Juara Baca Judul, Kaya Raya Isi Kepala (Yang Salah Semua)
Peringatan: Artikel ini
khusus dipersembahkan untuk kalian yang sering komentar "HOAX!"
padahal cuma baca judulnya doang. Kalau merasa tersindir, berarti kalian sedang
membaca artikel ini dengan benar. Selamat!
Pembukaan ala CERCU:
Sobat
CERCU yang berbahagia, pernah nggak sih kalian lihat seseorang yang sangat
percaya diri berkomentar tentang suatu berita, tapi setelah kalian baca
isinya... ternyata dia salah total? Dan yang lebih lucu lagi, dia membela
mati-matian kesalahannya hanya karena dia "baca judulnya aja udah cukup"?
Nah,
fenomena sosial ini sudah menjangkiti banyak orang. Mulai dari bapak-bapak
kompleks, ibu-ibu arisan, sampai anak magang kantoran. Mereka adalah para
pembaca judul sejati. Mereka menganggap bahwa judul berita adalah isi
berita. Kalau judulnya "Pemerintah Bagikan Uang Gratis", ya sudah,
mereka langsung datang ke kantor pos pukul 4 pagi. Padahal isinya:
"Pemerintah bagikan uang gratis... untuk para korban banjir di daerah
tertentu dengan syarat dan ketentuan berlaku."
Mari
kita saksikan drama komedi satu ini. Saksikan sambil pegang dada, jangan sampai
sobek karena ketawa.
Pemeran:
- Pak RT (60
tahun): Pensiunan
yang merasa dirinya paling update soal berita. Padahal sumbernya cuma grup
WA "Warga Sehat Berseri" yang isinya hoax semua.
- Bu RW (55
tahun): Ibu-ibu
kritis yang suka ngoreksi informasi. Tapi kesel karena nggak ada yang
pernah denger dia.
- Mas Andri (28
tahun): Mahasiswa
jurusan Ilmu Komunikasi. Capek-capek belajar baca berita, eh dosennya
malah baca judul doang.
- Mbak Tika (25
tahun): Karyawati
yang menjadi korban salah paham karena judul berita yang dibaca atasannya.
Babak 1: Pagi Hari di Warung Kopi
Suasana
warung kopi "Sumber Gosip". Pak RT datang dengan langkah penuh
kemenangan. Wajahnya cerah seperti baru menang lotre.
Pak
RT (duduk
sambil meletakkan HP di meja dengan gaya) : "Wah, wah, wah... Pagi ini ada
kabar gembira, warga-warga sekalian!"
Mas
Andri (sambil
nyruput kopi pahit) : "Apa lagi, Pak RT? Ada info bansos cair? Atau ada
lomba balap karung lagi?"
Pak
RT :
"Bukan! Lebih heboh dari itu! Barusan saya baca berita! Judulnya:
'PRESIDEN SETUJU UANG KULIAH GRATIS UNTUK SEMUA MAHASISWA INDONESIA MULAI BULAN
DEPAN'!"
Mbak
Tika (langsung
meletakkan roti bakar) : "APA? GRATIS? BERARTI SAYA NGGAK PERLU NYICIL UKT
LAGI DONG?!"
Mas
Andri (masih
tenang, karena sudah terbiasa) : "Pak... baca isinya belum?"
Pak
RT :
(tersinggung) "Isi apaan? Judulnya sudah jelas! 'UANG KULIAH GRATIS UNTUK
SEMUA MAHASISWA'! Artinya gratis, Andri! Saya kan bisa baca!"
Mas
Andri :
"Pak, coba saya baca beritanya... (baca HP) ...disini tulisannya:
'Presiden setuju uang kuliah gratis untuk semua mahasiswa... yang
berasal dari keluarga kurang mampu dan terdaftar di KIP Kuliah. Itu beda,
Pak. Nggak semua."
Pak
RT :
(diam sesaat. Lalu tertawa keras) "HAHAHA! Itu kan berita lama! Yang saya
baca versi terbaru!"
Mbak
Tika :
"Tapi Pak RT, HP Bapak kan masih nunjuk ke berita yang sama."
Pak
RT :
"Oh... ini mah cuma ulang tahun berita. Maksudnya berita tahun lalu. Yang
baru belum keluar. Tapi yang penting intinya sama: gratis."
Mas
Andri (ngelus
dada) : "Pak RT, beda. Itu syaratnya. Kalau nggak baca isi, bisa salah
paham."
Pak
RT :
"Ya udah kalau gitu. Berarti kita semua harus jadi mahasiswa miskin dulu.
Siapa yang mau? Sini saya daftarkan!"
Mbak
Tika :
"Pak... saya masih kerja. Bisa nggak saya jadi mahasiswa miskin tapi gaji
tetap masuk?"
Pak
RT :
"Bisa! Asal Bapak yang jadi rektor. Nanti Bapak atur."
Babak 2: Siang Hari di Ruang Kantor Mbak Tika
Kantor
tempat Mbak Tika bekerja tiba-tiba heboh. Atasan Mbak Tika, sebut saja Pak Bos
(50 tahun), baru saja membaca judul berita di sela-sela meeting.
Pak
Bos (membuka
HP, lalu mukanya berubah panik) : "TIKA! ADA APA INI?!"
Mbak
Tika :
"Ada apa, Pak?"
Pak
Bos :
"Saya baca berita! Judulnya: 'PERUSAHAAN DI SELURUH INDONESIA Wajib
MEMBERIKAN BONUS 200% UNTUK KARYAWAN BULAN DEPAN'!"
Mbak
Tika :
(mata berbinar-binar) "BENER, PAK?!"
Pak
Bos :
"Beneran ada di berita! Saya liat sendiri judulnya! Tapi... kok perusahaan
saya belum siap ya? Ini gawat! Bisa bangkrut!"
Mbak
Tika :
"Pak, coba saya lihat... (membaca HP) ...Pak, ini judulnya 'Perusahaan di
Seluruh Indonesia Wajib Memberikan Bonus 200% untuk Karyawan... JIKA
MENCAPAI TARGET PRODUKSI 500% '. Itu bukan wajib, Pak. Itu kalau
berhasil."
Pak
Bos :
"500%? Siapa yang bisa mencapai 500%? Mana mungkin!"
Mbak
Tika :
"Tuh kan, Pak. Jadi aman. Nggak perlu bonus."
Pak
Bos :
"Tapi judulnya bilang wajib!"
Mbak
Tika :
"Ya itu judul clickbait, Pak. Biar banyak yang klik."
Pak
Bos :
"ASTAGA! Saya pusing! Mulai sekarang, setiap ada judul 'wajib', laporkan
ke saya. Saya takut ada yang mewajibkan saya bagi-bagi duit lagi."
Mbak
Tika (dalam
hati) : "Untung Pak Bos cuma baca judul. Kalau baca isi, mungkin dia malah
minta bonus 200% buat dirinya sendiri."
Babak 3: Sore Hari, Rapat RT
Rapat
RT di rumah Pak RT. Suasana tegang karena ada kabar buruk dari judul berita.
Pak
RT (berdiri
di depan, mengumumkan dengan suara bergetar) : "Warga sekalian! Saya baru
saja membaca berita mengejutkan! Judulnya: 'BULAN DEPAN, LISTRIK NAIK 300%!'
Semua warga kaget.
Bu
RW :
"300%? Itu berarti bayar listrik bisa sebulan 5 jutaan dong? Gila!"
Pak
RT :
"Itu belum seberapa! Judulnya lagi: 'PERTAMINA NAIKKAN HARGA BBM
400%'!"
Mas
Andri (udah
pasrah) : "Pak, sekali lagi... itu cuma judul. Coba baca isinya. Saya
yakin ada kata-kata 'untuk wilayah tertentu' atau 'dalam skenario
tertentu'."
Pak
RT :
(ngotot) "Andri, Andri... kamu ini anak kuliahan kok pesimis. Judul itu
kan rangkuman isi. Jadi nggak perlu baca panjang-panjang."
Bu
RW :
"Tapi Pak RT, saya punya prinsip: judul boleh bohong, isi biasanya pelipur
lara."
Pak
RT :
"Apa maksudnya?"
Bu
RW :
"Maksudnya, isi berita itu biasanya bilang 'tidak jadi' atau 'masih
wacana'. Jadi kalau baca judul doang, kita bisa panik tanpa alasan."
Pak
RT :
(merenung sejenak) "Oke, kalau begitu... sekarang kita baca isinya ya.
Siapa yang punya kuota?"
Mbak
Tika :
"Saya punya, Pak. (membaca) ...Nih, Pak. Berita listrik naik 300%... Itu
untuk pelanggan dengan daya 100.000 VA ke atas. Itu pabrik, Pak. Bukan rumah
tangga."
Pak
RT :
"Oh... jadi aman?"
Mbak
Tika :
"Aman, Pak. Dan berita BBM naik 400%... Itu untuk jenis BBM avtur. Buat
pesawat, Pak. Bukan pertalite."
Pak
RT :
(diam total. Malu sekali) "Jadi... semua berita tadi nggak ada yang kena
kita?"
Mas
Andri :
"Nggak ada, Pak. Kecuali Bapak punya pabrik dan pesawat pribadi."
Semua warga tertawa.
Pak
RT (menggaruk
kepala yang botak) : "Ya ampun... habis saya kocak. Berarti selama ini
saya sering panik tanpa sebab?"
Bu
RW :
"Selalu, Pak. Dua minggu lalu Bapak bilang 'pemerintah akan menghapus uang
kertas'. Padahal isinya cuma 'pemerintah akan menarik uang kertas tahun
2015'."
Pak
RT :
"Lha terus bedanya apa?"
Bu
RW :
"Bedanya 9 tahun, Pak."
Babak 4: Malam Hari, Pak RT Belajar dari Kesalahan
Di
rumah Pak RT, malam hari. Beliau duduk termenung di teras sambil memandangi HP.
Pak
RT :
(berbicara pada diri sendiri) "Selama 60 tahun hidup, saya baru sadar.
Judul itu... ternyata bukan isi. Isi itu... ternyata di dalam."
Istrinya
muncul.
Istri
Pak RT :
"Pak, Bapak ngapain termenung sendirian?"
Pak
RT :
"Saya sedang merenungkan dosa-dosa saya selama ini. Saya sering kali
menyebarkan informasi tanpa membaca isinya. Saya bersalah."
Istri : "Ya
sudah lah, Pak. Yang penting mulai sekarang baca isi sebelum share. Jangan cuma
judul."
Pak
RT :
"Iya. Tapi... ini susah, Bu. Isi berita panjang-panjang. Saya kan cuma
lulusan SD."
Istri : "Ya
Bapak bisa minta tolong anak-anak. Mereka kan bisa baca."
Pak
RT :
(bersemangat lagi) "Benar juga. Mulai besok, saya akan minta Mas Andri
untuk merangkum isi berita. Judulnya 'Ringkasan Berita oleh Mas Andri'."
Istri : "Pak,
itu namanya bukan berita lagi. Itu PR untuk Mas Andri."
Pak
RT :
"Ya nggak apa. Yang penting saya dapat informasi yang benar."
Babak 5: Pagi Berikutnya, Kebiasaan Belum Berubah
Pagi
harinya, warung kopi kembali ramai. Pak RT datang dengan HP di tangan.
Pak
RT (riang
gembira) : "WARGA! KABAR BAIK! SAYA BACA JUDUL: 'SEMUA KARTU KREDIT
DIHAPUSKAN BULAN DEPAN'!"
Mas
Andri (nyaris
tersedak kopi) : "PAK RT! BELAJAR DARI KEMARIN!"
Pak
RT :
"Tenang, Andri! Kali ini saya sudah baca isinya! Ternyata... (membuka HP,
lalu wajahnya berubah) ... eh... kok isinya bilang 'hanya untuk kartu kredit
yang sudah tidak aktif selama 20 tahun'?"
Mbak
Tika :
"Jadi... nggak ada yang kehapus, Pak?"
Pak
RT :
(menunduk malu) "Kartu kredit saya yang aktif... tetap ada. Yang kehapus
cuma kartu yang sudah kadaluarsa sejak jaman saya masih muda."
Mas
Andri :
"Pak RT, judulnya benar. Tapi isinya untuk orang yang sudah nggak punya
kartu kredit. Jadi buat apa diumumin?"
Pak
RT :
(menghela napas panjang) "Iya juga ya... Judul yang menipu. Tapi nggak
apa. Yang penting saya sudah berusaha baca isi."
Bu
RW :
"Ya sudah, Pak RT. Yang penting niatnya baik. Cuma... jangan panik dulu
sebelum baca isi ya."
Pak
RT :
"Setuju. Mulai sekarang, saya akan baca isi berita dulu. Kalau terlalu panjang,
saya baca judulnya saja dua kali. Biar paham."
Mas
Andri :
"Itu tetap sama saja, Pak."
Penutup dari CERCU:
Sobat
CERCU, fenomena "baca judul doang" ini sebenarnya lucu sekaligus
mengkhawatirkan. Lucu karena seringkali terjadi kesalahpahaman yang absurd.
Tapi mengkhawatirkan karena informasi yang salah bisa menyebar lebih cepat dari
informasi yang benar. Kita hidup di era di mana judul dibuat untuk
menarik perhatian, bukan untuk merangkum isi. Jadilah pembaca yang cerdas.
Jangan sampai kita seperti Pak RT yang setiap pagi bikin heboh satu kampung
hanya karena salah baca judul.
Ingatlah
selalu: judul itu seperti jendela. Kita bisa melihat ke dalam, tapi tidak tahu
persis isi rumahnya sampai kita masuk ke dalam. Jadi, buka pintunya.
Baca isinya. Baru komentar. Nggak usah sok tahu cuma dari kaca jendela.
Pertanyaan dari CERCU buat kalian:
Nah,
sekarang giliran kalian curhat, Sobat CERCU. Ceritakan pengalaman paling absurd
yang pernah kalian alami atau saksikan tentang "pembaca judul tanpa
isi". Mungkin ada kerabat atau teman kalian yang dengan percaya diri
menyebarkan hoax cuma karena judulnya bombastis? Atau mungkin kalian sendiri
pernah menjadi korban salah paham karena cuma baca judul? Atau bahkan kalian
punya cerita tentang orang yang berdebat habis-habisan tentang suatu topik,
tapi ternyata dia belum pernah baca isi berita yang dia debatkan? Share di
kolom komentar ya!
Dan
yang paling penting: sebelum share artikel ini ke grup WA atau sosmed, baca
dulu isinya sampai habis. Jangan sampai kalian cuma baca judul 'CERCU: Orang
yang Membaca Judul Tanpa Isi Berita', lalu kalian kira ini berita serius, lalu
kalian panik, lalu kalian komentar 'HOAX!' di kolom komentar. Kan lucu nanti. 😂
Tetap
baca sampai habis, Sobat CERCU. Karena bahagia itu sederhana: membaca,
memahami, lalu tertawa bersama. Sampai jumpa di cerita lucu berikutnya!
CERCU
– Tertawa Itu Gratis, Hoax Itu Mahal. 😁
No comments:
Post a Comment