Gila Diskon! Dompet Menangis, Emosi Meledak, tapi Parcel Gratis Bikin Damai
Peringatan: Artikel ini
mengandung adegan rebutan barang diskonan yang tidak disarankan ditiru oleh
penderita darah tinggi dan pemilik kartu kredit yang limitnya sudah tipis.
Pembukaan ala CERCU:
Sobat
CERCU yang berbahagia, pernah nggak sih kalian ngerasa bahwa diskon 50% itu
sebenarnya jebakan? Iya, jebakan batman. Awalnya kalian cuma mau beli satu
barang. Tapi begitu liat tulisan "FLASH SALE 90%", tiba-tiba kalian
berubah jadi manusia super yang siap rebutan barang dengan ibu-ibu tangguh.
Nah,
kali ini kita akan menyaksikan sebuah tragedi komedi epik bernama "THE
GREAT DISCOUNT WAR" yang terjadi di sebuah pusat perbelanjaan.
Bukan perang saudara. Tapi perang antar umat manusia yang rela mati-matian demi
satu bungkus tisu yang harganya turun Rp2.000.
Pemeran Utama:
- Mbak Rere (28
tahun): Karyawati
kantoran yang gajinya habis buat belanja online. Hobinya nge-klik
"Beli Sekarang" tanpa baca deskripsi.
- Bu RT (55
tahun): Ketua
RT seumur hidup. Pakar diskon dari generasi emas. Bawaannya selalu koper
lipat dan kalkulator saku.
- Mas Bejo (32
tahun): Bapak-bapak
yang ikut belanja karena disuruh istri. Modal foto barang di HP. Nggak
ngerti fungsi diskon tapi semangatnya kayak mau perang.
- Si Ucup (19
tahun): Anak
magang di toko. Korban pertama kerusuhan diskonan. Nasibnya naas.
Babak 1: Sebelum Diskon Dimulai
Pukul
05.30 pagi. Toko "Murah Meriah Abadi" masih tutup. Tapi di luar,
puluhan orang sudah antre kayak mau demo.
Bu
RT (datang
dengan koper dorong dan topi petani) : "Mbak Rere! Ini mbak ngantre dari
jam berapa? Kok udah pucat gitu?"
Mbak
Rere (mata
sembab, rambut acak-acakan, megang HP masing nyala) : "Bu, saya dari jam 3
subuh. Katanya ada flash sale jam 6 tepat. Saya nggak tidur semaleman cuma
nge-refresh aplikasi, tapi mending datang langsung. Takut kalah sama bot."
Mas
Bejo (datang
sambil nguap, tangan megang foto barang yang dilembarin istri) :
"Hadeuh... Bu, Mbak... Saya mah ikut aja. Istri nitip beli setrika uap.
Katanya yang ini. Tapi gambarnya aja saya lupa wujudnya kayak gimana."
Bu
RT :
"Ya ampun Mas Bejo, ini perang diskon! Bukan perang bayar utang. Mas harus
siap mental! Lihat Mbak Rere, dia bawa lima gawai. Saya bawa tiga koper. Mas
bawa apa? Foto doang? Kurang greget!"
Mas
Bejo :
"Saya bawa... niat, Bu. Dan dompet isinya uang belanja. Istri kasih Rp300
ribu."
Bu
RT & Mbak Rere (saling
pandang, lalu tertawa miris).
Babak 2: Gerbang Neraka Dibuka
Pukul
06.00 tepat. Pintu toko dibuka.
Satpam
toko (membuka
pintu sambil bersiap-siap) : "Mohon untuk tertib... Jangan
dorong-dorongan..."
Belum
selesai kalimatnya, massa sudah menerobos kayak gelombang tsunami.
Mbak
Rere (berlari
sambil mengacungkan HP) : "KERANJANG! KERANJANG! SAYA AMBIL KERANJANG
DULU! JANGAN DIAMBIL SEMUA!"
Bu
RT (sudah
melesat ke rak peralatan dapur, koper dibuka lebar) : "PANCI 70%! KETUPAT
80%! Wajan Anti Lengket, mana wajan anti lengket!" (tangannya bergerak
kayak mesin pabrik)
Mas
Bejo (bingung
di tengah toko, megang foto yang udah lusuh) : "Ini... setrikanya di rak
mana ya? Namanya uap, uap... Hoo... uap... mungkin di dekat mesin cuci?"
(nyasar ke bagian mainan anak)
Babak 3: Pertempuran di Rak Terlaris
Di
rak elektronik. Terjadi perang dingin antara Mbak Rere dan Ibu-ibu lain. Barang
yang diperebutkan? Setrika uap model terbaru. Diskon 60%. Cuma tersisa 2 unit.
Mbak
Rere (tangan
sudah megang satu setrika, tapi ada ibu lain yang narik dari ujung lain) :
"BU! INI SAYA YANG PEGANG DULUAN!"
Ibu
lain (berbadan
tambun, suara lantang) : "Mana buktinya?! Saya megang duluan lima detik
sebelum mbak! Ini barang milik saya!"
Mbak
Rere :
"Bukti? Ya tangan saya masih nempel di gagangnya, Bu!"
Si
Ucup (anak
magang lewat sambil dorong troli kosong) : "Maaf... maaf... permisi...
saya lewat..."
Mbak
Rere & Ibu Lain (kompak)
: "DIAM KAMU, UCUP! JIKA KAMI TIDAK SELESAI, KASIR TIDAK BERGERAK!"
Si
Ucup langsung
kabur sambil nangis dalam hati.
Babak 4: Panggilan Darurat dari Rumah
Di
tengah kekacauan, HP Mas Bejo bergetar. Istri nelpon.
Mas
Bejo (angkat,
suara panik) : "Ya, sayang...?"
Istri (dari ujung
telepon, suara melengking) : "SUDAH BELUM SETRIKANYA?!"
Mas
Bejo :
"Sayang... ini lagi perang dunia ketiga. Setrika diserbu ibu-ibu. Saya
dikeroyok cuma karena lihat-lihat."
Istri :
"KEROYOK? LO BUKANNYA BELANJA, LO TAWURAN? CEPAT AMBIL SETRIKA YANG MERAH
ITU! HARGA NORMAL RP 1 JUTA, DISKON JADI RP 400 RIBU! LO HARUS BISA!"
Mas
Bejo (mata
mencari-cari) : "Yang merah... Merah... HOOO DISITU!" (berlari bagai
cheetah lapar)
Babak 5: Klimaks di Kasir
Satu
jam kemudian. Semua orang berhasil mendapatkan barang inceran masing-masing.
Kini mereka mengantre di kasir. Antreannya nggak gerak-gerak. Kayak macet di
tol dalam kota.
Mbak
Rere (mendorong
keranjang berisi 25 barang. Hampir semuanya barang yang sama seperti sabun cuci
piring 12 botol) : "Astaga... saya baru sadar. Saya beli 12 sabun cuci
piring padahal saya nggak punya piring."
Bu
RT (sudah
tenang, menghitung ulang belanjaan dengan kalkulator) : "Itu namanya efek
diskon, Mbak. Otak kita jadi beku. Yang penting kelihatannya murah, langsung
ambil. Nanti kalau kepikiran, dompet sudah menangis."
Mas
Bejo (bawa
setrika merah sambil napas ngos-ngosan) : "Alhamdulillah... dapat. Istri
pasti senang. Tapi... jujur saya nggak tahu ini setrika uap apa setrika biasa.
Yang penting merah."
Mbak
Rere :
"Mas Bejo, itu setrika rambut. Bukan setrika baju."
Keheningan
yang mematikan.
Mas
Bejo (liat
foto, liat barang, liat foto lagi) : "Anjir... sama-sama merah. Mana saya
tahu."
Bu
RT :
"Ih Mas Bejo... ini mah bukan perang diskon. Ini perang gagal fokus."
Tepat saat Mas Bejo mau nangis, terdengar pengumuman dari pengeras suara:
"Terima
kasih atas antusiasme belanja Anda. Sebagai hadiah, 10 orang pertama yang
mencapai total belanja di atas Rp500.000 akan mendapatkan PARCEL LEBARAN GRATIS!"
Mata
Bu RT berbinar-binar seperti bintang jatuh.
Bu
RT :
"CEPAT! TAMBAH BARANG! SAYA KURANG 50 RIBU!"
Mbak
Rere :
"SAYA KURANG 200 RIBU! SAYA AMBIL COOKIES LAGI!"
Mas
Bejo :
"SAYA KURANG 400 RIBU! MINTA UANG TAMBAHAN DONG SAMA ISTRI!"
Akhirnya...
Bu RT berhasil mendapatkan parcel. Mbak Rere nambah utang kartu kredit. Mas
Bejo di-marahin istri karena beli setrika rambut. Tapi semuanya pulang dengan
senyum palsu yang mengesankan.
Babak 6: Sore Hari di Rumah Masing-masing
Di
rumah Mas Bejo:
Istri : "Ini
setrika rambut, Bejo."
Mas
Bejo :
"Iya, sayang. Rambut kamu kan panjang. Cocok."
Istri :
"Rambutku ikal. Dan aku minta setrika uap BUAT BAJU."
Mas
Bejo :
"Kan sama-sama panas. Coba aja."
Istri
kemudian mengusir Mas Bejo ke luar rumah selama 2 jam.
Di
rumah Bu RT:
Bu
RT (buka
parcel dengan hati-hati) : "Wah... isinya sirup, biskuit, dan... TISU
BASAH?! TISU BASAH DIJADIKIN PARCEL?!"
Anak
Bu RT :
"Itu mah parcel darurat, Bu. Buat bersihin muka setelah nangis liat
tagihan belanja."
Di
kos Mbak Rere:
Mbak
Rere (duduk
di atas tumpukan sabun cuci piring sambil buka aplikasi bank) : "Saldo...
Rp12.000. Limit kartu kredit... habis. Gaji... masih 10 hari lagi. Yang bisa
saya lakukan hanyalah... memandangi 12 botol sabun cuci piring." (lalu
menangis tersedu-sedu)
Penutup dari CERCU:
Sobat
CERCU, drama di atas mungkin kelihatan absurd. Tapi percayalah, di setiap
diskon besar, pasti ada Mbak Rere, Bu RT, dan Mas Bejo yang berjuang
mati-matian. Kita seringkali lupa bahwa diskon itu sebenarnya akal-akalan toko
biar kita beli barang yang sebenarnya nggak kita butuhin. Tapi yah... namanya
juga manusia. Melihat kata "SALE 70%" tuh rasanya kayak lagi nonton
film horor: jantung berdebar, tangan gemetar, tapi tetap penasaran pengen
nyobain.
Dan
yang paling ironis? Setelah
belanja heboh, barang-barang itu biasanya cuma jadi pajangan di rumah. Sabun
cuci piring 12 botol? Ya habisnya 3 tahun. Setrika rambut padahal rambut cepak?
Jadi pemanas ruangan. Parcel isinya tisu basah? Ya buat bersihin muka abis
nangis lihat rekening koran.
Pertanyaan dari CERCU buat kalian:
Sekarang,
coba jujur, Sobat CERCU. Barang paling absurd apa yang pernah kalian beli saat
diskan besar-besaran? Mungkin kalian beli 10 panci padahal nggak pernah masak?
Atau beli koper besar padahal uang liburan habis buat beli koper? Atau mungkin
kalian pernah jadi korban "diskon mata keranjang" kayak Mas Bejo yang
beli setrika rambut buat bapak-bapak? Share cerita paling memalukan dan bikin
dompet menangis kalian di kolom komentar ya!
Dan
jangan lupa: sebelum klik "Beli Sekarang", tanya dulu ke hati nurani
(dan ke dompet). Karena diskon sebesar apa pun nggak akan menutupi tangisan
saldo yang jeblok. Kecuali diskonnya 100% plus gratis ongkir plus dikasih uang
kembali. Itu sih namanya mimpi. 🤣
Tetap
waras, Sobat CERCU! Jangan sampai diskon membuat dompet diskon terus. Sampai
jumpa di cerita lucu berikutnya!
CERCU
– Tertawa Itu Gratis, Gak Perlu Nunggu Diskon. 😁
No comments:
Post a Comment