Tinggal Klik “Presentasi”, Internet Langsung Menghilang! Apakah Provider
Saya Bekerja Sama dengan Takdir?
Ada sebuah hukum alam yang belum berhasil dijelaskan
oleh para ilmuwan hingga hari ini.
Bukan gravitasi.
Bukan teori relativitas.
Bukan juga misteri segitiga Bermuda.
Melainkan:
Internet akan selalu baik-baik saja saat kita
menonton video kucing selama tiga jam, tetapi akan langsung menghilang saat
sedang ada urusan penting.
Korban dari hukum alam ini adalah seorang dosen bernama
Pak Rahman.
Pak Rahman adalah tipe orang yang selalu mempersiapkan
segala sesuatu dengan matang.
Kalau ada presentasi pukul 10 pagi, pukul 8 ia sudah
siap.
Kalau ada rapat pukul 1 siang, pukul 12 ia sudah duduk
di depan laptop.
Pokoknya disiplin.
Sayangnya, ada satu hal yang tidak bisa ia atur.
Yaitu hubungan emosional antara internet dan nasib
buruk.
Suatu hari Pak Rahman mendapat undangan untuk
mempresentasikan hasil penelitiannya di sebuah seminar nasional.
Pesertanya ratusan orang.
Ada profesor.
Ada peneliti.
Ada mahasiswa.
Ada moderator yang wajahnya selalu tampak lebih serius
daripada petugas ujian.
Pak Rahman sudah menyiapkan semuanya.
Laptop siap.
Slide siap.
Kopi siap.
Bahkan baju yang dipakai sudah dipilih sejak malam
sebelumnya.
Pukul 09.55 semuanya berjalan sempurna.
Internet lancar.
Suara jernih.
Kamera jelas.
Pak Rahman tersenyum.
"Hari ini pasti aman."
Kalimat yang kemudian terbukti sebagai kesalahan
terbesar dalam hidupnya.
Moderator membuka acara.
"Baik, selanjutnya kita akan mendengarkan pemaparan
dari Pak Rahman."
Pak Rahman mengangguk percaya diri.
"Terima kasih. Pada kesempatan kali ini saya akan
menjelaskan hasil penelitian yang sangat menarik mengenai—"
Beku.
Layar diam.
Suara hilang.
Internet putus.
Tepat.
Di tengah kalimat pertama.
Pak Rahman menatap ikon Wi-Fi.
Tidak ada sinyal.
Tidak satu batang pun.
Kosong.
Seperti isi dompet setelah tanggal tua.
"Astaga!"
Ia langsung berdiri.
Mengangkat modem.
Meletakkan modem.
Mengangkat lagi.
Menggoyang-goyangkannya seperti dukun sedang memanggil
hujan.
Tetap tidak ada hasil.
Lima menit kemudian internet kembali.
Ia masuk lagi ke ruang seminar.
Moderator menyambutnya.
"Oh, Pak Rahman sudah kembali."
"Maaf, internet saya bermasalah."
"Baik, silakan lanjut."
Pak Rahman menarik napas.
"Terima kasih. Jadi penelitian ini berfokus
pada—"
Putus lagi.
Kali ini lebih cepat.
Bahkan belum sempat menyelesaikan satu kalimat.
Pak Rahman mulai curiga.
"Ini bukan gangguan."
"Ini serangan pribadi."
Karena panik, ia keluar rumah mencari sinyal.
Laptop di tangan.
Kabel charger menjuntai.
Ia berjalan ke halaman.
Tidak ada sinyal.
Naik ke teras.
Tidak ada sinyal.
Berdiri di atas bangku.
Masih tidak ada sinyal.
Tetangga lewat dan bertanya.
"Pak, lagi ngapain?"
"Mencari internet."
"Di atas bangku?"
"Internet sekarang suka tempat tinggi."
Tetangga mengangguk.
Padahal jelas tidak mengerti.
Akhirnya Pak Rahman menemukan satu titik sinyal di sudut
halaman.
Sangat kecil.
Sangat lemah.
Tetapi cukup untuk masuk Zoom.
Ia langsung duduk di sana.
Masalahnya, titik itu berada tepat di dekat kandang
ayam.
Ketika seminar berlangsung, peserta mendengar suara
aneh.
"Kukuruyuuuk!"
Moderator terdiam.
Profesor terdiam.
Peserta terdiam.
Pak Rahman juga terdiam.
Ayam tidak.
Ayam justru semakin semangat.
Moderator bertanya.
"Itu suara apa, Pak?"
Pak Rahman menjawab jujur.
"Itu rekan penelitian saya."
Ruang seminar langsung tertawa.
Namun cobaan belum selesai.
Karena beberapa menit kemudian hujan turun.
Pak Rahman melihat langit.
Lalu melihat laptop.
Lalu melihat awan.
Ia mulai melakukan negosiasi dengan alam semesta.
"Jangan sekarang."
Hujan tidak peduli.
Ia turun dengan semangat penuh.
Pak Rahman berlari masuk rumah sambil membawa laptop.
Internet kembali hilang.
Ia keluar lagi.
Sinyal muncul.
Masuk lagi.
Sinyal hilang.
Keluar lagi.
Muncul.
Tetangga yang melihat mulai khawatir.
"Pak Rahman kenapa?"
"Mungkin olahraga."
"Olahraga apa?"
"Interval internet."
Sementara itu di ruang seminar, peserta mulai menikmati
situasi.
Mereka bahkan membuat prediksi.
"Menurut Anda, Pak Rahman akan hilang lagi dalam
berapa menit?"
"Dua menit."
"Saya pilih satu menit."
Benar saja.
Satu menit kemudian koneksi putus lagi.
Peserta yang menebak satu menit menang.
Setelah perjuangan panjang, presentasi akhirnya selesai.
Atau lebih tepatnya, berhasil diselamatkan.
Pak Rahman berhasil menyampaikan materi meski
terpotong-potong seperti sinetron yang terlalu banyak iklan.
Ia merasa lega.
Sangat lega.
Namun kisah paling lucu justru terjadi setelah seminar.
Beberapa hari kemudian ia menerima sertifikat peserta.
Di kolom komentar panitia tertulis:
"Terima kasih atas presentasi yang inspiratif dan
penuh kejutan."
Pak Rahman bingung.
Lalu ia membaca evaluasi peserta.
Salah satunya berbunyi:
"Materi bagus. Ayamnya juga aktif."
Yang lain menulis:
"Presentasi pertama yang membuat saya belajar
metodologi penelitian sekaligus mengenal kehidupan peternakan."
Bahkan ada peserta yang mengirim pesan pribadi.
"Pak, ayam yang kemarin kabarnya bagaimana?"
Pak Rahman tidak tahu harus tersinggung atau bangga.
Sejak kejadian itu, ia memiliki kebiasaan baru.
Kalau ada acara penting, ia menyiapkan:
- Wi-Fi
rumah.
- Paket data
cadangan.
- Paket
data cadangan untuk paket data cadangan.
- Power
bank.
- Charger.
- Dan doa
yang sangat panjang.
Karena pengalaman telah mengajarkannya satu hal.
Internet memiliki kemampuan misterius.
Selama kita santai, ia akan baik-baik saja.
Namun begitu kita berkata:
"Acara ini sangat penting."
Internet biasanya langsung menjawab:
"Menarik. Mari kita lihat seberapa penting."
Dan entah mengapa, ia selalu memilih saat yang paling
tidak tepat untuk menghilang.
Sampai hari ini, setiap kali melihat ikon sinyal penuh,
Pak Rahman tidak pernah benar-benar percaya.
Karena ia tahu hubungan manusia dan internet itu mirip
hubungan dengan cuaca.
Kelihatannya cerah.
Tetapi siapa tahu lima menit lagi berubah menjadi
bencana.
Dan kalau suatu hari Anda melihat seseorang berlari
keluar masuk rumah sambil membawa laptop di tengah hujan, jangan langsung
heran.
Mungkin dia bukan sedang olahraga.
Mungkin dia hanya sedang berusaha menyelamatkan masa
depannya dari jaringan internet yang sedang mencari hiburan.
Nah, bagaimana dengan Anda? Pernahkah internet menghilang tepat pada
saat paling penting dalam hidup Anda? Apa kejadian paling lucu atau paling
menyebalkan yang pernah Anda alami gara-gara sinyal?