerjakan
PR terhadap guru.”
“Lalu hasilnya?”
“Guru terlihat mulai marah.”
“Kesimpulannya?”
“Hipotesis saya terbukti.”
Anak ini sepertinya calon peneliti
masa depan.
10.
Saya Salah Mengerti Instruksi
Suatu hari saya berkata:
“Kerjakan tugas di rumah.”
Keesokan harinya seorang siswa
datang tanpa tugas.
“Kenapa tidak dikerjakan?”
“Karena saya tidak punya rumah
sendiri, Pak.”
Kelas langsung meledak tertawa.
Saya menatapnya beberapa detik.
“Lalu kamu tinggal di mana?”
“Di rumah orang tua, Pak.”
“Nah, itu rumah.”
“Oh begitu maksudnya.”
Saya curiga dia sebenarnya hanya
mencari hiburan pagi.
11.
Saya Diculik Semut
Inilah alasan paling legendaris.
Seorang siswa datang terlambat
sekaligus tidak membawa PR.
“Apa alasanmu kali ini?”
“Semut, Pak.”
“Semut kenapa?”
“Saya diculik semut.”
Kelas mendadak hening.
“Coba jelaskan.”
“Tadi malam saya tidur di ruang
tamu.”
“Lalu?”
“Ada banyak semut.”
“Terus?”
“Saya merasa mereka sedang
merencanakan sesuatu.”
“Dan?”
“Saya ketiduran.”
“Lalu?”
“Pas bangun, saya sudah tidak sempat
mengerjakan PR.”
“Jadi bagian diculiknya di mana?”
“Di mimpi saya, Pak.”
Seluruh kelas tertawa sampai ada
yang hampir jatuh dari kursi.
Bahkan saya sendiri tidak sanggup
menahan senyum.
Kreativitas
yang Salah Tempat
Setelah bertahun-tahun mengajar,
saya menyadari satu hal. Banyak siswa sebenarnya sangat kreatif. Mereka mampu
menciptakan cerita yang rumit, penuh detail, dan terkadang lebih menarik
daripada sinetron televisi.
Sayangnya, kreativitas itu sering
digunakan untuk mencari alasan daripada menyelesaikan tugas.
Padahal jika energi yang sama
dipakai untuk mengerjakan PR, mungkin tugas selesai lebih cepat daripada
menyusun cerita tentang kambing intelektual, pulpen yang burnout, atau semut
penculik manusia.
Namun di sisi lain, alasan-alasan
unik itu sering menjadi bumbu yang membuat suasana kelas lebih hidup. Guru
mungkin kesal sesaat, tetapi beberapa cerita akan tetap dikenang dan
diceritakan kembali bertahun-tahun kemudian.
Karena sejujurnya, tidak semua siswa
yang lupa mengerjakan PR bisa membuat satu kelas tertawa hanya dengan satu
kalimat:
“Maaf Pak, PR saya dimakan kambing,
lalu kambingnya lulus lebih dulu dari saya.”
Nah, sekarang giliran Anda. Apa
alasan paling lucu atau paling kreatif yang pernah Anda dengar (atau mungkin
pernah Anda gunakan) saat tidak mengerjakan PR? 😄
No comments:
Post a Comment